Dua Istri Tercinta

Dua Istri Tercinta
Duduk berdua dipelaminan


__ADS_3

Didalam kamar kami sedang dirias setelah Shalat Dhuhur buat kembali ke pelaminan menyambut para tamu yang hadir siang ini.


Percakapan sedikit dari kami yang ada didalam kamar ini.


"Sekarang dah sah, jangan dieman begitu" kata An.


"Iya, masa pada saling diem dan hanya senyum" kata Se.


"Ngomong ngapa ngomong" kata An.


"Gak usah canggung dan malu."


"Ngomong apa gitu, jangan diem doang" kata Se.


"Apa gak kangen apa dah sebulan gak ketemu" kata An.


"Masa sekarang dah sah malah pada diam-diaman. "


"Mau ngomong apaan" kata Fida.


"Apa aja kan boleh" kata An.


"Daripada diem kaya gak bisa ngomong."


"Aya kemana kak" kata Fariel.


"Loh kok manggilnya kak sih" kata An.


"Sayang atau bunda atau honey gitu, masa Kak."


"Gak usah takut sama kita-kita, biasa aja, santuy" kata Ney.


"Pake Ayah Bunda kan oke, masa adek kakak lagi kaya baru kenalan aja."


"Sama Mami tadi Da" kata Fida.


"Dibilang pake ucapan yang romantis malah masih sama" kata Ney.


"Kamu jangan diem aja, ngomong juga" kata An, pada Ervi.


"Iya" kata Ervi.


"Kok pada susah ngomong sih" kata Se.


"Suara nya mahal kayaknya" kata An.


"Kaya pemilu dong" kata Ney.


"Dah saling ngomong terus biar gak canggung nanti pas didepan buat nyambut para tamu yang hadir" kata An.


"Mau ngomongin apa, bingung" kata Fariel.


"Gak usah pada bingung" kata Ney.


"Ngomong sehari-hari sebelum ini kan bisa" kata An.


"Sekarang kan dah sah dah jadi pasangan yang halal, masa gak ada ngomong malah malu sama pasangan sendiri, aneh loh kalau saling diem."


"Manggilnya dirubah, jangan adek kakak lagi" kata Ney.


"Kan banyak panggilan sayang yang enak buat yang dah nikah."


"Bingung, gak biasa" kata Fariel.


"Dibiasain dong" kata Se.


"Biar nanti malam gak gerogi juga."


"Apaan sih" kata Fida.


"Gihihi ada yang paham kayaknya udah nih" kata Ney.


"Ini nanti tidurnya gimana nih, siapa duluan" kata An.


"Apanya kak" kata Ervi.


"Ada yang masih sok polos nih" kata An.


"Iya, pasti bakal seru nih nanti malam" kata Se.


"Kok seru, emang apaan" kata Ervi.


"Gak usah di dengarin dek, mereka ngelantur bicaranya" kata Fariel.


"Hahahahahaha" ketawa An, Se, dan Ney.


"Ada yang belain sekarang" kata An.


"Harus hati-hati sekarang kalau ngomong."


"Dah siap nih semuanya, jadi sekarang kita keluar buat menyapa dan menyalami para tamu undangan yang hadir" kata Se.


"Udah ini, mari kita ke pelaminan" kata An.


Baru mau jalan tiba-tiba Mami dan Aya datang karena Aya rewel.


"Assalamu'alaikum" kata Mami, sambil menggendong Aya.

__ADS_1


"Waalaikumsalam" jawab semuanya.


"Loh anak Mama kok nangis sama Mami" kata Fida.


"Mau sama Mama sini."


"Ga au" kata Aya.


"Sama tante sini yuk" kata Ervi.


"Ga" kata Aya.


"Jangan pake Tante lagi, dirubah jadi Bunda atau apalah, kan gak harus Tante" kata Mami.


"Au Ayah" kata Aya.


