
Setelah selesai dengan Shalat berjamaah bersama, mereka kembali menuju tempat aku dirawat.
"Bu, Pak, tadi Aden sudah dipindahkan keruangan biasa, dan sudah boleh dijenguknya" kata Bibi.
"Oh ya" kata Mama, dengan senangnya.
"Makasih ya Bi, dipindahin kemana ya Bi" kata Mami.
"Ruangan yang sebelah sana buk, ruangan yang lebih besar dan ada fasilitas yang lebih Bu" kata Udin, sambil menunjuk ruangan VVIP.
"Makasih, kalu gitu kami mau lihat anak saya dulu ya Bu, Pak" kata Bapak.
"Iya silahkan, nanti kami nyusul, saya mau ke ruangan Dokter dulu" kata Papi.
"Pa, Mah, Ervi ikut" kata Ervi, sambil nyengir kuda.
"Iya, ayuk nak" kata Mama.
"Ih manjanya" kat Fida.
"Biarin, sirik bilang" kata Ervi.
"Bossss" kata Mama dan Ervi.
"Aduuuh kompaknya" kata Bapak.
"Nak Fida mau ikut juga, ayuk" kata Mama.
"Boleh Ma" kata fida.
"Boleh dong, kan mau jenguk adek kamu juga" kata Bapak.
"Yuk masuk" kata Mama.
Dan mereka pun masuk kedalam kamar. ketika masuk Ervi langsung nyerobot duluan duduk disamping masnya.
"Mas, ini adek ada disini sama Mama dan Bapak kamu juga, dan kakak juga ada nih, mas ayuk bangun, adek kan kangen sama mas, pengen ngobrol, mas harus kuat ya, dan cepatan bangun, kan mas janji mau ngajak adek lihat desa dan kebun mas di pegunungan" kata Ervi.
"Iya nak, Mama juga kangen sama hal yang sering kita lakukan kalau lagi bertiga, apalagi sekarang ada adek dan kakak kamu, jadi cepetan bangun biar bisa ngobrol kumpul bareng, Mama gak bakal marahin kamu tentang rambut kamu kok, Mama sudah maafin kamu, karena adek kamu tadi sudah cerita kalau nanti jangan marahin masnya karena rambutnya sudah diwarnain, dan yang warnain itu adek kamu ini" kata Mama.
"Bapak juga kangen sama kamu, kamu yang selalu ceria, tak pernah mengeluh, walaupun suka jail sama Bapak dan Mama kamu, tapi kami gak pernah marah, karena itu semua adalah keharmonisan kelurga kita" kata Bapak.
"Iya dek, kakak juga kangen sama kamu, kan adek janji sama kakak bakal nemenin kakak jalan-jalan sama dede bayi juga" kata Fida.
"Tuh dengarin mas, mereka sangat sayang dan rindu dengan mas, apalagi adek".
"Adek tuh rindu banget sama mas, sehari gak ketemu sama mas gak liat mas rasanya ada yang kurang, tapi gak tau itu apa, dan ternyata itu mas yang selama ini ade rindukan".
"Mas harus cepatan bangun dan sadar ya, nanti adek bakal gak minta yang aneh-aneh lagi, dan gak bakal manja lagi" kata Ervi.
"Yakin gak manja lagi" kata Fida.
"Iya dong kak" kata Ervi.
"Berarti motor sport yang ada digarasi boleh dong kakak jual buat keperluan kamu kuliah" kata Fida.
"Kalau itu gak boleh, itu gak bakal ada yang boleh dijual titik" kata Ervi.
"Udah dong ributnya, kasian nanti anak Mama terganggu karena kalian ribut" kata Mama.
"Maaf Mah" ucap berdua.
"Iya, jangan diulangi lagi ya, kalau mau bicara sedikit keras diluar aja, kalau masalah itu Mama gak bisa bantu apa-apa, karena itu bukan hak Mama untuk ikut campur urusan kalian" kata Mama.
Dilain sisi Papi dan Mami yang berada di ruangan Dokter.
"Gimana Dok keadaan anak saya" kata Mami.
__ADS_1
"Semunya sudah baik-baik saja Bu" kata Dokter.
"Sebenarnya anak saya sakit apa sih Dok" kata Papi.
