
"Bentar, taro ini dulu disitu" kata Fariel.
"Handuknya juga belum kuambil."
"Yaudah ambil, tapi jangan lama" kata Ervi.
"Iya, paling hanya sejam aja" kata Fariel.
"Ihhhhh" kata Ervi.
"Dada, selamat tinggal, selamat berendam sendirian" kata Fariel, sambil melambaikan tangan
"Haaa aaaa aaaa" kata Ervi, dengan gaya menangis.
"Sami jahat, ninggalin."
"Haaaa aaaaaa aaaa."
"Samiku."
Aku hanya bisa tersenyum melihatnya seperti itu dari balik pintu. Bukan maksud ingin mengerjainya tapi hanya ingin melihat tingkahnya seperti apa, karena bikin kangen dengan kelakuannya yang tiba-tiba suka mendadak aneh.
"Samiku oh Samiku" kata Ervi,sambil merengek tapi seperti bernyanyi tanpa nada hanya berirama dengan suara yang lumayan keras, dan mungkin bisa kedengaran sampai luar kamar.
"Jangan tinggalin sendiri."
"Miiiii."
"Sendiri."
"Lagi-lagi sendiri."
"Hanya berteman sepi."
"Samiku pergi."
"Tanpamu, Tuhan, aku tak mampu."
"Mengeras dan berlabuh."
"Tanpa arah kutuju."
"Bulan tak bercahaya."
"Hampaku di angkasa."
"Oh sendiri, gara-gara Samiku pergi."
"Itu nangis apa lagi bersenandung" kata Fariel, dalam hati.
"Kok kaya nyanyi."
"Ada aja kelakuannya, haaaa aaaa" sambil tertawa lalu masuk kedalam.
"Samiku balik kata Ervi,lalu malah seperti bernyanyi lagi.
"Teganya dirimu padaku, oh Sami."
"Kau pergi, tinggalkan diriku sendiri."
"Aku tahu, engkau pun tahu."
"Badai pun tak mungkin memisahkan kita."
"Apakah salahku padamu, Sami"
"Kau diam, kau marah, kau benci padaku."
__ADS_1
"Semua tahu, burung pun tahu."
"Hatiku hanyalah milikmu seorang."
"Kau tercipta hanya untukku."
"Aku lahir hanya untukmu."
"Janganlah bimbang."
"Janganlah ragu."
"Hanyalah aku, hanyalah dikau."
"Tak pernah kubenci padamu sayang."
"Hatiku, jiwaku, cintaku, untukmu."
"Aku tahu, engkau pun tahu."
"Badai pun tak mungkin memisahkan kita."
Sedangkan aku malah asik berjoget sambil memukul pintu kamar mandi.
"Asikkk" kata Fariel.
"Dung tak dudung yak, yak yak yak yak."
"Iiihhh" kata Ervi.
"Lanjutkan neng" kata Fariel.
"Abang mau goyang."
"Dangdut koplonya dong."
"Lagi sedih malah joged, mana enggak ada sawerannya lagi" kata Ervi.
"Lanjutkan dong, neng biduan."
"Tarik neng" langsung kupukul lagi pintunya.
"Sami pilih yang mana" kata Ervi.
"Perawan atau janda."
"Perawan memang menawan."
"Janda lebih menggoda."
"Asikkkk" kata Fariel.
"Pilih keduanya, bungkus."
"Sami suka yang mana" kata Ervi.
"Perawan atau janda."
"Perawan memang cantik."
"Janda lebih menarik."
"Bingung, duh bingung pilihnya neng" kata Fariel.
"Kalau Abang pilih perawan" kata Ervi.
"Masih muda, masih segelan."
__ADS_1
"Belum disentuh orang."
"Belum berpengalaman."
"Dung tak dudung, josss, yak yak yak yak" kata Fariel.
"Asik."
"Kalau Abang pilih janda" kata Ervi.
"Sudah pasti lebih dewasa."
"Sudah bermain cinta."
"Banyak pengalamannya."
"Dududuhhhh jadi makin bingung milihnya" kata Fariel.
"Dung tak tutung jos, jos, jojojojos."
"Hahahahahaha" kata Ervi.
"Sami lucu jogetnya."
"Kaya ular."
"Tapi mantapkan, hot goyangan Sami" kata Fariel.
"Bukan hot lagi, tapi hot bingitz" kata Ervi.
"Yuk kita mandi, dah berkeringat nih karena joged" kata Fariel.
"Ya dah sini buruan" kata Ervi.
"Oke" kata Fariel.
Dan kita langsung mandi bersama dibak mandi sambil berendam dan lain-lain, mandinya juga ngapain lagi terserah dengan pikiran kalian masing-masing aja.
Berbeda dengan Mami dan Papi yang mendengar dari luar kamarku karena ingin mengantarkan jamu tapi seperti mendengar kaya ada suara aneh dari dalam sambil pukulan dari pintu.
Papi dan Mami mengetuk pintu dan mengucapkan salam tapi tak kunjung ada jawaban dari dalam, dan malah mendengar suara.
"Itu anak lagi pada ngapain ya Pi" kata Mami.
"Kaya lagi nyanyi, tapi kok kaya nangis" kata Papi.
"Tapi kaya ada suara pukulan dari sesuatu gitu Pi" kata Mami.
"Itu mungkin sebagai musiknya kali Mi" kata Papi.
"Mungkin juga ya Pi" kata Mami.
"Ada aja tingkah mereka ini."
"Tapi lucu pastinya, mandi sambil seperti itu berdua didalam."
"Tapi kok lagunya seperti itu ya Pi."
"Apa Mami mau juga" kata Papi.
"Dah tua, enggak usah banyak tingkah" kata Mami.
"Lebih baik kita turun jangan nguping."
"Biarin mereka asik didalam dan jangan kita ganggu."
"Ayok Pi."
__ADS_1
"Iya Mi, ayok" kata Papi.
Dan mereka langsung turun kebawah lagi.