"Ya udah yuk sini sama Ayah" kata Fariel.


"Cocok kalau sama Ayahnya" kata An.


"Kalau sama kalian nanti bakal merusak riasan yang kalian pake."


"Iya, kalau sama Ayah-nya kan hanya biasa aja riasan nya, gak seperti kalian, jadi masih bisa bergerak bebas" kata Se.


"Yuk sama Ayah yuk" kata Fariel, langsung mengambil gendongan Aya dari Mami.


"Maaf Mami jadi repotin karena gak bisa bujuk Aya" kata Mami.


"Fak papa, mungkin kangen karena dah lama gak ketemu" kata Fariel.


"Duh beratnya sekarang Aya nih."


"Makin gede aja sekarang, perutnya makin besar nih."


"Dah jangan nangis ya" kata Fida.


"Dah sama Ayah sekarang jadi gak boleh nakal lagi" kata Mami.


"Nanti cantiknya hilang kalau masih nangis."


"Iya Mi" kata Fariel.


"Dah sekarang kita kedepan" kata An.


"Biar kita bantuin kalian biar enak jalannya.


Dan kita pun langsung keluar dari kamar buat keatas pelaminan sambil dibantu oleh perias yang membantu Ervi dan Fida buat jalannya lebih mudah.


Sampai di pelaminan kami langsung duduk, aku ditengah sambil memangku Aya, dikiri ada Ervi dan kanan ada Fida yang memakai baju atau gaun pengantin yang sama, sedangkan aku hanya memakai blazer atau jazz.


Setelah lelah berdiri dan duduk menyalami para tamu undangan yang hadir ada juga yang meminta foto bersama.


Skip.


Dan acara nya juga dah mau selesai, hanya sampai sore dipelaminan.


"Yuk aya sama Papi yuk" kata Papi.


"Kasian Ayah capek gendong Aya terus."


"Apa mau sama Mami" kata Mami.


"Gak au" kata Aya.


"Dah gak papa Mi, Pi" kata Fariel.


"Kamu kan cape, harus mandi ganti terus istirahat, kalau Aya sama kamu terus kapan kamu istirahat nya" kata Mami.


"Ini juga acara nya dah mau selesai kok, paling hanya tamu yang belum sempat datang karena jauh."


"Iya, biar Aya sama Papi atau Mami disini, kalian kekamar, kan besok masih satu acara lagi ditempatmu" kata Papi.


"Kalian harus istirahat full biar besok bisa kembali menyalami para tamu yang hadir."


"Eh cucu Mama nempel mulu nih" kata Mama.


"Yuk sama Mama yuk, ikut kerumah Mama disana di desa."


"Mau ikut sama Mama tua itu" kata Fariel.


"Iya tuh Mama mau ngajak Aya kerumahnya tuh" kata Mami.


"Bapak mana Ma" kata Ervi.


"Ada didepan tadi, biasalah ngurusin supir" kata Mama.


"Fajar maksudnya" kata Fariel.


"Iya siapa lagi kalau bukan dia" kata Mama.


"Lah minta apa emang dia Ma" kata Fariel.


"Suruh beli buah, karena kurang katanya buat bikin jus buah besok" kata Mama.


"Tapi tadi dah nelpon kok, dah tinggal bawa aja, hanya dikit kurangnya."


"Oh kirain" kata Fariel.

__ADS_1


"Ini gak ada yang mau meluk Mama nih sekarang nih, biasanya pada manja pake meluk Mama" kata Mama.


"Sekarang dah sah jadi mantu Mama, malah gak dipeluk dan disapa, diem doang."


"Hehehe, biasa, namanya juga masih gerogi, malu kayaknya" kata Mami.


"Maaf" kata Ervi, langsung memeluk Mama.


"Duh mantu Mama sekarang dah hilang manjanya sekarang kayaknya nih" kata Mama.


"Kalau sama Masnya masih gak."