"Hanya ada sedikit seperti daging yang mengeras seperti telor dan itu terletak tepat dibagian paha atas, itu yang membuat terasa sakit saat berjalan" kata Dokter.
"Tapi sekarang sudah aman, semua sudah kami keluarkan, jadi bisa kembali normal saat beraktivitas nantinya".
"Biasanya itu disebabkan karena apa ya Dok" kata Mami.
"Bisa jadi mungkin karena benturan yang pas dibagian itu, dan makanan yang dikomsusinya itu juga bisa terjadi" kata Dokter.
"Terus untuk yang sekarang gimana Dok, apa nantinya bakal terjadi hal yang sama jika mengkonsumsi makanan yang tidak teratur" kata Mami.
"Itu bisa juga iya bisa juga tidak".
"Untuk sementara jangan diberikan makanan yang berlemak tinggi dan banyak mengandung makanan berminyak, bermicin, atau juga mie instan, usahakan makananya dibanyakin sayur-sayuran dan daging juga boleh atau ikan, tapi harus dimasak dengan kering atau dibakar biar gak terlalu banyak minyak".
"Hanya itu saja Bu, Pak" kata Dokter.
"Makasih Dok, kalau gitu kami permisi dulu" kata Papi.
"Iya, silahkan" kata Dokter.
Papi dan Mami pun berdiri dari duduknya lalu keluar dari ruangan Dokter, lalu mereka berjalan menuju ruangan dimana aku dirawat.
"Tok tok tok".
"Assalamu'alaikum" ucap berdua.
"Waalaikumsalam" jawab berempat.
"Gimana keadaanya, apa sudah ada tanda akan siuman" kata Mami.
"Sudah Bu, hanya ada gerakan jari tangannya sedikit" kata Mama.
"Sokter hanya bilang, mungkin karena terkena benturan dan sedikit pula dari makanan yang dikomsusinya, seperti mie instan" kata Mami.
"Tapi semuanya sudah aman kok Bu, hanya boleh makan tapi harus jangan yang terlalu berminyak, terutama dengan mie instan, dan kalau untuk daging dipanggang kering ataupun boleh dimasak juga, tapi harus benar-benar kering tak berminyak".
"Untuk sayuran bebas, asal jangan terlalu banyak micinnya aja".
"Oh, kalau makanan memang dia gak pernah palah pilih selama ini, tapi kalau mie kami memang jarang mengkonsumsi nya" kata Bapak.
"Kami juga gak suka dengan mie yang dijual itu".
"Mungkin waktu dia kerja sama yang lain kali Bu, Pak" kata Papi.
"Bisa jadi sih" kata Bapak.
"Yuk kita duduk disana Pak" ajaknya
"Iya boleh, sambil minum kopi kayaknya pas nih sambil ngobrol" kata Papi.
"Boleh juga, tapi kayaknya saya gak minum lagi deh, dah dua kali hari ini minum kopi, takut kembung nanti" kata Bapak.
"Oh iya, saya juga lupa, kalau gitu minum air putih biasa yang anget atau susu kayaknya oke" kata Papi, sambil duduk.
"Kalau gitu susu aja, biar pas sambil makan roti" kata Bapak.
"Kak buatkan minum ya, susu tanpa gula dua, untuk Papi dan Bapak juga" kata Papi.
"Iya Pi" kata Fida
"Nak gak usah, biar Bapak aja yang buat, kamu lanjut duduk lagi aja, kamu kan udah seharian belum istirahat, lebih baik kamu istirahat aja biar kandungannya tetap sehat" kata Bapak.
"Gak papa pak" kata Fida.
__ADS_1
"Sudah kamu istirahat aja, Bapak kan gak mau lihat kamu kecapean juga, kamu dah jagain adek kamu anak Bapak seharian, belum tidur siang juga, lebih baik kamu istirahat dulu, dan tidur" kata Bapak.
yang memang ada ranjang kosong satu untuk tidur diruangan ini.
"Tapi Pak" kata Fida.
"Sudah sana istirahat aja, kalau kamu sayang sama anak kamu, lebih baik kamu nurut sama Bapak ya" kata Bapak.
"Iya Pak, kalau gitu saya istirahat ya Pak, Pi" kata Fida.
