Dua Istri Tercinta

Dua Istri Tercinta
Cantik itu dimulai dari senyum


__ADS_3

Karena malam ini malam minggu, seperti biasa vc an selayaknya anak muda yang sedang kasmaran.


HP ku berdering tanda panggilan vidio masuk, siapa lagi kalau bukan dari Bidadariku Canis alias alon istri.


"Hallo Assalamu'alaikum Canisku" kata Fariel.


"Waalaikumsalam salam Camiku tersayang" kata Tia.


"Lagi ngapain nih" kata Fariel.


"Biasa cuman duduk-duduk aja" kata Tia.


"Kenapa gak keluar malam ini" kata Fariel.


"Gak ah, gak ada Cami gak seru" kata Tia.


"Ah masa" kata Fariel.


"Kalau masak mah didapur. Beneran dong Camiku sayang, canis kesepian kalau keluar tanpa adanya Cami disampingku. Berasa ada yang kurang tapi gak tau itu apa" kata Tia.


"Ahhh sosweet banget sih, aku jadi berasa benar-benar beruntung bisa diharapin untuk selalu ada, kemanapun kamu melangkah. Ya udah kapan" kata Fariel, sambil mengedipkan sebelah matanya.


"Iih, jangan dulu dong, sabar yaaaa. Ngebet banget sih" kata Tia.


"Apanya yank yang ngebet. Kan Cami cuman bilang kapan jalannya. Hayo mikir apaan hayoooooo ngaku" kata Fariel, sambil tertawa kecil.



"Hayooooo mikir apaan jujur" kata Fariel.


Sedangkan Tia hanya.



"Duh senyumnya meluluhkan duniaku, jadi gak sabar" kata Fariel.


"Ih, cami ni, senang banget mancing-mancing aja deh" kata Tia.


"Lahhh emang Cami mancing apaan, mancing ikan" kata Fariel.


"Gak ada" kata Tia.


"Hayooo pasti mikirnya lain lagi, hayooo" kata Fariel.


"Ih tambah nyebelin aja" kata Tia. dengan memajukan bi*** bawahnya yang bentar lagi bisa jatuh.


"Awas tu jatuh cabenya" kata Fariel.


"Hah cabe, mana" kata Tia.


"Tuhh" kata Fariel, sambil menunjukku pada bi*** ku sendiri.


"Ih nyebelin" kata Tia.


"Nyebelin apa ngangenin nih" kata Fariel, godaku.


"Dua-duanya, nyebelin iya ngangenin pun iya" kata Tia.


"Oke deh Cami Terima, tapi senyum dulu dong, katanya kangen, masa Cami dicemberutin mulu. Kaya lagi apa ya" kata Fariel.


"Emang kaya apa" kata Tia.

__ADS_1


"Adadeh" kata Fariel, sambil tersenyum.


"Kayak apaan coba. Jangan bilang kaya bebek ya" kata Tia.


"Bukan Cami loh yang bilang" kata Fariel, sambil tersenyum.


"Tuhkan, Cami nyebelin" kata Tia.


"Makanya senyum dong, masa dicemberutin mulu" kata Fariel.


Tia langsung memaksakan senyumnya.


"Kok senyumnya pait sih gak manis" kata Fariel.


"Taro gula biar manis" kata Tia.


"Gak ah, senyummu aja dah manis, tapi yang iklas senyumnya. Karena CANTIK ITU DIMULAI DARI SENYUM" kata Fariel.


"Kata siapa" kata Tiam


"Kata ku lah barusan" kata Fariel.


"Iya iya, nih senyum buat Cami seorang" kata Tia, sambil melihatkan senyum manisnya.


"Duhhhh manisnyaaa" kata Fariel.


"Gombal aja terus" kata Tia.


Dan aku hanya senyum dengan menunjukkan sederetan giginya.


"Cami kapan berangkat lagi" kata Tia.


"Besok sore berangkatnya, kenapa, dah gak tahan" kata Fariel.


"Kok nyebelin, kan kangennya yang udah ga bisa ditahan maksudnya" kata Fariel.


"Iya, kangen tau, puass" kata Tia.