"Ih Mama apaan sih" kata Ervi.


"Ihhh malu anak kita Mi" kata Papi.


"Satu lagi gak mau peluk Mama juga nih" kata Mama.


"Kalau anak Mama itu mah dah biarin aja meluk Aya."


"Kemarin dah full beberapa hari tidurnya sama Mamanya. "


"Hihihihi."


"Maaa, jangan buka rahasia kenapa Ma" kata Fariel.


"Yah malu" kata Mama.


"Yuk sini Mama peluk."


"Gak ah" kata Fariel.


"Lah kan Mama mau meluk mantu Mama, bukan kamu" kata Mama.


"Kamu mah meluknya nanti aja dikamar, meluk istri mu, jangan meluk Mama mulu, malu dah ada istri yang dipeluk Mama mulu."


"Hahahaha" kata Papi dan Mami.


"Ihhh Mama apaan sih" kata Ervi dan Fida, lalu langsung Fida memeluk Mama.


"Jaga kesehatan kalian baik-baik, kalau ada masalah dibicarakan secara baik-baik, jangan sampai orang lain tau masalah kalian, karena masalah yang ada pada kalian harus kalian selesaikan bersama, bukan lewat kami. Kami hanya membantu dan membimbing saja, jadi tanggung jawabnya ada pada kalian semua buat keluarga tetap harmonis" kata Mama, sambil memeluk keduanya.


"Bener kata Mama, kalau ada masalah kalian selesaikan secara bersama-sama, jangan bawa orang lain buat ikut. Belajar menyelesaikan masalah itu sendiri dengan keluarga kalian sendiri, karena bukan Papi, Mami, Bapak dan Mama yang menyelesaikan masalah kalian nanti, tapi kalian sendirilah yang menyelesaikan masalah kalian" kata Mami.


"Dah peluknya, Mama gak bisa nafas kalau kalian meluk Mama terus" kata Mama.


"Iya Ma, maaf" kata Fida.


"Dah sekarang Mama mau pulang" kata Mama.


"Cucu Mama mau ikut gak nih sama Mama tua ke desa naik mobil."


"Tuh naik mobil, mau ikut gak" kata Fariel.


"Nanti repotin Mama disana" kata Fida.


"Gak papa, kan yang repotin cucu sendiri, gak masalah" kata Mama.


"Itu mau ikut kesana, sama Mama itu" kata Fariel.


"Yuk ikut Mama tua" kata Mama.


Langsung Aya pindah tangan ke Mama tua.


"Baju sama ganti Aya gimana" kata Fida.


"Kan ada ganti Aya di sana, gak usah takut, nanti biar Mama beli baru buat Aya" kata Mama.


"Iyakan cucu Mama yang cantik."


"Dah sekarang salim dulu sama Mama, Bunda, dan Ayah, juga Papi dan Mami."


Langsung menyalami mereka berganti tak lupa dicium Pipi Aya bergantian.


"Hati-hati dijalan Ma" kata Ervi.


"Iya, tenang aja" kata Mama.


"Dada semuanya."


"Permisi ya."


"Iya, hati-hati" kata Papi.


"Cucu Mami jangan nakal ya" kata Mami.


"Iya Mami" kata Mama, dengan suara anak kecil


"Assalamu'alaikum."


"Waalaikumsalam" jawab kami semua.


"Yuk kekamar buat ganti dan istirahat, kalian juga harus mandi dan makan" kata Papi.


"Nanti gak usah dandan lagi istirahat aja, kalau ada tamu nanti biar urusan Papi dan Mami aja, kalian istirahat buat besok lagi aja."


"Iya Pi" kata Fariel, Fida, dan Ervi.

__ADS_1


"Yuk kekamar" kata Mami.


Kami langsung berjalan kekamar, Ervi dan Fida berjalan sambil dibantu perias dibelakangnya yang memegangi bagian gaunnya.


__ADS_2