
Setelah beberapa hari berkutat dengan laporan dan laporan dari perusahaan dan juga laporan minimarket yang membuat begitu menguras pikiran dan waktu untuk istirahat. Kini tiba waktunya untuk pulang ke desa dimana saya dibesarkan, karena saya lahir bukan dari pulau ini. Hanya saya anak rantau yang mengikuti kedua orang tuaku untuk menyambung hidup.
"Assalamualaikum Pi, Mi" kata Fariel. Ucapku pada mereka yang sedang berada di belakang rumah sedang menikmati udara sore sambil ngobrol.
"Waalaikumsalam Nak" jawab mereka berdua.
"Pi, Mi, aku mau minta izin untuk pulang ke desa untuk beberapa hari disana membantu orang tua di kebun, dan juga lihat kebunku yang sudah kutinggal hampir dua bulanan. Jadi sore ini aku mau pamit pulang" kata Fariel.
"Oh iya Mami sampai lupa kalau Nak Fariel mau pulang hari ini, maafin Mami ya" kata Mami.
"Iya Mi, gak papa" kata Fariel.
"Nanti uangnya Papi transfer ya" kata Papi.
"Gak usah deh Pi, aku kerja kan belum sebulan, ini juga masih ada dari hasil kerja yang kemaren kok" kata Fariel, jelas ku pada Papi.
"Rezeki jangan di tolak Nak, nanti Mami transfer sekalian sama Papi ya, anggap aja ini bonus awal kerjamu yang cukup memuaskan" kata Mami.
"Tapi Mi" kata Fariel.
"Gak boleh nolak. Nanti itu daging kamu bawa ya. Soalnya masih banyak banget takut gak habis, kan kamu pulang jadi kamu bawa untuk kamu masak dirumah dan kalian nikmati nanti dirumah" kata Mami.
"Papi harap kamu gak nolak lagi" kata Papi.
"Iya Pi, Mi, makasih" kata Fariel.
__ADS_1
"Ya udah yuk masuk, biar Mami siapin dagingnya biar nanti kamu sampai rumah tinggal dimasak aja ya" kata Mami, ucap Mami sambil berdiri dan masuk kedalam rumah.
"Gak usah deh Mi, nanti dirumah aja" kata Fariel.
"Gak papa. Mami justru senang, yakan Mi" kata Papi, tanya nya pada Mami.
"Iya. Kamu gak usah malu sama Papi dan Mami, kalau ada apa-apa nanti dijalan hubungi Papi atau Mami ya" kata Mami.
"Iya Mi" kata Fariel.
"Nah gitu dong, Mami kan senang kalau Nak Fariel mau nurut sama Mami juga" kata Mami.
"Maaf ya sekali lagi, Mami beneran lupa kalau kamu mau pulang, jadi gak masak cepet. Biasanya masaknya nanti dua jam an lagi" kata Mami.
"Bajumu gak usah dibawa pulang ya, tinggal aja disini. Nanti yang kotor biar Bibi yang nyuciin bajumu. Jangan kamu cuci sendiri dirumah karena kamu bawa pulang pakaian kotornya" kata Papi.
"Tapi Pi" kata Fariel.
"Gak ada tapi-tapian" kata Papi.
"Iya, kamu nurut sama Papi aja ya, kamu gak usah pulang bawa baju kotormu, bawa yang mau kamu pakai nanti disana untuk sehari-hari" kata Mami.
"Iya Mi, ya dah aku mau ambil tas dulu ya Pi, Mi" kata Fariel.
"Iya" kata Papi dan Mami.
__ADS_1
Dan aku masuk kekamar, ngemasin beberapa pakaian yang akan kupakai dirumah. Hanya pakaian yang aku beli sendiri, jadi pakaian yang dibelikan oleh Papi, dan Mami kutinggal disini di lemari ini.
Setelah semuanya selesai dan sudah siap semuanya tanpa ada yang ketinggalan, langsung aku turun lagi untuk menemui mereka dibawah dan pamit pulang.
"Pi, Mi aku pulang ya" kata Fariel.
"Iya nak" jawab keduanya
"Ini kamu bawa ya, masukin ke tas" kataMami.
"Iya Mi" kata Fariel, lalu memasukkan satu kantong plastik kecil kedalam tasku.
"Hati-hati dijalan ya, Papi gak bisa ngantarin kamu pulang" kata Papi.
"Iya Pi gak papa kok, dah biasa juga. Kalau gitu aku pulang ya Pi, Mi, Assalamu'alaikum" kata Fariel, pamit pada mereka dan tak lupa pula salaman kemereka.
"Waalaikumsalam salam" jawab mereka.
Aku langsung keluar rumah menuju motorku yang biasa kukenakan. Dan tak lupa pamit pulang pada Pak Udin yang sedang nyuci mobil.
"Pak, pamit ya mau pulang dulu, Assalamu'alaikum" kata Fariel.
"Iya Den, hati-hati dijalan, Waalaikumsalam" kata Udin.
Langsung kupakai helm dan kunyalakan motorku lalu jalan untuk pulang. Sampai di gerbang tak lupa menklakson mereka berdua yang sedang asik duduk dan bukain gerbang lalu menutupnya lagi.
__ADS_1