
Setelah beberapa menit tanpa suara tiba-tiba yang ditunggu pun datang juga.
"Assalamu'alaikum Den" kata Udin.
"Waalaikumsalam" jawab kami berdua.
"Tadi kata bapak saya disuruh kemari oleh Aden, ada apa ya" kata Udin.
"Ohh iya bener. Tadi saya yang nelpon Papi, untuk nyuruh kamu kemari bawa mobil" kata Fariel.
Pak Udin hanya ngangguk.
"Pak Udin tolong antarkan dia pulang ke kosnya sekarang, karena dia lagi kurang sehat" kata Fariel.
"Baik Den, mari" kata Udin.
"Pak tolong bawakan ini ya" kata Fariel.
"Baik Den" kata Udin, sambil mengambil bingkisan yang ada dimeja.
"Yuk, biar kubantu" kata Fariel, sambil mencoba membantu Tania berdiri.
"Jalannya pelan-pelan saja ya" ucapku sambil memapah Tania, karena gak mungkin suruh jalan sendiri, bisa-bisa jatuh.
Dan akupun memapahnya sampai kesamping mobil yang akan mengantarkan nya pulang, dan kemudian Pak Udin langsung membuka pintunya.
"Ayok masuk, pelan-pelan aja" kata Fariel,
setelah tania duduk aku langsung keluar.
"Bentar ya Pak" kata Fariel.
"Iya Den" kata Udin.
Aku langsung masuk menuju kasir.
"Ayok, dah di tungguin" kata Fariel.
"Iya bang" kata c, lalu keluar mengikutiku dari belakang.
"Dah sana masuk" kata Fariel.
"Tolong dijagain ya, kalau ada apa-apa telpon ke nomer ku, mana hpmu".
Dan si c langsung memberikan hpnya padaku, lalu ku catat nomerku dan kusave.
"Ini nomer nya, kalau ada apa-apa hubungi aja" kata Fariel.
__ADS_1
"Baik Bang" kata c.
"Pak titip mereka ya. Tolong antarkan sampai depan kosnya, dan nanti mampir ke Kilinik untuk berobat dulu, ini uangnya. Kalau gak mau paksakan aja, karena ini demi kesehatannya juga. Karena aku gak mau pegawaiku ada yang sakit dan menolak untuk berobat" kata Fariel.
"Baik Den, akan saya laksanakan" kata Udin.
"Ya udah sana" kata Fariel.
Dan Pak Udin langsung membawa mobilnya untuk mengantarkan mereka pulang.
Setelah itu akupun masuk kedalam menuju ruangan menejer.
"Tolong satu orang bantu di kasir ya, kalau sedang rame. Soalnya mereka berdua saya suruh pulang karena kurang sehat, jadi nanti tolong bantu dikasir" kata Fariel.
"Baik Bang" kata F, L bersamaan.
Akupun langsung menuju ruang makan dan ketika sampai.
"Loh kok kopiku habis, perasaan belum pun aku minum sedikitpun, kenapa gelasnya kosong, gak mungkin gelasnya bocor. Terpaksa deh harus buat lagi, duhhhh nasib" ucapku dalam hati.
Lalu kucuci gelas bekas Tania dan kopi, kemudian baru buat kopi lagi, setelah kopinya jadi dan duduk.
"Kemana snack ku ya, wah kayaknya terbawa juga, wah gini amat nasibku, masa harus beli lagi, duh aduh" sambil mengusap-usap keningnya.
Dan akupun jadi harus beli snack lagi, setelah terbeli kembali minum kopi. Tiba-tiba ada suara panggilan video masuk di hpku.
"Hallo Assalamu'alaikum" kata Fariel.
"Gak sih, cuman lagi duduk aja, ada apa ya tumben VC, biasanya cuma ngechat, apa kangen ya" kata Fariel, godaku.
"Kenapa malah nunduk".
"Bu bu bukan gitu, hanya beberapa hari ini gak liat kamu di tempat kerja aja" kata Ervi.
"Ohhh itu. Aku lagi ada kerjaan lain, emang kenapa kalau aku gak ada disitu" kata Fariel.
"Eeemmm" kata Ervi.
"Kangen".
Hehehe bisa aja. Kangen sama orang nya pa cuman disuruh bantuin bawa motor nih" kata Fariel.
"Orangnya dong" kata S.
"Suaranya siapa tuh" kata Fariel, tanyaku.
"Ini Mamiku, habis curhat tadi" kata Ervi.
__ADS_1
"Dah malam emang belom mau tidur apa" kata Fariel.
"Belom ngantuk, paling bentar lagi" kata Ervi.
"Oh gitu. Jangan kemaleman tidurnya, gak baik loh buat cewek begadang" kata Fariel.
"Iya, kamu juga jangan kemaleman tidurnya" kata Ervi.
"Iya, ini bentar lagi juga tidur, lagi beres-beres dulu" kata Fariel.
"Hari minggu kemana" kata Ervi.
"Gak tau sih, kayaknya dirumah kalau gak ke kebun sih, kenapa emang" kata Fariel.
"Eeeee gak papa" kata Ervi.
"Oohh kirain mau ngajak jalan" kata Fariel.
"Emmm iya" kata Ervi sambil tersenyum malu.
"Tapi gak janji ya. Atau mungkin lain waktu aja kali ya, kalu gak sibuk" kata Fariel.
"Iya" kata Ervi.
"Atau sore juga bisa sehabis kerja" lanjutnya.
"Bisa juga. Kalau dapat izin pulang sedikit lebih cepat dari bos" kata Fariel.
"Oke, kalau ada waktu kabarin" kata Ervi.
"Iya, kalau gak lupa aja ya" kata Fariel.
"Ya udah, aku mau tidur dulu, Assalamualaikum" kata Ervi.
"Iya, Waalaikumsalam, jangan lupa berdoa" kata Fariel.
Dan vc pun langsung dimatikan.
Gak terasa waktu juga sudah malam, dan waktunya untuk pulang, dan mereka juga sudah mulai kemas-kemas barang bawaannya untuk pulang dan memberikan beberapa laporan barang yang terbeli hari ini.
Akupun langsung keluar menuju kamar untuk ngambil kunci motor dan lalu keluar gedung.
"Sudah semuanya keluar, gak ada yang tertinggal kan" kata Fariel.
"Gak ada Bang, semuanya sudah keluar dan gak ada yang tertinggal" kata L.
"Ya udah kalau gitu saya duluan" kata Fariel.
__ADS_1
"Iya Bang" jawab mereka semua.
Dan aku langsung lets go pulang.