Dua Istri Tercinta

Dua Istri Tercinta
Makan bareng keluarga


__ADS_3

Setelah perjalanan yang begitu panjang mengendarai motor yang cukup lama kini sudah sampai juga di rumah yang sederhana ini, yang hanya rumah kayu dan ukuran yang kecil.


Kuparkirkan dulu motorku di samping rumahku ini lalu masuk kedalam lewat pintu samping seperti biasa.



"Alhamdulillah sampai juga dengan selamat" ucapku dalam hati.


Lalu aku masuk kedalam rumah, lewat pintu belakang atau samping, tak lupa mengucapkan salam.


"Assalamu'alaikum" kata Fariel, sambil membuka pintu.


"Waalaikumsalam" jawab Mamakku yang berada di dapur.


Lalu kututup pintu dan aku langsung mencium tangannya dan masuk kedalam.


"Bapak kemana Ma" kata Fariel.


"Biasa, kalau sore ya jalan-jalan ke depan ngobrol bareng Bapak-bapak yang lain juga" kata Mama.


"Kalau gak didepan, ya paling dilapangan lihat orang main voli".


"Oh, Mama lagi masak apa" kata Fariel.

__ADS_1


"Ini biasa hanya nyayur buncis sama goreng tahu aja" kata Mama.


"Oh ya ma, ini tadi ada daging, tinggal dimasak, udah dicuci dan sudah di cincang juga" kata Fariel, sambil menyerahkan bingkisan plastik dari dalam tas.


"Daging apaan Mad, kamu beli" kata Mama, tanyanya padaku dengan menyebut nama ujungnya aja Mad yang maksudnya Akhmad, karena dirumah dipanggil nya Akhmad oleh kedua orang tuaku.


"Gak tau Ma, kayaknya sih daging sapi, tapi gak beli kok Ma. Tadi di kasih sama bos kerjaku, katanya disuruh bawa pulang untuk orang rumah, karena masih banyak takut gak habis" kata Fariel.


"Oh ya udah, makasih. Nanti Mama masakin buat makan malam, kamu istirahat duduk-duduk aja ya. Mama mau lanjut masak dulu" kata Mama, sambil melihat daging yang didalam plastik lalu lanjut masak lagi.


"Iya Ma" kata Fariel, langsung meninggalkan dapur menuju kamarku.


Karena aku juga lelah jadinya hanya duduk-duduk bersender di dinding kayu dengan lesehan saja untuk menghilangkan rasa capek, dan gak terasa sampai tertidur.


"Mad bangun udah Magrib. Gak baik tidur sore-sore menjelang malam begini, ayok bangun" kata Bapak, yang sambil menggoyang-goyangkan badanku.


Akupun langsung membuka matanya dan duduk tanpa menyender lagi.


"Ayok bangun, Wudhu terus Shalat Jamaah bareng" kata Bapak.


"Iya" jawabku sambil berdiri.


"Itu motornya dimasukkan dulu" kata Bapak, sambil berjalan kebelakang.

__ADS_1


Tanpa menjawab, akupun langsung memasukkan motorku lalu Ambil air Wudhu untuk Shalat Maghrib.


Kami pun Shalat berjamaah dirumah bertiga, Bapakku sebagai Imamnya sedangkan aku dan Mamakku sebagai Makmumnya.


Setelah Shalat dan Zikir berserta Do'anya selesai. Kami seperti biasa membaca Al-Quran sebentar sambil menunggu Waktu Isya. Sedangkan Mamaku melanjutkan masaknya yang belum selesai.


Dan Adzan Isya pun terdengar, itu tandanya sudah waktunya untuk Shalat Isya.


Aku langsung Iqamah dan Bapak langsung berdiri untuk menjadi Imam lagi dan kami menjadi Makmum.


Dan setelah dengan Shalat Isya nya kami langsung menuju meja makan untuk makan bersama diruang makan yang cukup sederhana ini.


"Pa,coba di cicipi, pas apa gak rasanya" kata Mama.


Bapakku langsung mencicipinya.



Seperti inilah keluargaku.


"Pas kok, yuk makan" kata Bapak.


Lalu kami pun langsung menikmati makan malam bersama dengan tenang. Setelah selesai makan langsung kuberesin meja dan membawa piring kotornya untuk dicuci langsung.

__ADS_1


Setelah selsai membantu nyuci piring akupun langsung masuk kekamar untuk tidur karena terasa mengantuk dan masih ada sedikit lelah.


__ADS_2