Dua Istri Tercinta

Dua Istri Tercinta
Senyum yang berbeda


__ADS_3

Ervi tebangun dari tidurnya.


"Egghh" sambil menggerakkan badan dan tangannya.


"Kenapa aku bisa tidur disini, pantesan nyaman, tapi kemana dianya" kata Ervi, sambil melihat kekanan dan ke kiri.


"Suaranya kok enak banget" kata Ervi, yang mendengarkan suara mengaji.


"Tapi dimana, kaya ada di sekitar sini suaranya" lanjutnya, lalu melihat kearah luar dan melihat aku yang sedang duduk dibangku balkon depan kamar.


"Duh, kalau Mami tau aku yang tidur disni bisa gawat nanti" kata Ervi, lalu turun dari kasur dan berjalan kearahku.


"Mas, aku mau keluar untuk mandi dan juga Shalat, apa Mas butuh sesuatu sebelum aku keluar" tanyanya.


Dan aku hanya memeberi jawab dengan melambaikan tangannya untuk menyuruhnya keluar.


"Hufft" Ervi , lalu berjalan keluar.


"Apa Mas mu sudah bangun" kata Mami.


"Sudah Mi, lagi duduk, dan mengaji di balkon. Aku juga udah izin mau mandi kok Mi" kata Ervi, sambil meletakan nampan berisi piring kotor dan gelas kosong.


"Ya udah sana mandi terus Shalat. Nanti balik lagi kemari dan antarkan ini kekamarnya, Mami mau jemput kakakmu dan suaminya yang katanya mau tinggal disini untuk beberapa hari, jadi Mami pulangnya mungkin akan sedikit malam" kata Mami.


"Iya Mi" kata Ervi.


"Nanti kamu jagain Mamasmu itu ya, anggap aja belajar jadi istri yang baik" kata Mami, dengan menekan kata mamasmu.


"Ihh Mami apaan sih" kata Ervi, dengan muka merahnya.



"Udah keliatan mukanya merah, dan senyumnya juga berbeda kayaknya penuh harap" kata Mami.


"Iiih Mami, dah ah" kata Ervi, lalu pergi meninggalkan Mami nya didapur.

__ADS_1


"Ih tuh anak, gemesin banget, jadi makin kusayang aja" kata Mami.


Ervi yang sedang mandi dan juga dengan.


"Ihh Mami kenapa sekarang suka benget godain aku sih sekarang" kata Ervi, sambil dengan menyiram tubuhnya.


"Kalau orang nya tau, aku mesti gimana coba".


"Tapi kok aku senang juga ya bisa ketemu dirumah ini, walaupun aku buat kesalahan besar padanya".


"Mamas, Mamas, Mamas" kata Ervi, sambil senyum-senyum sendiri.


Sedangkan aku yang telah selesai dengan membaca Al-Quran nya langsung masuk dan duduk dikasur deng menyenderkan badannya.


Lalu aku mengambil HP untuk vc, karena sudah janji dengannya. Tak lupa pula kulihat story canisku dengan foto dan tagnya "muka bantal baru bangun, karena merindukan yang selalu kurindu 'CAMIKU' tersayang".



Lalu aku tersenyum melihatnya, dan langsung ku vc.


"Waalaikumsalam Cami ku tersayang" kata Tia.


"Lagi ngapain nih, maaf gak bisa ngajak jalan sore, dan baru bisa ngabarin" kata Fariel.


"Lagi duduk-duduk aja. Gak papa kok cami ku, kan masih ada banyak waktu untuk kita jalan, Cami kenapa mukanya kliatan pucet, Cami lagi sakit ya" kata Tia.


"Iya, hanya kurang sehat aja. Mungkin Cami gak bisa ketemu canis cukup lama, sekitar dua atau tiga mingguan, karena Cami gak boleh keluar atau kemana-mana sama Dokter" kata Fariel.


"Iya gak papa kok. Emang Cami sakit apaan sih, parah banget ya pastinya sampai gak boleh keluar sama dokter" kata Tia.


"Hanya gak bisa jalan aja kok, habis terjatuh dari kamar mandi, jadi sedikit terkilir mungkin. Tapi Canis tenang aja, nanti setelah sembuh, Cami bakal kasih waktu full sehari penuh buat Canisku tersayang, Cami janji" kata Fariel.


"Iya. Tapi Cami harus cepat sembuh, Canis gak bakal bisa kuat kalau kelamaan gak jumpa, rasanya hidupku mati tanpamu. Bahkan mungkin bisa gila karena tanpa kehadiranmu disisiku" kata Tia


"Jangan gitu dong. Masa gila karena gak ada aku" kata Fariel.

__ADS_1


"Canis do'ain aja ya, supaya Camimu ini cepetan sembuh dan bisa ngajak kamu jalan-jalan lagi" lanjutnya.


"Iya Camiku".


"Emmm, Camiku sayang, boleh gak aku jenguk kerumah" kata Tia.


"Gimana ya, boleh tapi Cami takut, karena ini cami gak dirumah Cami sendiri melainkan dirumah Bos Cami, Cami takut mereka gak ngizinin. Maaf yaa Canisku tersayang" kata Fariel.


"Iya gak papa kok. Tapi Cami harus sering-sering vc Canis ya" kata Tia.


"Oke bos, akan Cami laksanakan titahmu Ratu ku Bidadari bumiku" kata Fariel.


"Ih apaan sih, jangan gitu dong, Canis kan jadi malu tau" kata Tia.


"Biasanya juga malu-maluin kok" kata Fariel.


Lalu Tia menampilkan senyumnya.



"Duh Canisku bikin lupa aja kalau aku sakit nih kalau sudah lihat senyummu kaya gini" kata Fariel.


"Ihh gombalnya udah mulai lagi nih, padahal kan lagi sakit tapi kok tetap aja gombal" kata Tia.


"Hehehehe, kan yang sakit kakiku, jadi tetap dong bisa gombalin kamu dong, Canisku sayang" kata Fariel.


"Iya-iya Camiku, dah dulu ya Camiku sayang aku mau masak, dah dicemberutin mulu tuh sama duo nguping" kata Tia.


"Iya canisku sayang. Dah sana masak yang enak ya, biar nanti Cami bisa selalu makan makanan kamu terus dirumah kita nantinya" (Fariel)


"Iya Camiku sayang, daaaaaaa".


"Assalamu'alaikum" kata Tia.


"Waalaikumsalam Canis" kata Fariel, lalu dimatikan VC nya.

__ADS_1


__ADS_2