"Iya" jawab berdua.
"Ya udah sana tidur, dan minum air putih dulu ya" kata Papi.
"Iya Pi, ini Fida bawa kok minumnya" kata Fida. sambil menunjukkan minumnya dalam kemasan botol.
"Nih Pak minumnya, silahkan dinikmati" kata Bapak.
"Makasih sudah dibutin nih, jadi gak enak" kata Papi.
"Kaya sama siapa aja, saya kalau dirumah juga seperti ini, suka masak dan buatin minum untuk istri dan anak juga, jadi Bapak gak usah sungkan sama saya" Bapak.
"Dulu saya juga gitu, tapi sekarang kalau minum selalu dibutin" kata Papi.
"Iya, Bapak kan sibuk dengan kerjaan kantor dan usaha-usaha yang lain yang dikerjakan dirumah juga" kata Bapak.
"Iya juga sih, makanya saya minta bantuan anak Bapak untuk membantu ku" kata Papi.
"Iya silahkan aja, jika anak bisa, saya bersyukur, tapi kalau gak bisa harus dibimbing dulu, anak saya kan hanya lulus SMK, dan pengalaman kerja aja belum ada, kecuali pengalaman tentang nyangkul dan jadi kuli" kata Bapak.
"Ah, bapak suka merendah nih, anak bapak justru hebat loh, bahkan waktu pertama membantu saya dia sudah tau semuanya tanpa bertanya satupun, aku aja samapai heran karena semuanya pas dan sesuai yang dia ucapkan" kata Papi.
"ya dia memang dulu selalu juara kelas dari SMP sampai SMK kalau di SD hanya beberapa kali saja, bahkan sejak masuk SMK dia itu suka ke kebun ketika sepulang sekolah untuk nanam cabe daripada main keluyuran" kata Bapak.
"Wah berarti anak Bapak hebat, bisa belajar mandiri sejak masih sekolah buat bantu orang tua" kata Papi.
"Ya gitulah anak saya, sebenarnya saya dan istri saya ingin sekali memanjakan, seperti memberikan barang yang diperlukan, tapi dia selalu menolaknya, bahkan ketika saya belikan sepeda baru, dia bilang untuk apa beli sepeda baru, seken aja biar uangnya bisa ditabung untuk keperluan lain".
"bahkan sampai sekarang pun sama, dia beli motor dari hasil kerja kerasnya nanam cabe sepulang sekolah, bahkan saya dan istri saya hanya bisa membantunya dengan doa saja, soalnya saya belikan gak mau dipakai, katanya mau makai yang hasil dari keringat sendiri" kata Bapak.
"Wah Bapak bener-bener beruntung punya anak yang tak pernah menyusahkan orang tuanya, saya jadi makin bersemangat untuk dijadikan anak bapak sebagai keluarga kami juga" kata Papi.
"Tapi doa dan dukungan juga lebih baik, daripada sama sekali tidak, karena doa juga itu perlu".
"Silahkan jika anak saya mau, karena saya gak ada hak untuk mengatur kehidupan masa depan nya yang bisa membuat dia bahagia" kata Bapak.
"Wah kok gak sadar ya sudah mau masuk Shalat Ashar" kata Papi.
"Iya, perasaan baru beberapa menit kita berbincang, kok sudah Ashar aja" kata Bapak.
"Kalau gitu kita Shalat dulu yuk, biar bergantian dan ada yang jagain juga" kata Papi)l.
"Iya mari" kata Bapak.
"Ma kami mau Shalat Ashar dulu, biar gantian aja, biar nanti tetap ada yang jaga juga" kata Bapak.
"Iya Pak, nanti kami gantian juga, atau kami juga bisa Shalat disini juga" kata Mama.
"Iya, disini kan bisa untuk Shalat juga" kata Mami.
Yang memang ruangannya cukup besar karena ada ranjang lain juga, beberapa tempat duduk dan meja, kamar mandi, dan TV juga ada, bahkan AC.
"Ya udah kami duluan ya" kata Bapak.
"Assalamu'alaikum".
"Waalaikumsalam" jawab berdua, karena yang lain sedang tidur.
__ADS_1
Dan Papi juga Bapak langsung menuju Mushola.