Dua Istri Tercinta

Dua Istri Tercinta
Makan Siang Bersama


__ADS_3

Saat sedang bersantai dibalkon menikmati udara segar dan angin sepoi-sepoi dibalkon kamar setelah Shalat Dzuhur, ada suara yang memanggilku dengan mengetukkan pintu.


"Tok tok tok tok tok, nak, nak, nak Fariel" kata Mami, karena gak ada jawaban Mami pun membuka pintu dan masuk, sedangkan aku sudah jawab dari balkon jadi mungkin gak dengar deh si Mami.


"Iya sebentar" kata Fariel, yang sambil berjalan masuk kamar.


"Kirain Mami tidur" kata Mami.


"Habis dari balkon Mi" kata Fariel.


"Udah Shalatkan, yuk makan siang dulu" kata Mami.


"Udah tadi Mi, bentar Mi ganti baju dulu" kata Fariel.


"Ya udah, Mami tunggu dibawah ya" kata Mami.


"Iya Mi" kata Fariel.


Dan Mami langsung keluar dari kamar, aku pun bergegas ganti baju dan memakai celana panjang, dan langsung turun kebawah untuk makan. Gak enak kalau mereka menunggu terlalu lama, masa tuan rumah suruh menunggu.


"Sini duduk disebelah Mami" kata Mami.


"Iya Mi" jawab ku yang baru sampai dan langsung duduk di sebelah Mami, dan Papi disebelah kanan Mami.


"Mami ambilin ya" kata Mami.


"Iiiiya Mi" kata Fariel, karena bingung mau jawab apa.

__ADS_1


"Udah tenang aja, gak usah malu sama Mami dan Papi" kata Mami.


Lalu mengambil piring didepanku dan mengambil nasi beserta lauk pauknya yang begitu banyak.


"Nanti kalau kurang Mami ambilin lagi" kata Mami, sambil meletakan piring yang sudah terisi didepan ku.


"Ini dah cukup Mi" kata Fariel.


"Makan yang banyak, kata Pak Sal kamu kalau makan paling sedikit, jadi disini harus banyak makannya ya, anggap dirumah sendiri" kata Papi.


"Iya Pi, tapi kalau kebanyakan nanti jadi gak muat diperutku, yang penting cukup, memang aku gak biasa makan banyak-banyak dirumah pun Pi, Mi" kata Fariel.


"Jadi sekarang makannya yang agak banyakan sedikit disini ya Nak"kata Mami.


"Kalau bisa kamu abisin semua yang ada di meja makan ini" kata Papi.


"Nak pimpin doa nya ya" kata Mami, lanjutnya lagi.


Dan akupun langsung memimpin Doa.


Allahumma baarik lanaa fiimaa rozaqtanaa wa qinaa 'adzaa bannaar.


Dan kami pun makan dengan diam tanpa suara kecuali suara piring dengan sendok.


Akhirnya selesai dengan makannya yang paling ahir dan kututup dengan bacaan.


Alhamdulillahilladzi ath-amanaa wa saqoonaa wa ja'alanaa minal muslimiin.

__ADS_1


"Kalau mau makan buah ambil sendiri itu ya nak, mana yang nak Fariel suka" kata Mami, menunjuk pada buah-buahan yang ada dimeja, ada buah apel, jeruk dan anggur.


"Papi tinggal dulu ya, Papi sama Mami belom Shalat" kata Papi.


"Iya Pi" kata Fariel.


"Itu makan buah-buahan nya, kalau mau nonton disana atau mau tidur siang juga bolah, ini nanti Bibi aja yang beresin" kata Mami.


Dan mereka meninggalkan ruang makan untuk pergi Shalat.


Dan Bibi pun datang untuk membereskan makaan dan piring kotor, dan aku ingin membantunya tapi tak diperbolehkan.


"Jangan Den, biar Bibi aja, Aden duduk aja, ada Bibi berdua" kata Bibi.


"Udah gak papa, Bibi apa udah makan, kalau belum makan dulu aja Bi, ini biar aku yang beresin" kata Fariel, tanyaku pada keduanya sambil membawa piring kotor kebelakang.


"Udah tadi dibelakang bareng sama yang lain juga kok Den" kata Bibi.


"Oh ya Bi, aku kan belom tau namanya Bibi, biar lebih akrab aja sama orang yang disini juga" kata Fariel.


"Biasa Bibi dipanggil Ani" ucapnya.


"Kalau saya Diah" ucapnya juga.


"Bi Ani dan Bi Diah, oke berarti tinggal yang didepan yang belum tau nama-namaanya" dalam hati.


"kalau gitu saya permisi dulu ya Bi, mau kedepan sebentar" kata Fariel.

__ADS_1


"Iya Den" jawab keduanya.


__ADS_2