Dua Istri Tercinta

Dua Istri Tercinta
Mandi kata, sarapan gombalan, dan kenyang dengan kangen


__ADS_3

Bangun pagi langsung mandi terus shalat subuh dikamar, setelah itu langsung turun buat kopi supaya bisa terbuka lebar matanya.


"Eh Aden, mau buat minum ya Den" kata Sumi.


"Iya Bi" kata Fariel.


"Mau Bibi buatkan Den" kata Sumi.


"Gak usah Bi, Bibi masak aja bantuin yang lain, biar aku buat minum sendiri aja, Bibi lanjutkan apa yang Bibi kerjakan" kata Fariel.


"Baik Den, airnya dah Bibi isikan kedalam termos Den, tinggal tuang aja" kata Sumi.


"Iya Bi, makasih" kata Fariel.


"Apa Bibi dah buat minum, kalau belum biar sekalian aku buatkan."


"Udah Een, tadi sama yang lain juga" kata Sumi.


"Oh ya udah kalau gitu" kata Fariel.


Langsung buat kopi spesial yang tanpa gula, setelah itu berejala kebelakang sambil membawa secangkir kopi dan roti buat teman minum.


Sampai di belakang langsung kududukkan dikorsi menyeruput kopi lalu membuka HP berselancar melihat beberapa stori unggahan di Whatsapp.



Dengan kata.


Sendiri dikamar ini sepi tanpa kau disini, aku rindu kamu "CAMIKU" tunggu aku ya, akan kubawa rindu ini bersamaku berjumpa denganmu dengan senyum bahagia "love u."


Lalu ku coba menelponnya, panggilan kedua baru diangkatnya.


"Hallo camiku Assalamu'alaikum" kata Tia.


"Waalaikumsalam" kata Fariel.


"Baru bangun ya."


"Hehehehe, tadi si udah tapi tiduran lagi, masih ngantuk" kata Tia.


"Dah Shalat belum" kata Fariel.


"Lagi libur mi" kata Tia.


"Ooh, canis pulang ya" kata Fariel.


"Eggak kok, masih di kos, kenapa, apa mau ikut canis pulang" kata Tia.


"Voleh, asal dapat izin aja" kata Fariel.


"Tapi kok itu status canis kaya gak di kos."


"Ihh itu, itu foto kemaren tu pas pulang, hanya sehari dirumah terus balik lagi, gak betah kalau dirumah gak bisa ketemu cami, kalau di kos kan bisa keluar ketemu cami" kata Tia.


"Beneran ya mi, kalau dapat izin cami ikut canis biar kenalin sama ortu canis nanti."


"Iya canis ku sayang" kata Fariel.


"Tapi kenapa statusnya kaya gitu, kan ada temannya disitu gak sendirian."


"Tetap beda mi, kalau ada cami kan rasanya gimana-gimana gitu, rasanya tetap sepi walau ada mereka, cami lagi apa" kata Tia.


"Kaya lagu dong" kata Fariel.


"didalam keramaian aku masih merasa sepi, sendiri ku memikirkan kamu, kau genggam hatiku, dan kau tuliskan namamu, kau tuliskan namamu" dengan bernyayi.


"Ini lagi duduk sambil minum kopi ada roti juga, sambil nelpon bidadari yang jatuh dari langit atau dari surga gitu kayaknya."


"Ahhhh cami, canis jadi malu" kata Tia.


"Bukan hanya digenggam hatiku, tapi udah semuanya, pikiranku juga selalu terbayang wajah cami melulu."


"Terbayang bayang selalu wajahmu di mataku, senyum manismu selalu merasuk di hatiku, terkenang kenang selalu dirimu di jiwaku, hanya dirimu kasih yang selalu ku kurindu, rasa cinta yang membara, menggelora di dalam jiwa, rasa rindu kekasihku, sayangku padamu tak kan layu, terbayang bayang selalu wajahmu di mataku, senyum manismu selalu merasuk di hatiku" kata Fariel, yang bernyayi.


