
Dihari minggu ini mandi pake pakaian yang rapi dan juga wangi, tak lupa pula dengan memakai sepatunya juga, lalu ngecek dompet apa ada isinya apa hanya sebagai pengisi KTP saja. setelah semuanya aman dan cukup langsung keluar dari kamar untuk segera cabut.
"Mas mu kemana pagi-pagi, wangi lagi" kata Ervi.
"Kepo aja" kata Fida.
"Mau keluar ngumpul bareng temen" kata Fariel, bohong ku.
"Adek ikut" kata Ervi.
"Gak bisa, adek dirumah aja, jagain kakak" kata Fariel.
"Gak mau, adek mau ikut mas pokoknya" kata Ervi.
"Kumat deh" kata Fida.
Sedangkan Ervi hanya acuh dengan ekpresinya yang dibilang kumat.
"Mas, ikut ya" Ervi.
"Gak bisa adekku yang bawel tapi cantik" kata Fariel.
"Nanti sore aja ya, kita keluar sama kakak juga, oke."
"Gak mau, maunya sekarang, masss" kata Ervi.
"Kalau dek Ervi gak mau sama kakak aja dek" kata Fida.
"Oke kak" kata Fariel.
"Mas" Ervi.
"Lah merajuk nih kayaknya nih, kaya istri lagi datang bulan gak dapat uang belanja" kata Fida, yang melihat Ervi sedang betingkah dengan menendang-nendangkan kakinya dilantai
"Nanti aja ya adekku yang cantik dan manis, yang paling mas sayang, mas siang sudah balik kok" kata Fariel.
"Kamu dirumah jagain kakakmu, nanti pulangnya mas bawain oleh-oleh deh buat kamu."
"Gak mau" kata Ervi.
"Lah, malah kaya bocah lagi minta mainan barbie" kata Fida.
"Awas nanti lantainya nangis, karena sakit kamu tendangin."
"Biarin" kata Ervi.
"Mas ya, ikut ya. "
Akupun langsung berjongkok didepannya.
"Dengarin mas ya" kata Fariel.
"Mas mau keluar sebentar sama temen mas, nanti siang mas pulang, sorenya kita jalan-jalan kemana pun adek mau, ntar mau ikutin kemauan adek, mas janji."
"Lah malah ngambek" kata Fida, yang melihat Ervi cemberut.
"Dah adek tinggal aja si Ervi, biarin aja, nanti pasti bakal baik lagi, kan adekmu emang gitu dari dulu."
"Mas gak tega lihat adek mas ngambek" kata Fariel.
"Ya udah deh mas gak jadi pigi, mas mau balik tidur lagi sampe malam, masih ngantuk juga kayaknya ini." dengan menutup mulutnya yang seolah menguap.
"mlMas gak boleh kemana-mana, mas disini aja" kata Ervi.
"Mas ngantuk adekku yang cantik membahana" kata Fariel.
"Ya udah tidur disini aja, ni muat buat mas tidur" kata Ervi.
"Gak ah, gak enak" kata Fariel.
"Tidurnya disini temanin adek" kata Ervi.
"Kan ada kakak yang nemenin kamu nonton" kata Fariel.
"Gak mau, pokoknya disini, biar adek pangku kepala mas buat tidur biar nyaman" kata Ervi.
"Gak ah takut" kata Fariel.
"Takut kenapa" kata Ervi.
"Takut nanti ada yang bangun dan gigit" kata Fariel.
__ADS_1
"Aku bukan drakula ya mas" kata Eervi.
"Bilang aja mau kabur."
"Gak kabur adek, mas mau keatas nelpon temen mas kalau aku gak bisa keluar rumah karena disekap sama adekku yang cantik ini, terus tidur lagi deh" kata Fariel.
"Gak boleh tidur pagi menjelang siang, gak baik buat kesehatan, tidurnya nanti siang abis Dzuhur, sekarang mas disini aja titik" kata Ervi.
