Dua Istri Tercinta

Dua Istri Tercinta
Kebahagiaan Mami


__ADS_3

"Kita makan aja dulu Pi" kata Mami, yang masih dalam mobil.


"Oke Mi" kata Papi.


Kangsung membelokkan mobilnya menuju restoran.


"Yuk nak" kata Mami.


Akupun langsung mengikuti nya masuk kedalam restoran dan duduk.


Pelayan datang.


"Ini buku menunya, mau pesan apa Bapak Ibu dan Masnya".


"Nasi goreng spesial, minumnya jus jeruk aja" kata Mami.


"Samain aja, minumnya limun tea hangat" kata Papi.


"Saya spaghetti minumnya putih hangat aja" kata Fariel.


"Oke, ditunggu ya sebentar" ucapnya.


Setelah pelayanan pergi.


"Jamu keringetan ya, dibuka aja bajunya, nanti ganti" kata Mami.


Akupun langsung membuka bajunya, tapi masih pakai singlet dan kaos.


"Ini pesanannya, silahkan dinikmati" ucap p


"Yuk makan" kata Papi.


Sebelum makan berdoa masing-masing dalam hati lalu makan dengan tenang.


Setelah selesai dengan makan dan minumnya.


"Yuk lanjut kita beli pakain dulu ya" kata Mami.


"Oke siap" kata Papi.


Kita keluar menuju mobil dan Papi membayar makanannya dulu.


"Itu disana aja Pi, lebih lengkap" kata Mami.


Papi langsung mengikuti arah yang ditujukan Mami.


Kami pun turun terus masuk kedalam toko pakaian khusus atau bisa dibilang butik pakaian cowok dan cewek untuk pernikahan atau untuk kantoran dan juga untuk sehari-hari.


"Kamu pilih sesukamu ya, Mami mau lihat-lihat kesana, oh sepatunya ukurannya berapa, biar Mami yang pilih" kata Mami.


"Iya Mi, ukurannya 43 Mi" kata Fariel.


Akupun langsung ke tempat khusus baju-baju yang lagi ngetren dikalangan anak muda.


Tapi aku hanya ngambil dua baju model Blazer biasa aja dan celana hitam dan biru sesuai warna bajunya.


Tiba-tiba Mami datang.


"Sudah pilihnya, ni dites di dalam, Mami mau lihat" kata Mami.


"Udah Mi, baik Mi" kata Fariel.

__ADS_1


Akupun langsung masuk dan ganti baju, setelah selesai memakainya lalu keluar karena Mami ingin lihat hasil pilihannya.


"Wahhh beneran ini anak Mami kan, ganteng banget" kata Mami.



Langsung difoto oleh Mami.


"Mau Mami pajang yang ini di kamar tamu" kata Mami.


"Tapi Mi, ini kan hanya pake kaos sebagai dalaman nya" kata Fariel.


"Tapi Mami suka yang seperti ini, gak berlebihan" kata Mami.


"Ya udah yuk, Papi dah nungguin disana, biar ini sekalian dibayar oleh Papi, gak usah dilepas biar kayak ini aja" kata Mami.


Akupun langsung mengikuti kemauan Mami.


"Udah Mi" kata Papi.


"Udah dong Pi, gimana pilihan Mami" kata Mami.


"Wah pilihan Mami emang the beast deh, makin ganteng anak kita ya Mi" kata Papi.


"Ya udah Papi bayar langsung ini semuanya, dan juga sepatu yang dipakainya" kata Mami.


"Oh ya sepatuku didalam ruang ganti Mi, sebentar" ucapku yang baru sadar kalau meninggalkan sepatunya di dalam pas sedang ganti.


"Iya sana" kata Mami.


"Semuanya berapa, bayarnya pakai kartu bisa kan" kata Papi, sambil menyerahkan kartu ATM.


"Totalnya, mau kes atau kartu kredit atu ATM biasa dan transfer juga bisa Pak" kata kasir.


Akupun ngangguk terus berjalan menuju mobil.


"Sekarang kita ke minimarket, tadi sudah menyuruh mereka untuk bersiap-siap kalau bos barunya mau datang untuk perkenalan" kata Mami, ucap mami yang duduk didepan dengan Papi.


"Ngimpi apa aku semalam" ucapku dalam hati.


Setelah beberapa menit kita sampai di tujuan.


"Yuk ikut Mami, masuk kedalam, nih pakai kacamata nya biar makin" kata Mami, sambil memberikan dua jempolnya.


Sampai didalam semua karyawan heran karena bosnya berbeda dan masih keliatan muda, bahkan banyak yang berbisik.


"Wah ganteng banget, aku mau dong" sambil menyenggol disebelah nya.


