
Karena lelah Aya minum susu sampai tertidur dipangkuan Fida, karena memang biasanya jam segini Aya tidur.
"Lelap bener tidurnya" kata Fariel.
"Pasti kecapean karena asik bermain."
"Sampai tidur dipangkuan begitu."
"Namanya juga anak kecil" kata Fida.
"Apalagi gak pernah main seperti ini yang rame banyak anak kecil juga, biasanya cuman main diteras kalau gak di garasi sama adek mainnya."
"Awas nanti ketularan adek kalau mainnya di garasi" kata Fariel.
"Nanti bisa jadi anak motor kalau besar."
"Nyai mah bebas, asal anakku senang aja" kata Fida.
"Lagian juga aku gak mungkin marah pada anakku sendiri, karena hanya satu-satunya anakku bersamanya."
"Jadi aku hanya bisa merawat membesarkan dan membahagiakan saja."
"Apa Nyai dah lapar" kata Fariel.
"Kalau sudah kita makan aja dulu, nanti belanjanya habis makan."
"Ayok kalau gitu kita makan" kata Fida.
"Nyai dah lapar."
"Tau sendiri tadi jagain Aya yang lari-lari minta ini itu, naik apa aja yang ditunjuk."
"Ya udah kalu gitu kita makan didepan, tadi kayaknya ada cafe buat makan" kata Fariel.
"Ayok" kata Fida.
"Aya biar aku aja yang gendong" kata Fariel.
"Nyai bawa itu roti sama yang lain yang ringan aja."
"Nanti taro aja dimobil biar gak kemana-mana dibawain mulu."
"Iya, sekalian mau buat susu buat Aya nanti kalau bangun minta minum" kata Fida.
"Emang ada bawa termos, sama susunya" kata Fariel.
"Perasaan nyai gak bawa apa-apa selain tas tadi."
"Sapa bilang tadi bawa ditas, hanya termos aja yang gak bawa" kata Fida.
"Kan bisa minta air hangat untuk buat susu, masa gak bisa minta pas makan nanti."
"Ya udah ayok, kalau gitu biar sini Aya kugendong" kata Fariel, langsung kuangkat dan ku gendong.
"Nih pake jarit biar enak" kata Fida, yang memberikan jarit padaku.
__ADS_1
"Jadi gak perlu capek-capek pake tangan."
"Makasih" kata Fariel, langsung kuterima dan kukenakan.
"Yuk jalan."
"Ayok jalan" kata Fida.
"Nyai gak minta digendong juga, emang Ervi apa yang minta aneh-aneh."
"Ya kalau mau ya sini sekalian ku gendong" kata Fariel.
"Sapa tau dah gak kuat buat jalan sampe depan sana."
"Daripada pingsan kan mending tak gendong."
"Masih kuat dong, masa cuman jalan kedepan gak kuat sih" kata Fida.
"Cukup digandeng aja kaya mau nyebrang jalan."
"Ya udah ayok" kata Fariel.
"Mau digendong kucing pun boleh, kalau mau."
"Ihhh, bisa-bisa mati kalau digendong kaya kucing" kata Fida.
"Beneran masih sanggup buat jalan" kata Fariel, yang menuruni eskalator.
"Jangan pingsan loh."
"Iya Uda yang bawel" kata Fida.
"Tenang aja masih kuat."
"Nanti kalau gak kuat baru nyai bialang."
"Maksudnya itu ada korsi roda nganggur kayaknya tuh, gak dipake, kan bisa pinjem" kata Fariel.
"Hahaha ada-ada aja Uda ini" kata Fida.
"Beli dong masa minjem."
"Oh ya kan lagi boke."
"Iya iya yang banyak duit, selalu dapat transferan dari Papi dan Mami, walaupun hanya rebahan" kata Fariel.
"Yang sekali transfer bisa beli mobil, paham mah."
"Duh kasian Uda ku ini" kata Fida, sambil mengelus-elus lenganku.
"Tenang aja, Nyai mah gak pelit, jadi kalau Uda mau bilang aja sama Nyai, nanti Nyai kasih deh, gak perlu pinjam."
"Kadang mau beli mobil, masa kekantor selalu pake itu mulu, kalau gak pake mobil Mami."
"Gak pengen apa punya sendiri."
__ADS_1
"Ya pengen, tapi nanti kalau dah beres semua" kata Fariel.
"Sekarang lagi mikir gimana caranya buat nabung buat beli isi rumah."
"Masa iya kasurnya itu mulu gak ganti yang baru."
"Sama isi dapur, kaya mesin cuci dan kulkas."
"Lagi mikir kesitu sih, biar gak terlalu capek Mama kalau nyuci pakaian. "
"Gak tega lihatanya, apalagi gak ada aku yang biasanya mau bantuin nyikat, kalau ada mesin cuci kan enak, gak perlu terlalu capek nyikat-nyikat, hanya beberapa saja yang disikat."
"Ya udah pesen aja online, nanti biar Nyai yang bayarin, apa aja yang perlu dibeli" kata Fida.
"Jangan nolak, Nyai kan dah anggap Mama juga Mamaku sendiri, masa gak boleh bantu Mama sedikit aja ringankan bebannya."
"Bukannya gak mau" kata Fariel.
"Hanya tak ingin merepotkan Nyai saja."
"Kan keperluan Nyai banyak."
"Udah gak usah nolak napa sih" kata Fida.
"Ini selagi Nyai bisa."
"Tolong terima kenapa sih."
"Bilang aja sama Bapak dan Mama" kata Fariel.
"Kalau mereka mau, ya silakan Nyai kasih."
"Tapi kalau mereka nolak ya jangan dipaksa."
"Oke nanti Nyai telpon Mama" kata Fida.
"Sekalian mau liburan disana lagi."
"Dah kangen sama suasana perdesaan."
"Apalagi peyeknya."
"Hemmmm" kata Fariel.
"Hehehehe" kata Fida.
"Bis bikin ngiler aja sih kalau ada peyek didepan mata, rasanya pengen ngunyah mulu."
"Dah sana masukan barangnya dulu" kata Fariel.
"Katanya mau buat susu juga."
"Oke sip" kata Fida.
Fida langsung masuk kedalam mobil buat meletakkan makanan dan membuat susu, walaupun hanya bubuk nya saja yang dimasukkan kedalam botol.
__ADS_1