Dua Istri Tercinta

Dua Istri Tercinta
Rambut rontok


__ADS_3

Balik lagi ke posisi aku ya.


Sesampainya di minimarket, langsung aku masuk menyapa mereka semua.


"Malam, apa sudah pada makan" kata Fariel, tanyaku pada mereka.


"Sudang Bang, tadi secara bergantian" ucapnya.


"Oh oke, saya tinggal dulu ya" kata Fariel.


Dan mereka hanya ngangguk.


Dan aku pun masuk keruangan menejer.


"Assalamu'alaikum" kata Fariel.


"Waalaikumsalam" jawab keduanya.


"Apa boleh saya lihat laporannya" kata Fariel.


"Ohh tentu boleh Bang, sebentar" kata f.


"Ini Bang laporannya" kata L.


"Oke, saya bawa dulu ya sebentar, mau saya pelajari" kata Fariel.


"Oh ya silahkan" kata f, L.


Akupun langsung keluar, dan masuk kekamar untuk mengecek laporan beberapa hari yang lalu.


"Wah banyak banget, ini mah sehari gak bakalan selesai, kirain gak sebanyak ini laporannya" kataFariel.


"Banyak banget nama barang-barang yang dibeli dan terjual, kalau ngitung satu-satu sendirian bisa sampai pagi mah ini".


"Ini laporan kemaren aja sampai segini banyak dalam seminggu, berapa jumlah barang masuk dan terjual. Apalagi kalau ngecek sebulan, bisa rontok rambutku, bisa-bisa langsung botak dalam waktu seminggu".


"Coba aja dulu deh sapa tau bisa".


Langsung ku cek beberapa bagian pengeluaran untuk pembelian berbagai macam barang.

__ADS_1


"Ini aja sampai ratusan bahkan ribuan nama barang yang terbeli dalam minggu ini. Harus kuhitung semuanya ini, benar atau enggaknya jumlah pengeluarannya".


Setelah baru satu jam ngecek laporan tapi belum selesai hanya baru 25persen saja sudah terasa lelah leherku.


"Duh baru beberapa menit dah pegel nih leher, apalagi kalau sampai berjam-jam, bisa copot nih tulang" sambil memijat leher belakang.


"Lanjut besok aja deh".


Setelah ngecek laporan dan ngomong sendiri langsung keluar menuju ruangan menejer.


"Assalamu'alaikum" kata Fariel.


"Waalaikumsalam" jawab mereka.


"Ini saya kembalikan, ku lanjutkan besok aja" kata Fariel.


"Iya Bang" kata f.


"Kalau ngantuk minum kopi, saya duluan ya" kata Fariel.


"Iya Bang, silahkan" kata f.


"Ini" kata Fariel, sambil menyerahkan dua bungkus snack dan selembar uang.


"Ini kembaliaanya Bang" kata h.


"Makasih" kata Fariel, sambil menerima snack dan uang kembaliannya.


"Kamu dah makan belum, kok lesu bener" kata Fariel.


"Sudah, tapi gak papa" kata Tania.


"Kamu lagi sakit ya" kata Fariel.


"Enggak kok" kata Tania.


"Coba sini bentar" kata Fariel.


"Bgapain" kata Tania.

__ADS_1


"Udah sini aja dulu" kata Fariel.


Dan Tania langsung keluar dari meja kasir menuju ke depanku.


"Tuh kan badanmu panas" kata Fariel, sambil mengecek keningnya yang panas.


"Iya Bang dari tadi panasnya, sudah kami suruh istirahat untuk duduk tapi tetap gak mau. Malah tetap ngotot kerja aja" kata c.


"Yuk ikut aku kedalam, atau mau saya antar pulang" kata Fariel.


"Gak usah, minum obat aja juga bisa reda panasnya kok" kata Tania.


"Ya udah duduk didalam, gak ada penolakan, kalau mau sehat nurut sama saya, gak akan saya apa-apain. Jadi kamu gak usah takut, yuk" kata Fariel.


Tania pun langsung mengikutiku menuju tempat makan.


"Sini duduk dulu" kata Fariel.


Dan Tania pun duduk, aku langsung buat minum teh hangat buat tania dan kopi untukku.


"Nih minum tehnya, selagi masih hangat" kata Fariel, sambil meletakan teh didepannya.


Tania hanya ngangguk.


"Ini snacknya dimakan, atau mau makan roti" kata Fariel.


"Gak usah" jawabnya pelan.


"Tania bawa motor" kata Fariel.


"Enggak, kami semuanya naik ojek" kata Tania.


"Kalau gitu saya antar pulang ya" kata Fariel.


"Gak mau, di kos nanti sendirian, takut" kata Tania.


"Masa udah besar takut. Yaudah nanti kalau ada yang mau nemenin kamu di kos, nanti pulang aja ya. Biar kuantar, gak boleh nolak".


"Kamu tunggu disini sebentar ya" kata Fariel.

__ADS_1


__ADS_2