
Setelah mandi dan memakai baju langsung kembali kekamar buat dirias dan juga makan atau sarapan pagi.
"Assalamu'alaikum" kata Fariel.
"Waalaikumsalam" jawab semuanya.
"Sini masuk dan duduk biar langsung dirias sambil makan" kata An.
"Makan dulu aja, kalau yang lain dah makan" kata Mami.
"Gak buru-buru juga harus diriasnya."
"Makan aja dulu, berangkat juga masih ada waktu sekitar setengah jam lagi, santai aja dulu."
"Iya Mi" kata Fariel.
"Mami tinggal dulu ya" kata Mami.
"Mami juga mau dandan dan ganti dulu."
"Permisi Assalamu'alaikum."
"Waalaikumsalam" semuanya.
"Aku makan dulu aja ya" kata Fariel.
"Oh ya silakan" kata An.
"Apa yang lain dah pada makan" kata Fariel.
"Udah tadi pagi sebelum kesini buat rias kalian" kata Bet.
"Aku dah kok Mi, barusan" kata Fida.
"Aku juga barusan selesai" kata Ervi.
"Sami makan aja."
"Oke" kata Fariel.
Langsung aku makan makanan yang sudah disediakan, dan Ervi juga Fida sedang dirias karena sudah makan, dan butuh waktu lama kalau merias mereka, jadi mereka makan duluan.
"Alhamdulillah" kata Fariel, yang selesai makan dan minum.
"Aku kekamar mandi dulu ya bentar."
"Iya silakan, daripada nahan kan bahaya, lebih baik buang aja sekarang jangan nunggu nanti kalau dah selesai baru buang" kata An.
__ADS_1
"Ini dipakai sekalian didalam" kata Bat, menyerahkan baju dan celananya padaku.
Aku langsung menerima dan masuk kekamar mandi buat buang sesuatu, setelah selesai buang, langsung aku kembali ke mereka buat dirias setelah selesai memakai pakaiannya.
"Sini duduk biar dirias sedikit" kata An.
"Kalau cowok kan rias nya gak perlu lama, hanya poles dikit aja dah selesai."
"Beda sama cewek banyak yang harus dirias, banyak yang harus dipakaikan juga, jadi butuh waktu lama."
Aku duduk dalam diam sambil dirias, mukanya dipoles sedikit sama tukang riasnya biar lebih kelihatan seperti pengantin mungkin ya.
Setelah lama kami dirias akhirnya selesai juga.
"Dah selesai nih" kata Ce.
"Ayok kita keluar dan kita berangkat" kata An.
"Ayok, biar kubantu pengantin ceweknya buat ngangkat ekor gaunnya" kata Bet.
"Ayok" kata An.
Dan kami pun keluar dari kamar, aku berjalan didepan, dan mereka dibelakangku sambil dibantu perias buat jalan.
Sampai didepan rumah, sudah banyak yang akan ikut mengantar pengantin, dari yang muda dan yang sudah tua juga yang dah siap-siap buat ngantar manten.
"Mobilnya itu yang hitam yang sudah dirias buat khusus pengantinnya."
"Kamu didepan, biar bagian yang pengantin ceweknya dibelakang sama kami, dan kami duduk dipaling belakang" kata An.
Aku lang masuk didepan disamping supir, dan Ervi juga Fida bangku dibelakangku, dan para perias di paling belakang.
"Makin ganteng aja ya Den, makin cerah mukanya sekarang" kata Udin.
"Dah buka kardus ya den semalam dah jackpot."
"Pak Udin apaan sih" kata Fida.
"Iya, aneh banget, kami gak sempat buka hadiah, kami langsung tidur" kata Ervi.
Aku hanya diem, karena tau apa yang dimaksud Pak Udin barusan.
"Yah gak paham nih" kata Bet.
"Maklum masih baru, jadi belum tau kata-kata begituan" kata Ce.
"Emang apaan" kata Ervi.
__ADS_1
"Gak ada kok, santai aja" kata Udin.
"Tapi kayaknya sih Aden paham udah."
"Ya gak Den."
"Hemmm" kata Fariel.
"Emang apaan sih Mi" kata Ervi.
"Gak ada apa-apa kok" kata Fariel.
"Dah jangan didengarkan ucapan Pak Udin ini, dah mulai aneh otaknya dah geser."
"Ohhh" kata Ervi.
"Aden mah gitu ah" kata Udin.
"Fokus Pak, dah mau berangkat nih, jangan bawa kami ketempat lain, apalagi sampai masuk jurang" kata Fariel.
"Fokus, aku belum dapat jackpotnya."
"Oke Den, santai aja" kata Udin.
"Kita ngikutin mobil didepan kita, jadi santai aja."
"InsyaAllah selamat sampai tujuan."
"Papi sama Mami ikut mobil mana Pak" kata Fida.
"Kayaknya didepan, tadi dah duluan masuk kayaknya dimobil depan" kata Udin.
"Oo" kata Fida dan Ervi.
"Ayok Pak jalan, dah jalan yang depan" kata Fida.
"Iya siap, pakai sabuknya" kata Udin.
Dan kita langsung berangkat mengikuti mobil didepannya menuju desaku tempat acara pestanya.
Sampailah kini ditempat acara. Kami langsung turun dari dalam mobil lalu diposisikan jalannya aku berada ditengah antara Fida dan Ervi.
Banyak yang menyebut kami. Kami berjalan di iringi mereka yang menyambut kami dengan menaburkan bunga dari kanan dan kiri sepanjang kami jalan menuju rumah acara sambil diiringi musik khas, gamelan buat mengiringi pengantin.
Sampai ditempat kami langsung diarahkan ke pelaminan untuk duduk.
Kami langsung duduk dan semua para tamu yang mengantarkan langsung duduk beralasan tikar supaya muat, karena begitu banyak tamu yang hadir jadi ada yang didalam rumah ada yang didepan disamping pelaminan duduk ada yang dibangku juga.
__ADS_1
Setelah duduk lalu masuk keacaranya yaitu acara penyerahan pengantin dan penerimaan pengantin hingga selesai dan ditutup dengan doa, lalu menikmati hidangan yang sudah disediakan.