"Aku juga mau, kalau yang kekgini".


"Wah bakalan betah nih aku kerjanya, kalau ada yang seperti ini setiap hari".


"Aku mau kalau langsung dikawinin walaupun jadi yang kedua".


"Kawin, nikah dodol".


"Apa aja terserah, yang penting aku mau".


"Orangnya yang gak akan mau sama kalian".


"Kalau tidur jangan mereng, jadi gak halu".

__ADS_1


Obrolan para karyawan perempuan.


"Oke semuanya ayo kumpul sebentar" kata Mami, dengan masih berdiri.


setelah semuanya kumpul dan hanya ada tiga tempat duduk untuk kita, yang lain tetap berdiri.


"Assalamu'alaikum, semuanya, sehat kan, masih betahkan bekerja disini semuanya" kata Mami.


"Waalaikumsalam, Sehat Bu, masih dong" jawab mereka.


"Ini mau ngasih informasi, bahwa mulai hari ini dan seterusnya anak saya yang akan memegang ini semua. Iya, orang yang sedang kalian tatap disebelah Ibu, dia adalah bos kalian sekaligus pemilik pusat belanja dan minimarket ini, jadi kalian harus bersikap sopan ya, silahkan Nak" kata Mami.


Akupun langsung berdiri, tak lupa melepas kacamata dulu.


"Assalamu'alaikum semuanya" kata Fariel.


"Waalaikumsalam" jawab semuanya dan bahkan ada yang menambahkan diakhir dengan kata ganteng membuat yang lain bersorak.


Aku pun tersenyum kearah mereka yang heboh.


"Oke, makasih untuk yang bilang saya ganteng, saya mau memperkenalkan diri. Nama saya Sielfa Akhmad Mufariel, saya yang akan membantu Mami mengurus ini, jadi mohon kerjasamanya, dan semoga kalian betah kerja disini, sekian Wassalamu'alaikum" kata Fariel.


"Waalaikumsalam" jawab mereka.


"Kami pasti bakal makin betah nih, apa lagi kalau kerja ditemenin terus sama si bos tampan makin gak mau pulang".


"Ini anak makin gila".


"Coba cek keningnya panas apa enggak, kalau panas berati lagi demam dan ngigau"


"Tapi dingin kok, gak panas atau anget" sambil menempelkan tangannya dikening temannya.


"Berarti dah beneran gila ini, harus cepet-cepet dikasi obat nih anak".


"Ih kalian apaan sih, gue gak gila, hanya tersepona dan bikin jantung ku berdetak tak menentu".


"Tuh kan beneran kumat, ngomong aja dah salah, terpesona lol".


"Ya Tuhan aku butuh obat, tapi obatnya cuma dia aja cukup".


"Huhhhhhh, makin ngelantur nih bocah".


Membuat rame lagi.


"Udah-udah, gak papa kalau suka sama anak Ibu, kalau orangnya mau ya terserah dengannya, yang penting waktunya kerja tetap kerja, jangan mandangin anak Ibu terus. Kalau anak Ibu mau sama kalian kenapa harus Ibu larang, jadi sekarang kalian balik kerja masing-masing, semoga makin semangat kerjanya karena ada bos kalian yang ganteng ini. Kalau naksir langsung bilang aja padanya, selagi dia jomblo belum nikah" kata Mami.


Membuat mereka senang tersenyum kearahku dan bahkan ada yang mengucapkan kata 'horeee' dan 'semangat' mereka semua langsung kembali ke tempat masing-masing.


"Mami apaan sih, kok kaya dipromosikan gini, kaya barang dah gak laku aja, kan jadi malu" kata Fariel.


Sedangkan Papi tersenyum melihatku seperti ini.


"Gak papa, Mami tinggal dulu ya, Nak fariel disini dulu. Itu ruangan khusus ada kamarnya juga, disana itu mushalanya didepan. Papi sama Mami ada urusan lain, biar nanti Pak Udin yang jemput kamu disini" kata Mami.


"Fak usah Mi, aku naik ojek aja, soalnya ada keperluan sebentar diluar" kata Fariel.


"Ya dah nanti biar Mami suruh Pak Udin ngantarin motor kesini, gak usah ada penolakan, karena Mami gak setuju kalau kamu naik ojek, dah sana masuk" kata Mami.


Akupun langsung menyalimi Papi terus Mami dan masuk kedalam.


"Senang banget dicium tanganku oleh Anakku" kata Mami, yang mengelus tangan nya bekas dicium tapi bukan dicium pake bibir atau lebih seperti sedang sungkem gitu.

__ADS_1


Papi hanya menggelengkan kepala melihat Mami seperti ini mematung sambil senyum dan mengelus tangannya.


__ADS_2