"Iiiih cami, kangen" kata Tia.

__ADS_1


"Oke" kata Fariel.


"Semua kata rindumu semakin membuatku tak berdaya, menahan rasa ingin jumpa, percayalah padaku aku pun rindu kamu, ku akan pulang, melepas semua kerinduan yang terpendam., jangan katakan cinta menambah beban rasa, sudah simpan saja sedihmu itu, ku akan datang."


"Bukan kangen yang itu cami" kata Tia.


"Oke yang lain ya" kata Fariel.


"Kangen hati ini kepadamu, setiap khayal selalu menghadirkan dirimu, sekian lama berjarak, hasrat semakin ingin dekat, mencoba memelihara harapan yang terpendam, a-a-aku kangen kamu, a-a-aku rindu kamu."


Kok malah nyanyi sih mi, ini beneran kangen loh mi, malah kaya kuis aja" kata Tia.


"Oh bukan rekues tadi ya, kirain minta dinyanyiin lagu kangen" kata Fariel.


"Ih cami mah gak pekaan, ini kangennya dari hati yang merindu" kata Tia.


"Awas aja kalau nyanyi lagu merindu, entar canis langsung kuajak ke KUA dan ku cium."


"slSayang tahukah kamu, di sini ku selalu rindu, sayang tahukah kamu, di sini ku setia menunggu, setiap malam tiba, sepi yang ku rasa, saat pejamkan mata, bayangmu yang selalu ada, jangan ada sedikit dalam fikirmu, ku kan tinggalkanmu, sungguh besar rasa cintaku padamu, ku kan menjagamu" kata Fariel, dengan lagunya.


"Ayuk berangkat."


"Kok nyanyi lagi sih" kata Tia.


"Ayok berangkat" kata Fariel.


"Berangkat kemana mi, masih pagi ini" kata Tia.


"Kan tadi bilangnya mau dibawa ke KUA kalau cami nyanyi lagi" kata Fariel.


"Ihh cami mah gitu, kan nanti ke KUA nya, bukan sekarang" kata Tia.


"Yahhhh, kenapa gak sekarang aja" kata Fariel.


"Sabar dong mi, tunggu aku lulus ya camiku sayang" kata Tia.


"Iya iya canisku sayang, kapan kamu siap kabari cami ya, biar cami langsung datang kerumah canis bersama orang tua cami" kata Fariel.


"Iya camiku sayang, dah ah canis mau mandi" kata Tia.


"Pantesan dari tadi bau amis" kata Fariel.


"Maksudnya i mis u" kata Fariel.


"Ihhh cami mah pagi-pagi dah gombal, bikin aku makin kangen aja ketemu cami" kata Tia.


"Gombalnya nanti lagi ya canis mau mandi, kalau cami gombal mulu canis gak mandi-mandi nih."


"Gak usah mandi, tetap cantik kok walaupun gak mandi" kata Fariel.


"Ihh cami kan lagi" kata Tia.


"Gak usah mandi, baunya kan tetap wangi walaupun gak mandi, kan keringatnya canis mengeluarkan bau harum kaya bidadari yang kalau mandi sebulan sekali kalau ada pelangi" kata Fariel.


"Ahhh cami, canis jadi gak mau mandi kalau cami kaya gitu" kata Tia.


"Ya udah gak usah mandi, cukup disiram aja" kata Fariel.


"Kok disiram" kata Tia.


"Kan bunga butuh disiram buat makin mekar, tapi disiram nya pake cinta cami ini" kata Fariel.


"Ahhh cami mah jadi mauuuu" kata Tia.


"Mau apa, mau cami siram apa cami guyur" kata Fariel.


"Mana aja boleh, yang penting pake cinta" kata Tia.


"Gak perlu diucapkan juga udah ada cinta dihati cami yang khusus buat canis seorang" kata Fariel.


