Dua Istri Tercinta

Dua Istri Tercinta
Sambutan pagi


__ADS_3

Setelah berolahraga aku langsung menuju kamar untuk mandi menghilang kan bau badan dan kringat, setelah itu baru turun buat sarapan bersama.


"Pagi semua, Assalamu'alaikum" kata Fariel.


"Pagi juga, Waalaikumsalam" jawab berempat.


"Wieeeehhh dah wangi aja pagi-pagi" kata Ervi.


"Harus dong, kan mau ketemu mantan" kata Fida.


"Iya kan Da."


"Iya dong, masa ketemu mantan gak wangi" kata Fariel.


"Nyai boleh ikut gak" kata Fida.


"Boleh, tapi berangkat sama yang lain ya, Uda berangkat sendiri, alnya mau ke tempat lain dulu" kata Fariel.


"Emang mas mau kemana dulu" kata Ervi.


"Mas mau ngantar barang dulu ketempat kerjaan mas" kata Fariel.


"Tapi pake mobil kan" kata Fida.


"Iya, kak bawa barang" kata Fariel.


"Masa naik becak."


"Hahahaha, mas lucu, dah bisa ngelawak sekarang kayaknya, dah gak galau kayaknya" kata Ervi.


"Berarti bisa ikut dong, gak papa nunggu Uda ngantar barang, yang penting bisa bareng" kata Fida.


"Kakak sama adek ikut Papi aja ya, biarkan nak Fariel ke lokasi kerja dulu" kata Papi.


"Yahhhhh Papi mah gak seru, masa sama Papi sih" kata Fida.


"Iya, masa sama Papi, kan ada mas, gak papa kalau mampir-mampir kemana-mana, daripada sama Papi dan Mami gak seru" kata Ervi.


"Kalian gak boleh gitu sama Papi, kalain harus nurut Papi ya" kata Mami.

__ADS_1


"Iya Mi" kata Ervi.


"Mami ikut Papi juga" kata Fida.


"Sapa bilang, rang Mami mau bareng anak Mami yang ganteng ini weeee" kata Mami.


"Mami mah gak asik, masa Mami yang ikut mas sih" kata Ervi.


"Iya, masa Mami yang ikut Uda, kita gak boleh ikutan" kata Fida.


"Karena Mami ada perlu sama anak ganteng Mami ini, Mami mau motong rambut tuh anak biar gak gondrong kaya gitu" kata Mami.


"Hehehehe" kata Fariel.


"Kenapa gak biarin aja Mi suruh gondrong kaya gitu Mi, keren tau Mi kaya rojer danuarta, di film favorit ku dulu Mi, yang ada di dinding kamar Mi" kata Ervi.


"Iya mi, keren tuh mi kaya gitu, cakep pokoknya" kata Fida.


"Selagi masih muda Mi, biarin aja napa biar gondrong."


"Sapa tau bisa jadi pemain sinetron Mi, kan keren."


"Mami lihatnya risih tau."


"Anak muda gak harus rambutnya itu berwarna dan gondrong, cukup yang simple aja, pendek juga keren kok."


"Iya, Papi juga setuju sama Mami, potong aja Mi biar pendek" kata Papi.


"Iya nanti potong Pi" kata Fariel.


"Mudah-mudahan tempat pangkas rambut tutup semua."


"Aamiinnnnnnn" Ervi dan Fida dengan lumayan keras secara bersamaan, lalu.


"Hahahahahaha."


"Dah sekarang makan dulu, ini dah mau siang" kata Mami.


"Siap komandan" kata Ervi, dengan tangan d kening.

__ADS_1


"Iya Mi ayo kita makan" kata Fida.


"Ambil makanan masing-masing, ambil sendiri jangan saling meminta diambilkan, oke" kata Mami.


"Kalau aku mah harus diambilkan Mi, masa tega sama perut yang dah buncit gini" kata Fida.


"Iya sini biar Uda ambilkan" kata Fariel.


"Adek ambil sendiri ya."


"Iya masss" kata Ervi.


"Cakep" kata Fariel, sambil memberantaki rambutnya.


"Iih mas" kata Ervi.


"Ini tu dah sisiran tadi, malah diberantakin. "



"Hahaha, lucu kamu dek kalo lagi cemberut gitu" kata Fariel.


"Manis, bikin mas apa yaaa" bisikku.


"Ihh dasar" kata Ervi, sambil memukul pada bahuku.


"Iih, kencang benar ninjunya, mentang-mentang petinju, mas di tinjunya kaya di timpuk pake batu" kata Fariel.


"Bukannya mas disambut pake sayang malah di tonjok" bisikku lagi.


"Iya mamas, maaf yaa" kata Ervi.


"Sakit ya, mana yang sakit sini biar adek tiupin, apa mau adek belikan permen."


"Emang anak kecil apa pake permen" kata Fariel.


"Hahahahahah" kata Fida.


"Hustttt diem, kita mau makan" kata Papi.

__ADS_1


Lalu aku langsung mengambil makanan dipiring sendiri juga Fida lalu langsung kami makan atau sarapan pagi bersama.


__ADS_2