
Dan setelah beberapa menit atau mungkin sejam lebih akhirnya tertidur. Dan ketika dia tidur Mami coba bangun untuk keluar kamar menemui Suaminya di kamar mereka.
"Apa sudah tidur" kata Papi, yang gak bisa tidur karena memikirkan anaknya.
"Sudah, baru saja, Papi belum tidur" kata Mami, sambil mendudukkan bo****nya.
"Papi gak bisa tidur, karena memikirkan anak kita" kata Papi, lalu bangun untuk ikut duduk diatas kasur.
"Apa Papi tau dengan foto mereka yang ada HP anak kita, karena bagiku gak terlalu asing muka pemuda itu" kata Mami.
"Iya Papi tau, dia yang kerja dipesantren yang sedang dibuat beberapa bulan yang lalu" kata Papi.
"Berarti sering bantu Mami sama teman Mami berarti dia" kata Mami.
"Iya Mami bener, dia juga yang sering bantu anak kita, bahkan sampai bertuker nomer hp, yang sebenarnya anak kita duluan lah yang memintanya duluan, bahkan mungkin menaruh rasa padanya" kata Papi, yang mencoba menjelaskan.
"Tapi Mami tenang saja, Papi sudah memperhentikan dia bekerja disana".
"Loh kenapa, jangan bawa dia yang gak tau apa-apa jadi kehilangan kerjaanya karena kita Pi" kata Mami.
"Mulai besok dia akan bekerja dirumah kita untuk merenovasi, dan mungkin akan tidur diruang tamu, jadi tenang aja Mami" kata Papi.
"Papi gak akan melakukan hal yang aneh kan nantinya" kata Mami.
__ADS_1
"Gak akan, selama pekerjaanya gak membuat masalah dan bagus" kata Papi.
"Yaudah yuk siap-siap Shalat Subuh, dah Adzan tuh" kata Mami.
"Yuk" kata Papi.
Mereka pun masuk bergantian ke kamar mandi untuk Wudhu, dan langsung Berjamaah
setelah selesai Jamaah Mami dan Papi langsung menuju dapur untuk masak, sedangkan Papi ingin membuat kopi.
Bibi pun yang baru keluar dari kamarnya berjalan kedapur untuk melakukan tugas masaknya.
"Bi, ada yang mau kutanyakan, Bibi duduk dulu aku mau buat minum" kata Mami.
"Biar saya aja Bu" kata Bibi.
Bibipun langsung duduk dihadapan Papi yang sedang menunggu dibuatnya minum.
"Nih minumnya" kata Mami, yang meletakkan tiga cangkir berisi kopi lalu duduk disebelah Papi yang berhadapan dengan Bibi.
"Bi, saya mau tanya Bibi jawab yang jujur ya" kata Mami.
"Apa Bibi tau tentang yang membuat anakku menangis, dan sejak kapan seperti itu".
__ADS_1
Dengan menarik nafas yang dalam.
"Saya kurang tau Bu Pak yang buat Nak Ervi menangis, tapi Bibi beberapa kali mendengar kalau nak ervi sering memanggil nama seseorang dalam tidurnya sejak kejadian malam itu. Beberapa hari yang lalu dia menangis dan sambil memukul-mukul dadanya, karena Bibi sering menemani Nak Ervi untuk tidur, dan hampir setiap malam dia menatap beberapa foto seorang pemuda di hpnya, tapi Bibi gak pernah tau dan mencoba menanyakan nya, siapa dia yang membuat Nak Ervi jadi seperti ini yang sering melamun dengan menatap layar hpnya" kata Bibi.
Papi dan Mami yang mendengar ucapan dari Bibi mengeluarkan air matanya.
"Seberapa lama kemaren dia menangis Bi" kata Mami.
"Kurang tau Bu Pak, karena setelah makan malam dia keruang tamu untuk nonton sambil memainkan hpnya, dan ketika Bibi dari belakang untuk masuk kekamar Bibi lihat kalau nak ervi sudah bengong dan meneteskan air matanya sambil menatap layar hpnya, dan setelah itu Ibu dan Bapak datang" kata Bibi, jelasnya yang juga ikut membuatnya sedih.
Papi dan Mami yang mendengarnya makin bersedih dan meneteskan air matanya.
"Mami mau kekamar Anak Mami, mau melihatnya sebentar sebelum kita pulang, tapi Mami akan nginap disini beberapa hari untuk menghibur dan mencoba menenangkannya" kata Mami, alu berdiri dan berjalan menuju kamar anaknya sambil mengelap air matanya supaya tidak terlihat oleh anaknya yang mungkin sudah bangun takut menambah sediih nantinya.
"Kalau gitu saya permisi mau masak, Pak Bu" kata Bibi.
Bibi pun berdiri lalu jalan menuju dapur.
Ketika Mami sampai didalam kamar dan mendudukkan dipinggir kasur sebelah anaknya sambil mengusap lembut rambutnya, Mami kembali meneteskan air matanya.
"Kenapa kamu seperti ini, Mami akan selalu menunggu ceritamu, Mami ingin melihatmu tersenyum bahagia" kata Mami, ucapnya dalam hati, lalu mencium keningnya dan pergi keluar dari kamar.
"Bi, nanti gak usah dibangunin, biar dia tidur, mungkin masih lelah karena belum lama dia tidur. Saya mau pulang sebentar, dan nanti saya kesini lagi, masakin masakan kesukaan pula ya Bi" kata Mami.
__ADS_1
Bibi hanya mengangguk dengan jawabannya.
Mami dan Papi keluar rumah dan pulang.