Dua Istri Tercinta

Dua Istri Tercinta
Cemberut dan manja


__ADS_3

Didalam kamar aku memberi kabar lewat vc kalau malam ini gak bisa nemenin buat kengen-kangenan.


"Hallo canis, Assalamu'alaikum" kata Fariel.


"Waalaikumsalam cami ku tersayang" kata Tia


"Maaf nih cami malam ini gak bisa nemenin canis ngobrol kangen-kangenan, cami banyak banget kerjaan ya yang belum siap, kan besok canis minta jalan-jalan jadi cami harus lembur nya sekarang biar besok cami ada sedikit waktu buat canis, boleh kan cami lembur malam ini" kat Fariel.


Tia langsung pasang muka cemberut



"Padahal kan canis malam ini mau kangen-kangenan, karena cami gak pernah mau nemenin canis jalan-jalan malam mingguan, canis kan pengen kaya orang-orang yang keluar malam mingguan" kata Tia.


"Iya deh iya cami salah, tapi kan kita dah pernah keluar malam mingguan walau hanya didepan aja" kata Fariel.


"Jadi cami harus gimana, malam ini cami kesana tapi besok kita gak jumpa karena cami harus kerja, atau gimana, kalau malam ini paling bisa juga hanya sebentar kalau keluar, alnya cami lagi ditinggal sama yang lain."


"Ya udah kalau gitu besok aja, tapi cami harus janji besok jemput canis dirumah kos seperti biasa jam pagi" kata Tia.


"Loh kok pagi, kenapa gak siang aja" kata Fariel


"Gak mau, pokoknya dari pagi cami ku" kata Tia.


"Cami harus nemenin canis jalan-jalan sampai sore titik."


"Kalau cami gak datang gimana, kalau misalanya nih, besok cami harus kemana gitu karena disuruh Mami atupun Papi gimana" kata Fariel.


"Bilang aja kalau cami dah ada janji ketemuan sama calon mantu Papi dan Mami nanti, gampang kan" kata Tia.


"Iya deh iya, besok cami usahakan ya, tapi jangan ngambek dong malam ini, masa gara-gara cami gak bisa nemenin malam mingguan langsung cemberut gitu, senyum manisnya mana senyum manisnya" kata Fariel.


"Gak ada" kata Tia.


"Pokoknya kalau cami belum kemari canis bakalan cemberut terus titik."


"Loh kok gitu, nanti dikira gak bisa senyum loh" kata Fariel.


"Biarin" kata Tia.


"Ya udah besok pagi cami kerumah kos canis, emang minta kemana sih kok keluarnya harus dari pagi" kata Fariel.


"Jlan-jalan kemana aja, pokoknya canis tunggu jam sepuluh harus dah ada didepan pintu, gak boleh telat sedikitpun, sedetik pun gak boleh" kata Tia.


"Kalau nanti cami telat canis ngambek, cami harus dihukum."


"Iya iya canis ku sayang" kata Fariel.


"Udah ya, sekarang cami mau lembur dulu, canis peluk bantal aja, anggap aja itu cami yang lagi dipeluk, atau ditaro foto cami di muka bonekanya biar kalau boneka itu kaya cami sungguhan."


"Iya" kata Tia.


"Ih kok jawabnya gitu sih, yang ikhlas dong, cami nanti gak fokus kalau canis marah nih" kata Fariel.


"Ya udah sana lembur, Assalamu'alaikum cami" kata Tia.


"Kisnya jangan lupa."


"Iya canisku, emmmuuuaaaaccchhhhhhhhh"


"Waalaikumsalam "


Sambungan vc pun terputuskan, langsung berdiri untuk mengambil beberapa lembar kertas berisi catatan hasil keuangan minggu ini laku meraih laptop, dan keluar menuruni anak tangga dengan membawa laptop dan beberapa lembaran kertas laporan keuangan dan lain-lain.


Sampai dibawah aku langsung duduk di lantai lalu meletakkan laptop diatas bantal.


