Dua Istri Tercinta

Dua Istri Tercinta
Perkenalan


__ADS_3

Ketika didepan rumah.


"itu mereka" ucapku dalam hati yang melihat mereka sedang asik ketawa bertiga sedang main catur dan yang satu seperti sedang ngerjain karena ada yang kerja sama. Langsung kusamperin mereka.


"Assalamu'alaikum" kata Fariel.


"Waalaikumsalam" jawab serentak mereka bertiga.


"Wah kayaknya asik banget nih main caturnya, boleh gabung gak nih" kata Fariel.


"Boleh Den silahkan" jawab salah satu dari mereka.


"Nama-nama kalian siapa nih, aku pengen tau nama Bapak-bapak yang kerja disini juga, kan gak lucu kalau gak tau namanya" kata Fariel.


"Nama saya Udin, saya yang sebagai supir" jawabnya.


"Saya Dani, sebagai keamanan disini" jawabnya.


"Saya Ari, sama sebagai keamanan juga" jawanya.


"Satpam kali" kata Udin, dengan nada sedikit lebih keras.


Mereka berdua hanya nyengir, dan aku malah ketawa melihat tingkah mereka yang bikin jadi asik.


"Udah gak usah dibahas lagi, lanjut lagi main caturnya, aku pengen lihat aja" kata Fariel.


"Iya Den, Aden mau dibuatkan kopi" kata Udin.


"Gak usah Pak, nanti saya buat sendiri aja kalau pengen minum kopi" kata Fariel.


Dibales dengan anggukan oleh Pak Udin dan yang lainnya.


"Itu pionnya dimajukan awas kemakan benteng" ucap Pak Udin pada Pak Ari.

__ADS_1


Dan Pak Ari langsung memajukka pionnya sesuai arahan Pak Udin.


Pak Dani dan Pak Udin langsung tersenyum karena berhasil mengerjai nya, dan langsung di lahap tuh kuda Pak Ari oleh Pak Dani.


"Sialan, awas gue bales" kata Ari.


Mereka malah ketawa keras. Aku hanya tersenyum biasa melihat mereka berhasil ngerjain Pak Ari dengan kerjasama.


"Awas itu kemakan lagi, majuin kudanya" tunjuk Pak Dani pada kuda yang tersisa satu.


Tanpa pikir panjang langsung digerakin tuh kuda langsung deh gajahnya kena lahap lagi.


"Wah sialan" kata Ari, sambil melempar kue bawang kearah Dani yang dari tadi jadi propokator.


Mereka makin ketawa beserta tos tangan berdua karena berhasil lagi. Aku hanya geleng-geleng kepala melihat mereka yang berhasil lagi ngerjain.


Dan setelah beberapa kali Pak Ari mencoba fokus, tapi kali ini mau dikerjain lagi, karena hampir imbang dan ada kesempatan untuk dikerjai.


"Kudanya aja majuin Pak" kata Fariel, ucapku pada Pak Ari.


Pak Ari pun langsung mengikuti petunjuk ku, dan memajukannya.


"Ayok makan tuh bentengku, lihat tuh Mentrinya atau Rajanya ya akan musnah" kata Ari, ucapnya dengan girang banget.


"Wah Aden hebat" ucapnya lanjut Pak Ari.


"Saya permisi mau masuk dulu ya, lanjutin mainnya" kata Fariel.


"Iya Den" jawab serentak bertiga.


Aku pun masuk kedalam rumah.


"Den tadi Bibi disuruh Bapak kalau Aden suruh menemuinya diruang kerjanya, yuk Den biar kutunjukkan ruangannya".

__ADS_1


"Iya Bi"kata Fariel, akupun langsung berjalan mengikutinya.


"Ini den ruangannya, Bibi permisi dulu" kata Bibi, setelah sampai didepan ruangan kerja Papi.


"Iya Bi, makasih" kata Fariel.


Dan aku pun langsung mengetuk pintu, tok to tok.


"Masuk aja Nak" jawabnya dari dalam.


Langsung kupegang gagang pintunya kuputer dan 'klek' langsung terbuka pintunya.


"Assalamu'alaikum" ucapku.


"Waalaikumsalam, sini duduk" kata Papi.


"Ada apa Pi, tadi kata Bibi saya disuruh menemui Papi katanya" kata Fariel.


"Iya, Papi cuman mau minta bantuan kamu aja" kata Papi.


"Ohhh, kalau saya bisa bantu, dengan senang hati pasti saya bantu Pi" kata Fariel.


"Apa Nak fariel bisa membantu ngerjakan ini, biasanya Papi dibantu Mami, tapi Mami mau keluar, makanya Papi butuh bantuan kamu" kata Papi, sambil meletakkan sebuah map.


"InsyaAllah bisa Pi walau sedikit, karena aku pernah belajar akutansi disekolah" kata Fariel.


"Ok, makasih dah mau bantuin Papi, ini cuman ngecek aja, sudah benar apa belum" kata Papi.


"iya Pi" kata Fariel.


"Nanti kalau ada yang gak ngerti tanyakan sama Papi" kata Papi.


Aku hanya menganggukkan kepalaku saja. Langsung kukerjakan.

__ADS_1


__ADS_2