Dua Istri Tercinta

Dua Istri Tercinta
Senyuman manis


__ADS_3

Pagi ini berkumpul di meja makan seperti biasa dan dengan ngobrol juga setelah makan atau sarapan pagi.


"Nak nanti Papi, Mami, juga Ervi akan berangkat keluar kota, yang kemungkinan sekitar dua mingguan, kamu dirumah sama kak Fida, Papi titip Fida sama kamu ya nak" kata Papi.


"Iya Pi, Papi sama yang lain gak usah kawatir, pasti kujagain" kata Fariel.


"Papi sama Mami dan Ervi pergi saja, gak usah mikirkan yang disini, aku akan menjaga dengan baik disini."


"Makasih ya nak, kamu memang patut dibanggakan" kata Papi.


"Gak usah berlebihan Pi, biasa aja" kata Fariel.


"Nanti pulangnya Mami kasih hadiah buat kamu, kamu gak usah kemana-mana, pulang kerja dirumah aja, gak usah keluyuran ya" kata Mami.


"Iya Mi, aku gak akan kemana-mana" kata Fariel.


"Kerjanya gak usah lembur, kamu pulang cepet aja, kalau bisa sebelum Ashar dah dirumah" kata Papi.


"Iya Pi, baik" kata Fariel.


"Pasti adek bakalan kangen sama mas deh kalau lama disana" kata Ervi.


"Dasar manja" kata Fida.


"Biarin aja" kata Ervi.


"Mas adek minta maaf ya buat yang kemaren, maaf ya mas ya."


"Iya Da, nyai juga minta maaf ya buat yang kemarin siang" kata Fida.


"Pasti mas marah sama kami, karena kami kemarin ngotot nanya yang macam-macam dan aneh-aneh sama mas" kata Ervi.


"Gqk papa, dah aku maafin kok, kalian gak ada yang salah dan perlu minta maaf" kata Fariel.


"Aku yang seharusnya minta maaf sama kalian karena bentak kalian."


"Maafin aku ya."


"Mas marah dan bentak kan karena adek yang minta mas buat ngatakan yang sejujurnya, dan sebenarnya sudah jujur, hanya kami aja yang gak ngerti" kata Ervi.


"Udah-udah, intinya kalian sama-sama salah, dan kalian harus saling memaafkan saja" kata Papi.


"Iya Pi, adek dah maafkan semuanya kok" kata Ervi.


"Kakak juga dah memaafkan kesalahan Uda kok" kata Fida.


"Jadi sekarang masalah dah selesai gak perlu ada yang saling menyalahkan dan meminta maaf" kata Mami.

__ADS_1


"Lebih baik sekarang Ervi kemasin barang apa aja yang mau dibawa, kalau Papi dan Mami dah siap dari semalam."


"Iya ami, bakalan adek siapkan semuanya" kata Ervi.


"Mas nanti sering-sering ya vc adek ya ya ya."


"Gak janji ya" kata Fariel.


"Hahahahahaha" kata Fida.


"Diem kak, ketawamu jelek" kata Ervi.


"Mas, mas ya nanti sering-sering vc ya, baru adek gak bete disana."


"Biar adek gak terlalu menahan kangen" sambil menggoyang-goyang lenganku.


"Alah dasar gombal" kata Fida.


"Iya nanti kalau mau vc, adek aja yang vc ke nomer mas, nanti kalau mas gak sibuk pasti mas angkat" kata Fariel.


"Makasih mama aku sayang" kata Ervi, sambil meletakkan kepala di lenganku.


"Bukan muhrim jangan nyender kaya sapu dipojokan yang suka nyender ke tembok" kata Fida.


"Alah bilang aja cemburu kakak" kata Ervi.


"Sapa bilang" kata Fariel.


"Hahahahahaha" kata Fida.


"Iiih mas ahh" kata Ervi.



"Idih jelek banget tuh mukanya ditekuk gitu" kata Fida.


"Massa" kata Ervi.


"Apa adekku yang cantik tapi suka bawel dan manja" kata Fariel.


"Mas punya ku kan, punya adek" kata Ervi.


"Enggak" kata Fariel.


"Nyebelin" kata Ervi.


"Hahahahaha, kawus" kata Fida.

__ADS_1


"Rang masmu hanya punyaku, ya kan Da."


"Gak juga" kata Fariel.


"Jadi punya siapa" kata Mami.


"Aku itu bukan milik siapa-siapa, hanya milik Allah, bukan milik kalian semua" kata Fariel.


"Haha, bagus, ini baru anak Papi masa depan" kata Papi.


"Kalian itu bukanlah milikku, tapi kalian seperti milikku yang akan selalu ada disisiku, aku sayang kalian semua" kata Fariel.


"Kalian gak usah cemberut gitu, kalain semua sama dimataku di hatiku, kalian leluargaku yang akan aku sayang selama aku masih ada."


"Adek mukanya jangan cemberut gitu mukanya, senyum dong, masa sama mas cemberut gitu, mas males lah kalau punya adek suka cemberut gitu."


"Kakak juga jangan suka usil sama adek, kasian adek kalau di cengin mulu sama kakak."


"Aku sayang kalian berdua, Papi, Mami juga aku sayang."


"Iya Uda" kata Fida.


"Duh anak Mami kayaknya dah makin dewasa aja sekarang kayaknya, bahkan dah bisa nyeramahi Mami kemarin, sekarang giliran kalian yang kena ceramah anak Mami ini" kata Mami.


"Adek senyum, kalau gak senyum mas gak mau ngangkat vc mu nanti" kata Fariel.


"Iya mas, nih" kata Ervi.



"Gak ikhlas kayakanya nih" kata Fariel, sambil memberantaki rambutnya.


"Kalau gak senyum mas cubit tuh pipi, gemes banget rasanya pingin mas cubit pake gunting kuku."


"Hahahahahaha" kata Fida, Papi, dan Mami.


Ervi langsung senyum sambil memejamkan matanya.



"Kalau gini kan cakep, mas jadi apa yaaaa" kata Fariel.


"Dah sana beresin pakaiannya, biar nanti mas antar kalian ke bandara."


"Oke mas, kalau itu adek mau beres-beres, dada mamas" kata Ervi, dengan kedua telapak dipipiku sambil menggoyangkan kepalaku


"Gemes masku sayang."

__ADS_1


__ADS_2