"Sini Uda biar nyai bantuin" kata Fida.

__ADS_1


"Gak usah, nyai nonton aja, ini kan kerjaan Uda, jadi Uda lah yang harus mengerjakannya, nyai nikmati aja nontonnya ya" kata Fariel.


"Gak ah, lagi gak mood nonton, maunya bantuin Uda aja, sapa tau nanti kalau bantuin nyai dikasih hadiah dan di ajak jalan-jalan lagi" kata Fida.


"Gak bantuin pun akan Uda ajak jalan-jalan sama Uda kasih hadiah, emang mau hadiah apaan" kata Fariel.


"Hadiahnya nanti aja, sekarang nyai belom mau ngasih tau hadiahnya minta apa" kata Fida.


"Duh bikin Uda penasaran aja nih" kat Fariel.


"Iya dong, Uda harus tepatin janji nyai nanti ya" kata Fida.


"Iya, nanti Uda bakal tepatin janjinya, emang minta apaan sih, bocoran aja dikit" kata Fariel.


"Gak bisa Uda, ini spesial" kata Fida.


"Ya udah sekarang Uda mau ngerjain ini dulu, nyai nonton aja lagi ya" kata Fariel.


"Nyai juga mau bantu, mana sini satu, biar nyai bantuin biar cepet selesai" kata Fida.


"Ya udah nih, taukan caranya" kata Fariel.


"Tau dong, kan nyai pernah bantuin Papi juga, ini mah bagi nyai kecil kalau cuman ini doang" kata Fida.


"Ya udah kalau gitu yang ini yang ada di email" kata Fariel, menunjuk pada email.


"Gak deh itu kayaknya nyai gak bisa, itukan kerjaan yang dah pengalaman" kata Fida.


"Ini itu hampir sama kaya gitu, hanya memang kalau ini harus ke lokasinya langsung, nah yang kelokasi kan Papi, aku mah hanya bantuin Papi aja" kata Fariel.


"Oooh, jadi ini tu dihitung semua jumlah ini nya berapa, terus dikalikan ini ditambah yang lain juga" kata Fida.


"Iya, hanya ini gak bisa cuman kita hitung doang, kita harus lihat dulu, kan perusahaan Papi gak hanya dibidang kopi saja, tapi juga buat gedung atau hotel gitu lah kira-kira sama buat gambar juga" kata Fariel.


"Berarti kalau buat rumah misalanya gitu Uda, berarti harus punya gambar yang lengkap kaya gitu ya, ukurannya juga, itu harus pas gitu, gak boleh salah sedikit pun gitu" kata Fida.


"Kalau salah sedikit ya potong bayarannya, kalau gak sesuai sama gambar ya bongkar, kira-kira gitulah."


"Ooh, pantesan yang arsitek bisa cepet kaya, rupanya gambar nya aja sampai ratusan juta" kata Fida.


"Gak semuanya juga, tergantung gambar nya ada yang mau pake apa enggak" kata Fariel.


"Dan gambar satu juga bisa dipakai buat beberapa rumah, jadi gak cuman satu orang yang beli gambar bangunan nya aja, bisa puluhan atau ratusan, makanya kalau satu aja sepuluh juta tinggal kalikan aja, berapa orang yang mau pake gambarnya."


"Ooh jadi gitu ya Da" kata Fida.


"Iya, dah ya, Uda mau ngecek ini dulu, karena banyak laporan minggu ini barang masuk yang harus Papi bayar dan Papi cek, makanya harus aku hitung malam ini juga" kata Fariel.


"Ya udah kalau gitu Uda kerjain langsung yang itu, jadi sekarang nyai mau ngerjain yang ini aja" kat Fida.


"Oke, yuk kerjain, jangan salah ya, nanti Uda yang kena omel sama Papi karena salah ngitung" kata Fariel.


"Oke Uda sayang" kata Fida.


Kami pun langsung mengerjakan masing-masing, lembar demi lembar akhirnya selesai juga, hanya tinggal yang ada di email saja yang belum, hanya sedikit lagi.