"Duhhh bakal gagal deh kalau gini" kata Fariel, ucap ku dalam hati.
"Udah tinggalin aja dek, aman tuh" kata Fida.
"Kakak yang tanggung jawab kalau nanti dek Ervi ngambek sama adek."
"Keluar terus sana, kasian yang nunggu."
"Aku gak bisa kalau gak dapat izin buat keluar kak, aku gak mau nanti adek ngambek hanya karena mau ikut tapi gak aku bolehin" kata Fariel.
"Ya itu si terserah sama adek sendiri, tapi kasian loh temennya, takutnya nanti temen adek kecewa karena adek gak datang, kan adek juga yang rugi" kata Fida.
"Iya juga si kak, tapi gimana dong kak" kata Fariel.
"Adek ku cantik yang suka manja sama setiap orang, biarin mas mu pergi sebentar, daripada nanti masmu pergi gak balik lagi kaya kemaren kan kamu juga yang mewek-mewek setiap malam, sampe makan aja gak mau" kata Fida.
"Biarkan masmu keluar ya, kan sorenya bisa keluar jalan-jalan nanti, kasian loh masmu kalau sampai dimusuhin temen-temennya karena gak jadi datang."
"Bolehin ya, ya dek" bujuknya.
"Gak boleh, mas pasti mau jalan-jalan sama cewek" kata Ervi.
"Adek gak mau titik."
"Huffttt" kata Fida, hembusan nafasnya.
"Kalau gini susah udah dek."
"Gak papa kak, biar nanti ku telpon aja mereka kalau aku gak bisa keluar karena gak dapat izin buat keluar karena banyak yang harus kukerjakan" kata Fariel.
"Ya udah sana keluar" kata Ervi.
"Apa" kata Fariel.
"Ya udah sana keluar jalan-jalan sama cewek mas yang itu" kata Ervi, sambil menangis.
"Loh kok nangis sih" kata Fida.
"Mas gak jadi pergi, ya udah mas tiduran disini nemenin adek nonton sama kakak juga" kata Fariel.
"Mana bantalnya, biar mas tiduran disini sambil ngabarin yang lain oke."
"tlTapi jangan nangis ya, mas gak tega lihat cewek nangis, jadi kebawa pengen nangis nih."
Ervi langsung menghapus air matanya.
"Nih dek bantalnya" kata Fida, yang melemparkan bantalnya.
"Makasih kak" kata Fariel, setelah menangkap bantalnya.
"Mas tiduran nya disini" kata Ervi, yang menunjuk tempat yang kosong disebelah nya.
"Gak bisa adek, kan masmu badannya tinggi besar, mana muat, kecuali kamu dia bawah" kata Fida.
"Ya udah kalau gitu mas tidurnya dibawah tapi adek pangku, gak boleh nolak" kata Ervi.
"iya adek ku, makasih" (fariel)
"yaudah turun cepetan, mas ngantuk"
Ervi langsung turun dari sofa dan menyelonjorkan kakinya di lantai beralaskan kasuar lantai tipis
"Sini bantalnya" kaya Ervi.
"Iya, nih" kaya Fariel, sambil memberikan bantal lalu meletakkan kepalanya di atas bantal.
"Nyanyiin dong atau didongengin gitu."
"Haah, apaan tadi adek bilang, di dongengin" kata Fida, lalu ketawa.
"klKaya anak kecil aja minta di nyanyiin sama didongengin."
"Biarin aja kak, kalau gak mau aku tidur diatas atau keluar" kata Fariel.
"Iya aku dongengin" kata Ervi, sambil cemberut.
__ADS_1
"Hah, seorang Ervi bisa dongengin, gak salah kaka dengernya, kan bisanya hanya minta dan minta" kata Fida.
"Biarin, sirik aja, emang aku gak pernah baca novel anak apa" kata Ervi.
"Udah-udah, ini mau dongengin mas apa mau dengarin orang lagi debat" kata Fariel.
