
"Udah lepas pelukannya" kata Fariel.
"Mas mau mandi lagi dan ganti baju."
"Bau iler dan ingus nih punggung mas nih."
Ervi memukul punggungku.
"Hahahahaha" kata Mami.
"Bau kotoran kambingnya enggak, tapi bau ingus dan ilernya adek iya ya nak, bau kambing kalah sama bau itu."
"Ihhh Mami mah" kata Ervi.
"Hhihihi" kata Mami.
"Dah ah lepasin" kata Fariel.
"Mas mau mandi, risih nih baju mas basah punggungnya, mana agak kental lagi basahnya, licin lagi, kalau kelamaan nanti jadi kerak kaya upil."
"Iih mas jahat" kata Ervi.
"Mi ijin ya, aku tanggung jawab, daripada lama" kata Fariel.
lalu aku berdiri dan balik badan lalu ku gendong Ervi sampe kedepan pintu belakang.
"Dah sekarang turun dan lepaskan tangannya."
Ervi malah menutupi mukanya dengan bajuku.
"Anak Mami turun" katq Mami.
"Tuh disuruh Mami buat turun" kata Fariel.
"Turun ya, atau gak jadi jalan-jalannya."
"Atau mau mas lemparkan kkekolam."
Malah Ervi makin erat.
"Ohhh nantangin mas nih" kata Fariel.
Aku berjalan kekolam renang yang ada dibelakang didekat taman ini, kolam renang hanya untuk pajangan karena gak ada yang pake buat berenang, tapi airnya jernih dan bersih.
"Lepas gak nih."
Gak ada tanda-tanda mau lepas, dan aku langsung loncat, dan byurrrrrr.
"Ehhh alam malah beneran nyebur, kirain hanya mau becandaan" kata Mami.
"Gimana, mas gak bohong kan" kata Fariel.
"Adek juga belum mandi kan, disini berarti adek mandinya. "
"Ihhh mas jahat banget, masa adek diceburin kekolam renang" kata Ervi.
"Kan jadi basah semua."
"Tadi yang gak mau lepasin sapa, makanya dengan ini biar lepas" kata Fariel.
"Sekarang nikmati mandi dengan berenang."
__ADS_1
"Kalau berani lawan mas berenang dari ujung sana sampai ujung sini, lalu balik lagi kesana."
"Yang kalah traktir makan nanti pas jalan-jalan, apa saja yang dimakan harus dibayar."
"Oke deal, siapa takut" kata Ervi.
"Nih handuk kalian, cepetan naik, jangan berendam" kata Mami.
"Nah karena ada Mami, Mami jadi wasitnya" kata Fariel.
"Bentar Mi, mau tanding dulu berenang dari ujung sampai sini, dan balik lagi kesana, yang kalah bakal bayarin makan dan nyuci piring selama sebulan setiap malam ataupun pagi."
"Oh oke, kalau gitu Mami bakal semangat buat jadi wasitnya" kata Mami.
"Mi hitung sampai tiga ya Mi" kata Fariel.
"Mas siap-siap jadi tukang cuci piring, dan bayarin makan adek" kata Ervi.
"Yakin loh bisa menang" kata Fariel.
"Yakin lah, jangan salah gini-gini atlit nih" kata Ervi.
"Iya atlit cemberut, dan lari, lari dari rumah" kata Fariel.
"Dah siap, Mami hitung, satu dua tiiiga" kata Mami.
Aku dan Ervi langsung loncat, byurr.
Kami berenang dari sini sampai ujung dan balik lagi sampai kesini lagi.
"Siapa yang menang Mi" kata Ervi.
"Gak usah nanya, kalau kalah ya kalah aja, bakal jadi tukang cuci piring sebulan, asik makan gratis selama sebulan, gak beli beras dan sayuran" kata Fariel.
"Emang yang menang mas ya Mi" kata Ervi.
"Iya, yang menang itu masmu, kamu kalah dek" kata Mami, dengan tersenyum.
Dan aku memberikan jempol pada Mami.
"Pasti mas curang" kata Ervi.
"Lah curang gimana, kan ada saksinya tuh Mami" kata Fariel.
"Mami kan bisa aja kong kalikong sama mas biar adek kalah" kata Ervi.
"Pokoknya sekali lagi tanding, kita nyelam, siapa yang paling lama."
"Kalau adek menang berarti batal nyuci dan traktir."
"Kalau mas yang menang apa dong" kata Fariel.
"Bebas apa aja" kata Ervi.
"Oke kalau gitu, berangkat kuliah naik ojek, pulang juga, gak boleh nolak, motor mobil disita kuncinya sama mas" kata Fariel.
"Selama sebulan."
"Dan satu lagi, bangun pagi dan masak buat sarapan bareng masaknya sama bibi didapur, juga belanja kepasar kalau sore dan minggu pagi."
"Oke deal" kata Ervi.
__ADS_1
"Ada apa sih kok kayaknya seru banget ini" kata Papi.
"Ituloh Pi ada yang lagi tanding" kata Mami.
"Tadi yang pertama adek kalah, hukumannya tiap pagi atau malam nyuci piring dan traktir masnya makan selama sebulan."
"Sekarang mau tanding lagi."
"Kalau mas kalah hukuman adek hilang."
"Kalau ade yang kalah lagi, siap-siap setiap pagi masak dan berangkat kuliah naik ojek, juga kepasar setiap hari, dan kalau minggu kepasar pagi."
"Wah makin seru nih bakalan nih" kata Papi.
"Sekarang kan ada Papi dan Mami, jadi kan gak mungkin bohongin adek, kan ada dua wasit" kata Fariel.
"Oke, kali ini adek gak akan kalah dari mas" kata Ervi.
"Adek bakal menghapus semua hukuman itu."
"Coba aja kalau bisa" kata Fariel.
"Pi, Mi, tolong jadi wasit ya, biar tau siapa yang menang" kata Fariel.
"Sipp" Papi dan Mami mengacungkan jempol.
"Cepetan, siap" kata Mami.
"Satu dua tiga" kata Papi dan Mami.
"Ayok ayok adek ayo, ayo nak Fariel ayo ayo" kata Papi dan Mami, dengan semangat.
Setelah beberapa bdetik didalam air Ervi langsung keluar kepalanya dari dalam.
Setelah beberapa detik Ervi keluar baru aku keluar dari air.
"Gimana masih yakin bisa menang, apa mau yang lain" kata Fariel.
"Mulai besok hukuman nya dimulai."
"Yah anak Papi kalah" kata Papi.
"adek siap-siap naik ojek ya besok, nanti Mami kasih nomer tukang ojeknya biar bisa langganan selama sebulan buat ngantarin kamu berangkat kuliah dan pulang kuliah" kata Mami.
Sedangkan Ervi malah cemberut dengan bibir bawah maju kedepan.
"Mas mau mandi lagi" kata Fariel.
"Siapkan uangnya buat makan selama sebulan."
"Dah lapar nih, bakal makan banyak nanti, makan apa aja ya nanti yang enak-enak dan mahal-mahal."
"Dada adek."
"Jangan kelamaan cemberut, nanti bibirnya jatuh dimakan ikan."
Dan aku langsung naik dari kolam renang dan merjalan untuk mengambil handuk atau kimono atau baju handuk, lalu masuk, sebelum masuk.
"Makasih Mi" kata Fariel.
"Iya" kata Mami.
__ADS_1
"Dah sana masuk, mandi terus ganti baju lagi" kata Papi.
Dan aku masuk kedalam dengan perasaan bahagia hari ini.