
Begitu ketemu dengannya sudah berbeda, yang tadi memakai keranjang biasa sekarang malah menjadi troli atau keranjang dorong.
"Banyak banget jadinya" kata Fariel.
"Anak Ayah ambil apa aja ini, kok sampai sebanyak ini."
"Dadan" kata Aya, sambil meraih apa yang ada didepan dan dimasukkan kekeranjang yang didorong pegawai tokonya.
"Dah ya, nanti enggak muat keranjang motor Ayah kalau kebanyakan" kata Fariel.
"Belinya besok lagi aja ya, sekarang dah dulu."
"Enggak au" kata Aya, sambil memasukan apa yang berhasil didapatnya.
"Ini kan bukan jajan, ini apaan" kata ariel.
"Itu masker wajah Pak" kata Pe.
"Ini banyak banget, bukan jajan mah ini, bukan makanan" kata Fariel.
"Nanti bisa dikembalikan jika tidak jadi dibeli Pak" kata Pe.
"Dah ya, nanti dimarah Bunda sama Mama kalau belinya kebanyakan" kata Fariel.
Seketika Aya langsung cemberut ketika dengar nama Mama dan Bunda disebut, mukanya langsung menunuduk dan mulut dikerucut atau maju kedepan, yang justru membuat jadi gemes bagi yang melihat nya dan akan tersenyum pastinya.
"Dah ya, sini Ayah gendong sini" kata Fariel.
Hanya gelengan kepala dan sambil menunjuk pada rak yang berisi roti.
"Pilih satu aja ya" kata Fariel.
"Ambil mana yang suka, jangan semua"
Tiba-tiba HP berbunyi lagi.
"Halo Assalamu'alaikum" kata Fariel.
"Waalaikumsalam" kata Ervi.
"Ada apa lagi" kata Fariel.
"Roti keju satu. Wassalam" kata Ervi.
"Iya" kata Fariel.
"Waalaikumsalam."
Melihat Aya yang kembali asik memasukan roti dalam keranjang, yang dah beberapa macam dan jenis dalam kemasan.
"Kok banyak banget" kata Fariel.
__ADS_1
"Kan Ayah bilang satu aja, kenapa malah ambil satu satu semuanya."
"Dah ya, jangan ambil lagi ya anak Ayah ya" kata Fariel.
"Dah cukup ini aja ya."
"Kita pulang yuk, nanti Bunda sama Mama nyariin."
"Enggak au" kata Aya.
Tiba-tiba ada panggilan masuk lagi
"Iya hallo" kata Fariel.
"Kejunya yang mozarella" kata Ervi, langsung ditutup.
"Hemmm" kata Fariel.
"Waalaikumsalam."
"Dah yuk kita hitung aja yuk, kita bayar yuk" kata Fariel.
"Kasian tuh Kakak tuh harus ngikutin kamu terus, dia kan juga harus kerja lain, harus bantuin yang lain juga."
"Dah ya anak Ayah yang cantik."
Tiba-tiba ada panggilan lagi.
"Hallo, apaan lagi sih" kata Fariel.
"Masih ada yang yang kurang."
"Ada yang ketinggalan pesanannya."
"Bilang aja apa aja yang kurang, jangan lama-lama, biar sekalian."
"Assalamu'alaikum" kata Mami.
Langsung kulihat dilayar HP yang tertulis nama Mamiku.
"Assalamu'alaikum" kata Mami.
"Kok enggak dijawab."
"Waalaikumsalam" kata Fariel.
"Ma af Mi."
"Kirain tadi Bunda Aya."
"Kamu dimana emang" kata Mami.
__ADS_1
"Kok kayaknya sedang lagi disuruh-suruh."
"Lagi ditoko, nyari es buah sama buah-buahan juga roti" kata Fariel.
"Sekalian juga nemenin Aya yang lagi borong jajanan satu keranjang penuh, sampai engak muat lagi tempatnya."
"Duh kasian Papa muda ini dikerjain istri dan anak seharian ini" kata Mami.
"Ada apa Mi nelpon" kata Fariel.
"Apa ada yang harus dibantu."
"Enggak ada, hanya mau nanya" kata MamiMami.
"Nanya apaan Mi" kata Fariel.
"Tadinya mau tanya, dah dibawa ke Dokter Obgyn pa belum" kata Mami.
"Eh taunya lagi disuruh-suruh sama kesayangannya."
"Maaf ya bikin kamu jadi repot gara-gara anak Mami itu."
"Iya, Mi" kata Fariel.
"Apa kamu kecapean, kok lemes gitu" kata Mami.
"Hanya bingung aja ini gimana bawanya, belanjaan segini banyak" kata Fariel.
"Niatnya hanya beli es doang malah jadi segini banyak."
"Tinggal aja disitu, nanti suruh orang rumah yang ambil kesitu" kata Mami.
"Atau Mami yang kesitu."
"Jangan Mi, Mamikan lagi sibuk, enggak usah kesini, biar nanti kutelpon Pak Udin atau siapa aja yang bisa ambil kesini" kata Fariel.
"Ya udah kalau gitu biar Mami telponkan Pak Udin biar kesitu ya" kata Mami.
"Iya Mi boleh" kata Fariel.
"Makasih."
"Iya, sama-sama" kata Mami.
"Ya dah ya, Assalamu'alaikum."
"Waalaikumsalam" kata Fariel.
"Kemana lagi anakku" kata Fariel, dalam hati.
"Wah bisa diborong sama tokonya kalau gini."
__ADS_1
Langsung bergegas mencari Aya yang entah lagi dibagian mana, sedang memilih apa.