"Itu kakak yang mulai" kata Ervi.
"Kok kakak yang kena" kata Fida.
"Cepetan adek, apa mas keluar" kata Fariel.
"Iya iya" kata Ervi.
Ervi langsung tarik nafas lalu buang secara bertahap lalu.
"Pada suatu kisah ada sorang Putri yang akan meneruskan tahta sebagai ratu, tapi dengan syarat harus menikah dengan salah satu pilihan dari Ayah-nya yang sebagai Raja.
Tapi dia menolak keinginan perjodohan itu, karena sang Putri menaruh hati pada pemuda yang bekerja hanya sebagai pengawal kerajaan.
Dan semua itu selalu dibantah oleh sang Raja, karena tidak cocok seorang anak Raja yang akan meneruskan kedudukannya malah memilih menikah dengan seorang pemuda biasa, bahkan sampai pemuda itu dikeluarkan dari istana, tapi secara diam-diam Putri itu selalu menemuinya walau hanya sekedar melihat dari jarak jauh, hanya untuk memenuhi rasa kangennya dihati karena sudah beberapa hari tak bertemu dengannya.
Lalu dia memcoba memberanikan diri bilang ke Ibunya kalau dia sangat menyukai pemuda itu, dan Ibunya menyetujuinya dengan sarat harus keluar dari istana ini, dan setelah kalian menikah barulah kalian kasih kabar ke kami di istana saat kamu sedang mengandung anaknya nanti.
Akhirnya sang Putri langsung meninggalkan istana secara diam-diam yang dibantu oleh Ibunya untuk keluar dari istana ini.
Setelah keluar dari istana dia langsung menuju dimana pemuda itu tinggal, lalu mereka menikah diluar desa dan kembali setelah mereka memiliki bayi laki-laki berumur dua bulan.
cerita pun tamat."
"Hah, tamat" kata Fida.
"Itu dongeng atau apa, singkat amat."
"Biarin weee" kata Ervi.
"Biasa aja tuh b***r" kata Fida.
"Tapi itu beneran tidur itu masmu."
"Iya dong, sapa dulu dilawan, Ervi gituloh" kata Ervi.
"Iya deh iya" kata Fida.
"Aku mau buat minum ah haus."
"Kak buatin satu ya" kata Ervi.
"Idihhh, buat ndiri napa" kata Fida.
"Harusnya kan kakak yang dibuatin, malah kaka yang disuruh buatin, adek gak bisa diuntung ini mah."
"Kan adek lagi nidurin bayi hulk, mana bisa buat, berdiri aja gak bisa" kata Ervi.
"Hulk pun adek suka kan" kata Fida.
"Iya dong" kata Ervi.
"Udah sana buatin satu jeruk dingin."
"Iya adekku yang bawel suka merintah dan manja" kata Fida.
Sambil bangun "Bismillah" dan berjalan kebelakang untuk buat minum.
"Mas aku tuh gak mau kehilangan mas, adek suka sama mas lebih dari sekedar adek" kata Ervi.
"Adek berharap lebih dari sekedar adek."
"Adek tu maunya mas hanya jadi milikku."
"Aku gak suka mas jalan sama yang lain, hatiku sakit kalau liat mas senyum sama cewek lain selain adek."
"I love u mas" lalu mencium kening ku dan tersenyum bahagia.
"Kenapa tuh senyum-senyum, habis ngapain hayo ngaku sama kakak" kata Fida, sambil membawa dua gelas minuman.
"Gak ada" kata Ervi.
"Gak usah bohong sama kakak, kakak gak bisa dibohongin sama kamu ya, nih minumnya ndoro bei" kata Fida, yang memberikan minum pada Ervi.
__ADS_1
"Makasih kakakku yang baik" kata Ervi, sambil menerima.
Lalu Ervi meminumnya, dan lanjut mengusap-usap rambut di kepalaku sambil nonton acara TV minggu pagi menjelang siang dengan kakak.