
Sampai didepan kos putri.
"Dah sampai nih, turun jangan membuatku betah gak bisa pulang, kalau dipeluk terus" kata Fariel, sambil melihat ke arah tangan yang masih setia melingkar.
Yang disuruh gak ada jawaban, begitu aku lihat lewat spion rupanya sedang memejamkan kedua matanya, entah karena kelelahan karena perjalanan yang cukup panjang jadi tertidur atau hanya memejamkan matanya saja.
"Yank bangun, dah sampai nih" kata Fariel, sambil menggoyangkan tangannya.
"Ohhh udah sampai ya, maaf" kata Tia, yang baru membuka matanya, dan masih setia dengan kedua tangan yang masih asik dengan memelukku dan menyenderkan badannya dan kepala diatas pundakku.
"Iya, Bidadari bumi" kata Fariel.
"Ih siapa yang lagi bumil alias Ibu Hamil" jawab Tia yang belom sepenuhnya terkoneksi.
Aku tersenyum mendengar ucapannya.
"Siapa yang bilang bumil, rang bilangnya BIDADARI BUMI KU" kata fariel, dengan sedikit mengeraskan suaranya biar gak salah sambung lagi.
"Ohh" kata Tia, dengan menundukkan kepalanya dibalik punggungku karena malu.
"Ini gak mau turun nih, masih betah peluk-peluknya, entar Abang gak bisa pulang nih, yang ada nginep disini kalau dipeluk terus sama Bidadari begini" kata Fariel, sambil memegang tangannya yang melingkar.
"Iya bentar" kata Tia.
"Iya, tapi jangan kelamaan, gak enak banyak yang lihat, apa lagi Satpamnya lihatin terus tuh" kata Fariel.
"Hah" kata Tia, langsung melepaskan tangannya dari pinggang ku yang sedari tadi memelukku, dan celingak-celinguk kesana kemari.
"Turun ya, pa mau aku gendong sampai dalam, biar Bang minta izin kes Satpamnya" kata Fariel, karena Tia gak mau turun malah menyenderkan kepalanya dibalik punggungku, yang mungkin malu karena banyak yang lihat kearahnya dengan senyuman dan beberapa yang bertepuk tangan lalu memberikan jempol dari lantai atas dan bawah.
"Aku gendong beneran nih" kata Fariel, sambil mencoba untuk turun duluan walau masih ada yang menyenderkan badannya.
__ADS_1
"Iya Camiku tersayang" kata Tia, lalu turun.
"Sebelum masuk Bang boleh gak minta sesuatu darimu" kata Fariel.
Tia hanya menganggukkan kepalanya sebagai tanda persetujuannya.
"Aku ingin pulang dan tertidur dengan dengan ditemani senyuman manismu" kata Fariel, dengan senyumannya.
"Ihh apaan sih, gombal mulu" kata Tia, lalu tersenyum manis.
"Senyummu membuatku jadi mengerut kan keningku" kata Fariel.
"Jhhh apaan sih" kata Tia.
"karena senyumanmu begitu manis jadi keningku ikut mengkerut milihatnya" kata Fariel, sambil menunjukkan kening nya.
"Ihhh, gombal" kata Tia.
Aku hanya tersenyum kearahnya.
"Ngusir nih, gak nyuruh masuk dulu" kata Fariel.
"Cowok gak boleh masuk kedalam rumah kos cewek" kata Tia.
"Ya sapa tau pengen melukku kaya bantal guling seperti yang temanmu katakan" kata Fariel.
"Ihhh dasar, mereka emang mulut ember" kata Tia.
"Dah ah sana pulang" kata Tia, sambil mendorongku untuk pulang.
"Gak ingin peluk dulu" kata Fariel.
__ADS_1
"gak, belom sah" kata Tia.
"Tapi bukannya kamu suka memelukku terus gak mau lepas" kata Fariel.
"Iya tapi itu beda, itukan aku yang meluk dari belakang bukan berpelukan" kata Tia.
Aku hanya tersenyum dengan tingkahnya sedang memajukan bibir yang mau jatuh.
"Senyum lagi dong biar aku pulang" kata Fariel, sambil menyodorkan tangannya untuk dicium layaknya anak yang mencium tangan orang tuanya.
Tia seolah terhipnotis langsung mencium tanganku lalu tersenyum manis.
Akupun langsung naik motor untuk pulang, tak lupa melambaikan tangannya.
"Dada Bidadariku yang paling cantik dan muaaaaaaanis" kata Fariel, yang memanjangkan kata manis di akhir kata.
"Lebay, dah sana Camiku tersayang" kata Tia, lalu berbalik badan tuk masuk ke dalam rumah.
Akupun langsung tancap gas untuk pulang, tak lupa memberi salam pada Pak Satpam yang sedang jaga malam.
Sampai di kos tempat kerja.
Aku langsung memasukkan motorku kedalam, dan masuk kamar untuk melepas jaket dan celana panjangku tapi masih pake kaos dan celana pendek atau celana bola lalu kuambil handuk untuk mandi.
Setelah mandi tak lupa ambil air Wudhu untuk melaksanakan Shalat yang tertinggal karena waktu juga sudah menunjukkan jam 21:00 jadi harus meng Qadha Shalat yang ditinggalkan.
Setelah selesai dengan Shalatnya aku langsung membaringkan badan untuk tidur tak lupa mengirim pesan.
📤 "Selamat tidur Bidadariku, mimpi indah ya, dan berdoa, dan sebut namaku sebelum tidur".
📥 "Masih aja gombal, iya sayangku calon imamku" balasnya.
__ADS_1
Akupun tertidur dengan kebahagiaan.
Tapi ada yang sedang menangis diruang tamu dengan TV yang menyala, tapi menangisnya itu karena menatap layar HP nya melihat status seseorang yang sudah menjadi pengisi hatinya beberapa hari lalu dan selalu menyebut namanya didalam doa dan tidurnya. Dan dimalam ini melihat senyum itu bersama seorang perempuan sedang berduaan sambil suap-suapan dan memeluk perempuan dari belakang hingga membuat hatinya sedikit sakit dan sesak hingga perlahan airmatanya jatuh menetes tanpa sadar.