
Sampai dia kamar langsung kuambil hpku dan ku ketik pesan.
đŸ“¤Assalamu'alaikum, minta nomernya si bos dong.
Setelah beberapa menit ada notif pesan masuk.
đŸ“© Waalaikumsalam, bisa-bisa nya gak punya, nih 08.
Dan aku langsung ngesave nomernya lalu kutelpon.
"Assalamu'alaikum, Pi bisa minta tolong gak" kata Fariel.
"Waalaikumsalam, iya ada apa. Kayaknya penting banget" kata Papi.
"Gak papa kok Pi, cuman masalah kecil. Jadi aku mau minta tolong sampaikan ke Pak Udin suruh kemari bawa mobil" kata Fariel.
"Oh iya nanti saya sampaikan, tapi buat apaan" kata Papi.
"Cuman suruh ngantarin orang yang kurang sehat aja kok Pi" kata Fariel.
"Siapa yang sakit" kata Papi.
"Dia yang kerja di bagian kasir badannya panas, makanya aku butuh bantuan Pak Udin untuk ngantarin pulang, kan gak mungkin aku antar pakai motor" kata Fariel.
"Ya dah nanti kusampaikan" kata Papi.
"Makasih ya Pi, Assalamu'alaikum" kata Fariel.
"Iya sama-sama, Waalaikumsalam" kata Papi.
Dan telpon pun langsung terputuskan.
Akupun langsung keluar dari kamar, tak lupa beli beberapa makanan seperti roti dan susu untuk Tania makan rumah nantinya. Setelah didapat langsung menuju kasir.
"Ini tolong bungkus, mau dibawa pulang" kata Fariel.
__ADS_1
"Iya" kata c.
"Berapa totalnya" kata Fariel.
"85ribu Bang" kata c.
"Nih" kata Fariel, sambil menyerahkan uang pas
"Apa ada obat yang disediakan untuk orang yang kerja disini yang kurang sehat".
"Ada Bang, sebentar biar saya ambilkan" kata c.
"Kalau gitu nanti kamu antarkan kedalam ya" kata Fariel.
"Baik Bang" kata c.
Dan aku langsung meninggalkan kasir menuju ruang makan yang meninggalkan Tania sendiri didalam.
"Ini ada roti, kamu makan ya" kata Fariel, sambil meletakan kantong keresek berisi roti dan susu.
"Dimakan rotinya, apa mau ku buatkan susu" kata Fariel.
"Gak usah, ini aja dah cukup" kata Tania.
"Rotinya dimakan dong, jangan cuman diliatin aja, kalau diliatin aja gak bakal bikin kenyang, jadi dimakan ya. Apa perlu aku suapin nih" kata Fariel.
"Gak usah terimakasih, saya biasa sendiri" kata Tania, sambil melotot.
"Biasa aja matanya, aku jadi takut nih" kata Fariel.
Tania langsung kemode semula.
"Dimakan dong rotinya, dah dibeli juga, tehnya juga diminum" kata Fariel.
__ADS_1
"Iya Mas" kata Tania.
"Nanti kamu pulang ya, biar diantar, jangan nolak. Kalau besok masih sakit jangan kerja dulu, gak boleh maksa. Nanti kuizinin libur sampai benar-benar sembuh" kata Fariel.
"Iya Mas, makasih" kata Tania.
Tiba-tiba datang.
"Permisi Bang, ini obatnya" kata c.
"Oh iya, makasih" kata Fariel.
"Kalau gitu saya permisi mau balik lagi ke meja kasir Bang" kata c, lalu berbalik badan untuk keluar menuju tempat kasir dia bekerja.
"Tunggu sebentar" kata Fariel.
Lalu balik badan lagi.
"Iya, apa ada yang kurang bang" kata c.
"Nanti kamu pulang bareng Tania ya, dia gak berani katanya di kos sendirian. Jadi malam ini kamu pulang lebih cepat, kasian dia yang lagi kurang sehat. Jadi nanti kamu temanin tania ya, kamu satu kos kan dengan Tania" kata Fariel.
"Iya Bang sekos" kata c.
"Ya dah kamu siap-siap aja dulu, bentar lagi diantar kalian pulang" kata Fariel.
"Iya Bang, permisi" kata c, dan langsung keluar.
"Ini obatnya diminum ya, biar cepet reda panasnya' kata Fariel.
"Iya Mas, makasih" kata Tania.
Dan Tania pun meminum obatnya.
Setelah beberapa menit tanpa suara tiba-tiba yang ditunggu pun datang juga.
__ADS_1