"Loh kok malah tiduran kaya gini sih nyai" kata Fariel, yang meletakkan kepalanya dipangkuanku.


"Nyai pengen aja, uda kerjain aja itu, nyai hanya mau rebahan doang" kata Fida.


"Iya tapi taro bantal dulu ya" kata Fariel.


"Gak mau, nyai maunya begini aja" kata Fida.


Akupun hanya bisa pasrah saja, sedangkan Fida malah asik dengan jarinya yang seperti sedang melukis di baju yang aku kenakan.


Hingga aku selesai mengerjakan semuanya, dan waktu juga sudah hampir jam duabelas malam dan Fida malah tidur dipangkuan ku dengan melingkarkan tangannya dipinggangku.

__ADS_1


"Nyai, nyai, bangun yuk pindah kekamar nyai, Uda dah selesai ini" kata Fariel.


"Eeeeiiieeeeaaaassssssss" kata Fida, yang gak jelas mengucapakan apa.


"Pindah yuk" kat Fariel.


"Gak mau" kat Fida, dengan mata yang masih terpejam.


"Disini dingin loh" kat Fariel.


"Gak mau" kata Fida.


"Uda gendong ke kakamar nyai ya" kata Fariel.


"Gak mau" kata Fida.


"Nyai ku sayang"kata Fariel.


"Gak mau" kata Fida, yang makin menguatkan pelukannya.


"Gak boleh gitu, dosa loh kita ini" kata Fariel.


"gak mau" kat Fida.


"Kitta bukan saudara kandung atau ikatan suami istri, jadi ini gak boleh kaya gini" kat Fariel.


"Gak mau" kat Fida.


"Kok dari tadi gak mau mulu" kat Fariel.


"Gak mau" kata Fida.


"Nyai lagi ngigau ya" kat Fariel.


"Malah gak ada jawaban, gimana mau berdiri kalau dipegang kaya gini, masa iya harus tidur dengan posisi kaya gini, mana dingin lagi, ini juga gak ada selimut buat nyai, duh gimana ini" kata Fariel. ucapku dalam hati


Tiba-tiba Biibi nongo.l


"Ehh kirain Bibi gak ada orang nya atau ketiduran TV nya masih nyala kaya gitu mulu dari tadi Bibi perhatikan" kata Sumi.


"Pas banget Bibi datang, tolong dong Bi, ambilkan selimut dua ya, dikamar ambil aja, kasian kakak nanti kedinginan" kata Fariel.


"Baik Den, rupanya itu non Fida dah tidur ya Den" kata Sumi.


"Iya Bi, sampe aku bingung nih mau berdiri aja gak bisa buat ngangkat bawa kekamar nya, yang ada malah makin kencang aja nih tangannya, jadi tolongin aku ya Bi, ambilin selimut ya, dia gak mau pindah mau tidur disini kaya gini" kata Faariel.


"Baik Den, Bibi ambilkan selimut nya" kat Sumi.


"Makasih ya Bi" kat Fariel.


"Iya dlDen" kata Sumi, yang sudah berjalan mengambil selimut.


"Nih Den selimutnya" kata Sumi.


"Tolong Bibi selimutin kak Fida ya, dan ini nanti tolong taro di meja, sama bantalnya satu" kata Fariel.


"Baik Den" kata Sumi, yang langsung menyelimuti Fida lalu memindahkan berkasku dan juga laptop ke meja, lalu memberikan bantal padaku.


"Vi, matikan lampunya ya, hidupin yang itu aja biar gak silau dan terlalu terang" kata Fariel.


"Baik Den kalau gitu Bibi sambil matikan lampu sekalian mau lanjut istirahat lagi" kat Sumi.


"Iya Bi, makasih ya semuanya, tvnya matikan aja Bi" (fariel)


"Iya Den sama-sama" kata Sumi.


Akupun kangsung menyenderkan kepalaku pada bantal di pinggir meja, lalu mengucap do'a dan tidur.

__ADS_1


__ADS_2