Dua Istri Tercinta

Dua Istri Tercinta
Bukan anak kecil


__ADS_3

Seminggu kini telah berlalu, dan kesembuhan ku pun mulai kembali pulih, seperti pagi ini aku terbangun lalu melaksanakan kewajibanku sebagai seorang Muslim, setelah itu aku langsung menuju ruang olahraga untuk mengembalikan kebugaran tubuh dan otot-otot yang mulai mengendor terutama bagian perut yang mulai sedikit buncit karena hanya makan dan tidur beberapa hari ini tanpa adanya olahraga seperti biasanya.


Setelah lelah dengan berolahraga akupun langsung kembali kekamar untuk mandi dan akan berangkat kekantor walaupun sebenarnya belum diperbolehkan karena masih ada rasa takut akan terjadi lagi seperti sebelumnya yang pingsan dijalan karena memaksakan keadaan ingin keluar dan bekerja.


"Assalamu'alaikum Pi, Mi, dan semua" kata Fariel.


"Waalaikumsalam" ucap mereka berempat di meja makan.


"Nak Fariel mau kemana rapi bener, Mami gak izinin keluar ya, apalagi bekerja" kata Mami.


"Tapi Mi" kata Fariel.


"Mami gak mau kalau nanti kamu pingsan lagi dijalan kaya kemaren" kata Mami.


"Kamu dirumah aja ya, kalau mau kerja, kerja dirumah aja, nanti Papi kasih pekerjaan buatmu dirumah, biar nanti suruh sekertaris kamu ngantar kerumah ya" kata Papi.


"Tapi akukan suntuk dirumah Pi, pengen lihat kantor dan kembali menikmati suasana kantor" kata Fariel.


"Dah kami dirumah aja, temenin Ervi sama kak Fida dirumah ya" kata Mami.


"Emang gak kuliah apa adek" kata Fariel.


"Hari ini kan libur mas, kan habis ujian kemarin, jadi libur dua minggu" kata Ervi.


"Uda dirumah aja, temenin kita dirumah, kalau cuma sama adek gak seru, gak ada yang mau dengerin curhatan Nyai" kata Fida.


"Kalau gitu aku mau olahraga aja lah kalau gak boleh kekantor" kata Fariel.


"Jangan capek-capek, bertahap olahraga nya, sekarang duduk kita makan sama-sama, olahraga nya sudah cukup, nanti sore lagi aja olahraga nya ya, kamu itu masih dalam proses penyembuhan loh, kan Dokter kemarin sudah bilang sama kamu, kalau kamu gak boleh kebanyakan gerak dan capek, jadi jangan olahraga lagi ya, Mami takut nanti terjadi lagi sama kamu, sekarang nurut sama permintaan Mami ya, Mami mohon untuk sekarang ini demi kebaikan kamu juga" kata Mami.


"Iya Mi, maaf" kata Fariel.

__ADS_1


"Nah gitu dong, ini baru namanya anak Mami atau apa yaaaa hemmmmm" kata Mami.


"Apaan Mi, kok digantung gitu" kata Fida.


"Iya bikin penasaran aja deh Mami ini" kata Ervi.


"Biarin ya Pi" kata Mami.


"Hemm" kata Papi.


"Sekarang kamu makan, mau Mami suapin juga gak makannya" kata Mami.


"Gak usah Mi, makasih, aku dah sehat gak kaya anak kecil lagi yang minta disuapin makan" kata Fariel.


"Iya, kamu dah besar gak kecil lagi kok, ya sapa tau mau Mami suapin, atau mau sama yang lain yang nyuapin" kata Mami.


"Mii, aku mau sendiri" kata Fariel.


"Ya udah, kalau gitu Mami yang ambilin makannya, kamu minum dulu susunya ya" kata Mami.


"Mending kasih adek aja, diakan suka minum susu pagi siang malam."


"Ervi dah habis segelas tadi, itu buat kamu, kamu minum ya, katanya pengen kerja lagi, jadi harus sehat dulu" kata Mami.


"Iya Mi, makasih susunya dah disiapin" kata Fariel.


"Iya, minum dong" kata Mami.


Akupun langsung meminumnya hingga setengah.


"Nah gitu dong diminum, kalau bisa pagi ini dua gelas malah" kata Mami.

__ADS_1


"Hihihihi" kata Ervi.


"Gak usah ketawa dek, walaupun lucu" kata Fida.


"Abis mukanya langsung cemberut gitu kak, kan baru kali ini lihat mas cemberut kaya gitu, biasanya kan senyum terus, sekarang suka cemberut jadi lucu kalau lihat tuh bibir nya mau jatuh" kata Ervi.


"Hehehehe iya lucu ya dek" kata Fida.


"Kalian jangan ketawain dong, kasian, masa diketawain gitu, nanti ngambek gimana" kata Papi.


"Pii, aku bukan anak kecil yang suka ngambek ya Pi" kata Fariel.


"Ooh iya Papi lupa, yang suka ngambek kan disini Ervi ya Mi, sama Fida" kata Papi.


"Bener banget" kata Mami.


"Kenapa bawa-bawa kakak sih Pi, perasaan kakak gak pernah ngambek deh, kalau adek mah dari dulu sampai sekarang masih sama suka ngambek" kata Fida.


"Kakak jangan lupa ya, waktu itu kakak juga ngambek karena kakak gak boleh ikutan jalan-jalan bareng mas, jangan suka lupa ya, diinget itu" kata Ervi.


"Jujur aja kak, kalau aku memang suka ngambek."


"Iya deh iya" kata Fida.


"Emang iya, kakak aja yang suka melupakan" kata Ervi.


"Udah-udah, sekarang makan bukan debat, suka banget kalian kalau waktu nya makan debat dulu baru makan, abis itu debat lagi, gak ada yang lain apa selain debat" kata Mami.


"Heeee" Ervi dan Fida.


"Ayok makan, Ervi sama Fida pimpin do'a sebagai gantinya karena suka debat kalau makan" kata Papi.

__ADS_1


"Iya Pii" jawab bersama.


"Allahumma baarik lanaa fiimaa rozaqtanaa wa qinaa 'adzaa bannar" ucap Fida dan Ervi yang memimpin doa makan pagi ini.


__ADS_2