Dua Istri Tercinta

Dua Istri Tercinta
Gombal dan ledek


__ADS_3

Sampailah kini dirumah setelah lama belanja dan jalan-jalan seharian.


"Dah sampai, sekarang kita turun" kata Fida.


"Yuk turun yuk" kata Fariel.


"Aya sama Mama aja" kata Fida.


"Kasian Ayah, cape seharian nemenin Aya main."


"Ga au" kaya Aya.


"Yuk sama Ayah yuk" kata Fariel.


"Turun dulu ya."


Langsung kita keluar dari mobil, lalu aku langsung meminta Aya.


"Yuk sini sama Ayah yuk" kata Fariel, langsung ku gendong.


"Ambil balonnya dulu didalam."


"Alon" kata Aya.


"Iya balon, ba lon" kata Fariel.


lalu kuambil balon-balonnya.


"Nih pegang balonnya."


"Sekarang kita masuk kerumah, mainnya didalam."


"Itu nanti aja, sekarang bawa yang perlu dulu buat ganti Aya."


"Iya Da" kata Fida.


"Minta bantuan Bibi aja nanti" kata Fariel.


"Nyai juga harus istirahat, dah lelah."


"Jangan dipaksa nanti sakit."


"Kalau sakit gimana ngurus Aya nanti."


"Iya Uda iya" kata Fida.


"Ini kubawa yang ini yang isinya popok Aya, sama boneka satu."


"Dah yuk masuk" kata Fariel.


"Iya, ayok" kata Fida.


Dan kita langsung masuk kedalam rumah, tak lupa mengucapkan Salam walau dijawab sendiri salamnya.

__ADS_1


"Eh cucu Mami dah pulang" kata Mami.


"Iya Mi udah" kata Fariel.


"Udah capek jalan-jalannya sama mainnya juga."


"Banyak bener ini balonnya ini" kata Mami.


"Buat Mami dikasih gak nih balonnya."


Langsung Aya memberikan balonnya dua pada Mami.


"Makasih" kata Mami.


"Ini buat Mami beneran nih balonnya nih."


"Turun sini sama Mami sini main balon" kata Fariel.


"Ayah ganti baju dulu."


"Yuk sama Mami sini main" kata Mami, langsung meminta Aya dan mau langsung diangkat sama Mami yang biasanya langsung menolak dan menabok tangan Mami ketika menjulurkan tangannya.


"Main disini ya sama Mami ya" kata Fariel.


"Ayah hanya sebentar, ganti dulu ya."


"Kak Fida mana Mas" kata Ervi, yang baru muncul sambil membawa minuman.


"Ada tadi, kayaknya kekamarnya" kata Fariel.


"Serba salah apapun sama Mas mah" kata Ervi.


Langsung kuambil minum di tangannya dan ku minum.


"Itu punya adek" kata Ervi.


"Ihh jahat banget sih, punya Adek pun lah, main serobot aja."


"Haus" kata Fariel.


"Buat sendiri napa, jangan punya Adek dong" kata Ervi.


"akalau minuman itu ada racunnya atau ada obatnya gimana."


"Gak papa, kalau beracun gak masalah, paling Adek sendiri yang bakal kehilangan Mas" kata Fariel.


"Tapi makasih ya minumnya."


"Nih ku balikin gelasnya, dah kosong."


"Ihh jahat banget" kata Ervi.


"Masa dikasih yang kosong, jadi harus buat lagi kan."

__ADS_1


"Hahaha, gak usah ngambek" kata Fariel.


"Masa bidadari ngamukkan."


"Gak usah gombal dan ngeledek" kata Ervi.


"Kan katanya sayang sama Mas, masa tega Mas kehausan gini gak dikasih minum" kata Fariel.


"Dah ah, Mas mau kekamar buat ganti."


"Buatkan mas satu ya, nanti Mas kesini lagi habis ganti."


"Males, buat sendiri" kata Ervi.


"Kalau gak dibuat kan berarti bakal apa yaaa" kata Fariel.


"Iya nanti ku buatkan" kata Ervi.


"Dasar nyebelin."


"Nyebelin apa ngangenin nih" kata Fariel.


"Apa."


"Apa aja, semuanya juga iya" kata Ervi.


"Ya dah mas mau kekamar" kata Fariel.


"Jangan lupa buatkan mas satu ya."


"Iya bawel" kata Ervi.


"Oh ya Mi, nanti tolong gantiin celana Aya, sama popok nya, kayaknya dah harus diganti" kata Fariel.


"Tadi dah dibawa sama Kakak kok popoknya."


"Takutnya Kakak tidur karena kelelahan."


"Aku juga harus mandi dulu, bau keringat semua badanku."


"Iya nanti Mami gantikan" kata Mami.


"Kamu istirahat juga."


"Mukamu juga kurang istirahat dari semalam."


"Makasih Mi" kata Fariel.


"Kalau gitu aku kekamar ya."


"Dada Aya, jangan nakal ya sama Mami mainnya."


"Iya Ayahku yang ganteng" kata Mami, dengan suara anak kecil.

__ADS_1


Sedangkan aya asik mainan balonnya sambil menarik-nariknya dan ketawa.


Aku langsung kekamar buat mandi dan ganti setelah lelah menemani Aya main dan belanja keperluan.


__ADS_2