"Ahhhh cami" kata Tia.


"Kenapa canisku" kata Fariel.


"Kata-kata cami bikin aku luluh, es aja bisa langsung luntur kalau dengar kata-kata cami, apa lagi canis, ini dah meleleh total, cami harus tanggung jawab" kata Tia.

__ADS_1


"Tanggung jawab apaan, kan cami belum ngapa-ngapain canis" kata Fariel.


"Kata-kata cami itu yang bikin canis jadi gak bisa jauh dari cami, ingin selalu disisi cami" kata Tia.


"Ooh itu" kata Fariel.


"Cami belajar dari mana sih buat kata-kata kaya gitu" kata Tia.


"Belajar dari canis" kata Fariel.


"Kok canis sih" kata Tia.


"Iya, karena canis yang buat aku jadi jatuh dan cinta" kata Fariel.


"Kan karena cinta membuat cami jadi seperti ini, gak tau mau ngomong apaan, tiba-tiba keluar kata rindu dan sayang kamu."


"Ah cami" kata Tia.


"Dari tadi ah ih ah ih mulu" kata Fariel.


"Abis cami membuat hati canis meleleh, canis jadi makin takut kehilangan cami kalau kaya gini" kata Tia.


"Cami gak kemana-mana kok, kan cami selalu ada buat canis, dan dihati juga ada" kata Fariel.


"Bila kau rindukan aku canis, coba kau pandangi langit hari ini, bila itu tak cukup mengganti, cobalah kau hirup udara pagi aku di situ" dengan lagu yang sedikit dirubah kata-kata nya.


"Ih cami, aku gak kuat" kata Tia.


"Gak kuat kenapa" kata Fariel.


"Nahan rasa kangen ini, bila gak bersama cami" kata Tia.


"Gak jadi mandi nih kayaknya" kata Fariel.


"Cami sih buat canis gak mandi, malah dimandiin dengan kata-kata" kata Tia.


"Dimandiin dengan kata-kata dan sarapan dengan gomabalan, kenyang dengan rasa kangen" kata Fariel.


"He'em" kata Tia.


"Ya dah canis mandi ya mi, jangan gombal lagi, nanti canis gak bisa nahan nya" kata Tia.


"Jangan ditahan, kalau ditahan canis gak bakal kuat, cukup cami aja" kata Fariel.


"Ya udah mandi terus, awas cami intip dari atap."


"Silahkan kalau bisa" kata Tia.


"Bisa dong, kan cami kemaren pasang CCTV dikamar mandi canis, pas dikosan canis" kata Fariel.


"Serius mi" kata Tia.


"Serius lah" kata Fariel.


"Berarti cami dah lihat semuanya dong, dan gak cuman lihat punya canis aja tapi semuanya yang pake kamar mandi" kata Tia.


"Gak, hanya canis aja, kan kalau canis yang masuk langsung hidup, karena pake sidik jari canis" kata Fariel.


"Becanda canis, cami kan bukan orang begitu an."


"Iya camiku sayang, canis juga becanda, tapi kalau mau ngintip silahkan tapi ngintip canis aja dari situ, jangan yang lain" kata Tia.


"Mana bisa" kata Fariel.


"Gak mau ngintip juga, ntar mata cami bintitan kalau ngintipin orang mandi."


"Hahahaha, nah tu tau, jadi canis mau mandi, cami apa mau ikut" kata Tia.


"Asal dimandiin terus disabunin sama canis, cami. mah mau, walau dah mandi tadi" kata Fariel.


"nlNanti ya, kalau dah sah bakal canis mandiin dikolam bareng sama ikan" kata Tia.


"Idih, masa dimandiin sama ikan" kata Fariel.


"Ya udah ya, Assalamu'alaikum camiku sayang emmmuuuach" kata Tia.

__ADS_1


"Biar gak gombal mulu."


"Iya, Waalaikumsalam" kata Fariel, panggilan langsung diputuskan.


__ADS_2