"Belom puas kalau belom, hmmm apa yaa" kata Fariel.


"Tuh kan nyebelin lagi" kata Tia.


"Besok Cami pagi sampai siang harus kekebun dulu, alnya belum selesai kerjaanya dikebun Canisku, sayang ku, Bidadari ku, cinta ku, manisku, manjaku dan hmmmmm" kata Fariel.


"Hmmm apaan, yang jelas dong, jangan bikin penasaran" kata Tia.


"Apa aja, nanti kalau udah waktunya ku kasih taunya" kata Fariel.


"Iihh sekarang pokoknya" kata Tia.


"Apanya tuh yang sekarang, dah ga sabar ya" kata Fariel.


"Ih nyebelin lagi kan" kata Tia.


"Iya calon ibu dari anak-anakku, makmum ku" kata Fariel.


"Cami dah ngantuk ya, nguap-nguap mulu, kaya gorila nguapnya" kata Tia.


"Ya nih, maaf ya gak bisa nemenin malam minggu sampai tengah malam" kata Fariel.


"Iya gak papa. Ya udah Cami tidur aja, gak usah dimatikan VC nya, canis mau lihat beruang tidur seperti apa sih" kata Tia.

__ADS_1


"Ih jahatnya dibilang beruang, tapi gak papalah, asal beruang nya selalu sama kamu terus" kata Fariel.


"Ya udah bobo biar Canis nyanyiin dari sini" kata Tia.


"Oke sip Canisku tersayang" kata Fariel.


Tia langsung nyanyikan lagu nina Bobo.


Cami bobo.


Oh Cami bobo.


Kalau tidak bobo.


Disuduk kerbau.


Diulang-ulang terus hingga aku benar-benar tertidur.


Malam pun berganti pagi, aku bangun seperti biasa ketika terdengar suara Adzan Subuh. Aku bangun untuk melaksanakan kewajiban ku, dan terus membantu memasak pagi. Setelah selesai langsung makan bersama, dan terus berganti pakaian untuk kekebun.


Ya seperti inilah keseharian orangtuaku, merawat kopi-kopi dikebun, tak pernah kenal lelah pantang menyerah.


Ini juga kewajiban ku sebagai anak yang selalu membantu orang tua untuk membasmi atau menebas rumput-rumput liar dan memotong ranting-ranting yang kering dan tunas baru.


Inilah kebun yang selalu kurawat dari hasil kerja kerasku selama ini.



Memang tak cukup lebar tapi cukup untuk hidup ku kelak nanti bersama keluarga kecilku, karena aku terlahir dari seorang tani dan dibesarkan dari hasil bertani.


Tiga hari sudah aku membersihkan kan kebunku dan hari ini pula aku harus menepati janjiku untuk kembali bekerja.


"Pak, Ma, aku mau berangkat sore ini juga, karena sudah selesai dikebun" kata Fariel.


"Kenapa gak besok aja, sekarang istirahat. Emang gak capek setiap hari berangkat pagi pulang sore terus dari kebun" kata Mama.


"Gak kok Ma. Karena aku izinnya hanya sampai hari ini aja, takut nanti malah kena marah karena gak menepati janji. Jadi sore ini aku berangkat ya" kata Fariel.


"Ya sudah, kalau gak capek" kata Bapak.


"Kalau gitu aku siap-siap dulu ya Ma, sekalian mau nyuci motor dulu" kata Fariel.


"Iya, sana" kata Mama.


Dan aku langsung nyuci motor disamping rumah.



Setelah bersih langsung aku masuk untuk siap-siap, lalu ku gendong tas ku menuju orang tuaku.


"Pak, Ma, aku berangkat ya" kata Fariel.


"Iya, hati-hati dijalan ya" kata Bapak.


"Iya" kata Fariel, sambil mencium kedua tangan orangtua ku.


"Jaga kesehatan disana, jangan banyak begadang kalau kerja" kata Mama.


"Assalamu'alaikum" kata Fariel.


"Waalaikumsalam" jawab bersamaan.

__ADS_1


Dan aku langsung berangkat.


__ADS_2