Dua Istri Tercinta

Dua Istri Tercinta
Idola sekolah


__ADS_3

Mereka semua sudah mencari dan menanyakan kepada mereka yang lewat yang mungkin ada yang melihatnya tapi tak satupun dari mereka melihatnya.


Bahkan sampai sore ini juga masih belum bisa menemukan dimana keberadaannya, bahkan sudah lewat beberapa postingan yang mereka posting di sosial medianya tapi tak ada satupun komen dari mereka yang tau tentang keberadaannya hanya komen yang mendoakan supaya cepat ketemu dan baik-baik saja.


Gak cuman disitu saja, mereka juga sudah melacak melalui email dan nomer HP tapi tetap gak ada jejak keberadaannya.


Dan mereka juga gak mau memberikan kabar kepada keluarganya, supaya tak membuat nya menjadi panik.


Akhirnya pencarian hari ini pun mereka akhiri, dan akan dilanjutkan besok lagi.


Dilain sisi ketika aku berada di tempat temanku yang sekampung sedang berkuliah.


"Bro sebenarnya ada apa sih, kok kayaknya ada yang kamu tutupin dari aku" kata Ibnu.


"Gak ada apa-apa kok bro tenang aja" kata Fariel.


"Tenang gimana, saya lihat beberapa postingan tentang kamu yang sedang dicari oleh mereka karena pergi dari rumah, atau kabur" kata Ibnu.


"Hah, ah yang bener" kata Fariel.


"Ngapain aku bohong sih, nih lihat, banyak banget loh yang posting wajah kamu dengan tulisan, bagi siapa yang melihatnya mohon segera hubungi ke nomer ini, atau bujuk supaya pulang, karena kami semua merasa kehilangannya" kata Ibnu.


"Dan ada lagi nih, mas pulang, aku minta maaf jika aku buat salah, kasian dengan kakak yang gak mau makan jika gak ada kamu disini."


"Ni juga, bahkan ada foto cewek juga yang seperti nya lagi hamil, dengan tulisan jangan pergi tinggalkan aku."


"Jangan bilang yang lagi hamil itu istri kamu yang kamu hamilin terus kamu kabur."


"Ndasmu, emang aku cowok apaan, walaupun aku normal, bukan berarti aku kek gitu ya bro" kata Fariel.


"Ya sapa tau kan, muka oke pekerjaan dah oke, motor pun oke, apa lagi yang belum dari kamu, penampilan oke juga, putih bersih dan tinggi, cewek mana yang bakal nolak kamu, dari dulu aja kamu idola kaum cewek di sekolah" kata Ibnu.


"Gak ingat apa sama kakak kelas yang nembak kamu duluan didepan kelas."


"Hahahaha, kok lo inget mulu sih" kata Fariel.

__ADS_1


"Ginmana gua gak ingat, lah gue jadi obat nyamuk kalau kakak kelas itu nemuin lo, gue jadi penjaga pintu kelas biar gak ada yang masuk, mana disogok cuma kripik gak dikasih minum lagi" kata Ibnu.


"Dan gak cuman itu, setiap hari pasti ada yang nitip surat buatmu, dari yang satu kelas sama kita, dan kelas lain, bahkan adek kelas aja sampe ikutan pula nitip surat dan salam buat lo."


"Hahahaha, maaf yaaa bro" kata Fariel.


"Emang aku keren ya bro sampai dikerubutin dan diidolakan mereka."


"Gak cuman keren, tapi kamu itu keren abis" kata Ibnu.


"Dah pinter, rajin, ketua OSIS lagi, apa gak buat cewek-cewek jadi nemplok kaya nyamuk kurang asupan darah segar."


"Mana gue lagi yang jadi jongosnya."


"Hahaha, tapi gara-gara itu juga aku masuk RS" kata Fariel.


"Iya, juga ya, karma mungkin dari doa para jomblo yang merasa terabaikan oleh mereka yang menyukaimu dan cewek-cewek yang suka sama kamu" kata Ibnu.


"Sialan lo bilang karma, kan gua gak ngapa-ngapain mereka, dan bahkan kutolak mereka semua lalu kubilang kalau aku lagi fokus belajar bukan pacaran" kata Fariel.


"Emang lo ngomong apa aja ke mereka" kata Fariel.


"Kubilang aja kalau mereka kalah tanding voli, dan gak dapat juara kelas, jadi iri karena kamu itu favorit para guru-guru yang rajin belajar dan mau membantu yang lain buat ngerjain tugas sekolah yang gak bisa mereka kerjakan karena kemampuan otaknya kurang" kata Ibnu.


"Pantesan mereka langsung melarang aku buat gak main voli lagi, jadi karena itu" kata Fariel.


"Sorry deh, dari pada aku bilang yang lain, apa gak bakal nanti kamu dilarang buat dekat sama cewek kecuali harus dijodohkan nantinya gimana coba" kata Ibnu


"Oke deh, makasih atas bantuannya selama ini" kata Fariel.


"Jangan cuman makasih dong, lapar nih, gak ada niat nelaktir apa gitu" kata Ibnu.


"Oke deh, ayok kita cari makan, tapi jangan yang rame ya, dan murah" kata Fariel.


"iya tenang aja, aku anak kos juga tau makanan yang baik tapi murah, jadi kamu tenang aja, paling cuman habis tiga puluhan aja buat makan berdua" kata Ibnu.

__ADS_1


"Oke kalau gitu ayok berangkat" kata Fariel.


"Mandi dulu dong dodol, bau nih habis lari-lari tadi main bola, biasa" kata Ibnu.


"Emang kamu dah mandi apa bro."


"Udah lah, gak nyium apa dah wangi macam wanginya si princes kondang" kata Fariel.


"Ohh seperti itu" kata Ibnu, dengan nada seprti princes.


"Hahaha ****** lo, sana mandi ah, bau tau" kata Fariel.


"Baik bos" kata Ibnu, lalu mengambil handuk dan berjalan.


"Maju mundur maju mundur ganteng, ganteng, mandi" dengan nada itu lagi dan gayanya juga saat maju mundur lalu tangannya keatas kepala dengan gaya ala model.


"Sialan loh mau mandi aja ribet banget, pake gaya begituan lagi" kata Fariel.


"Dah mirip belom kaya model" kata Ibnu.


"Dah mirip model monyet lagi pose yang lebai" kata Fariel.


"Sialan loh bilang kaya monyet" kata Ibnu.


"Daripada kubilang mirip orang, kan lebih baik mirip monyet" kata Fariel.


"Iya juga ya, kalau mirip monyet berarti orang, tapi kalau mirip orang berarti monyet dong" kata Ibnu.


"Nah tu tau, sana cepetan mandi" kata Fariel.


"Oke" kata Ibnu, dengan nada itu lagi.


"****** loh" kata Fariel, sambil melempar bantal tapi tak kena karena sudah keluar duluan.


Dan aku pun langsung melihat-lihat postingan dihp temanku yang memang banyak yang komen dan mendoakan supaya cepat ketemu dan baik-baik saja.

__ADS_1


__ADS_2