
Kumencoba menghubungi Bapak dan Mama didesa yang diminta Fida buat menghubungi nya, karena ingin ngomong.
"Hallo Assalamu'alaikum Pak" kaya Fariel.
"Waalaikumsalam" kata Bapak.
"Tumben nelpon, biasanya kalau gak ditelpon gak pernah ngabarin disini."
"Semua sehat kan Pak" kata Fariel.
"Alhamdulilah sehat semuanya" kata Bapak.
"Kebetulan ini baru aja pulang dari kebun dan baru selesai mandi, disini hujan dari tadi."
"Situ hujan gak."
"Gak ada Pak, hanya kemarin aja sebentar" kata Fariel.
"Apa semuanya sehat disitu" kata Bapak.
"Alhamdulillah sehat Pak" kata Fariel.
"Oh ya Mama mana, ada yang mau ngobrol sama Mama nih, katanya kangen sama Mama alias sama peyek nya, sama orangnya enggak."
Dilempar nya batal kekepalaku oleh Fida.
"Ada ini habis makan, mau ngomong sama Mama" kata Bapak.
"Iya, tapi bukan aku, tuh kak Fida mau ngomong katanya" kat Fariel.
"Bentar ya" kata Bapak.
"Assalamu'alaikum anak Mama yang jarang ngasih kabar Mama disini, anak tega sama orang tua, gak mau pulang apa dah gak ingat jalan pulang" kata Mama.
__ADS_1
"Hehehehe, maaf Ma" kata Fariel.
"Anak Mama sehat kan" kata Mama.
"Sehat dong" kata Fariel.
"Kapan pulang, apa nunggu Mama jemput baru mau pulang" kata Mama.
"Nanti deh Ma, kalau urusan aku dah selesai dan kerjaan gak lagi menumpuk, alnya Papi dan Mami lagi keluar kota, makanya aku banyak kerjaan nih" kata Fariel.
"Apalagi harus ngurusin kak Fida nih yang habis lahiran."
"Anak Mama dah lahiran" kata Mama.
"Kok Mama gak dikabarin pas lagi mau lahirannya."
"Kan Mama pengen ada disamping nya, Mama pengen lihat cucu Mama, abis kamu lama gak mau ngasih cucu buat Mama."
"Mama mah gak ada pertanyaan yang lain apa selain menanyakan itu sama aku" kata Fariel.
"Mama dengar kamu dah setuju sama Ervi, jadi kapan."
"Mama tau darimana" kata Fariel.
"Anak mlMama lah yang ngomong, kan Mama sering telponan, hehehehe" kata Mama.
"Ya dah kalau gitu Mama sama Bapak sore ini turun ke kota buat lihat cucu, walaupun bukan cucu Mama sendiri tapi dah anggap Mama cucu Mama juga."
"Terserah Mama lah, nanti biar dijemput aja ya Ma kalau Mama memang mau kesini, jangan bawa motor, jalanan licin lagi musim hujan" kata Fariel.
"Eh mau tau gak nak musim ujan enaknya ngapain" kata Mama.
"Gak tau, apa makan yang anget-anget" kata Fariel.
__ADS_1
"Bukan itu anak dodol" kata Mama.
"Mama kok ngatain anaknya dodol sih, tega sama anak sendiri" kata Fariel.
Fida yang mendengar hanya ketawa kecil.
"Enaknya tuh kalau musim hujan begini itu buatin Mama cucu, itu yang enak" kata Mama.
"Mahhh" kata Fariel.
"Bener tuh kata Mama, musim hujan enknya buatin Bapak cucu, bukan hanya bucin dikamar" kata Bapak.
"Kalian mah nanya nya itu itu mulu, gak ada yang lain apa selain itu, hanya itu mulu pertanyaan Bapak dan Mama, kapan ngasih cucu" kata Fariel.
"Heran aku sama Bapak dan Mama."
"Makanya jangan lama-lama selagi Mama sehat, mlMama kan pengen gendong cucu dan ngajak main cucu" kata Mama.
"Mama juga pengen ngajak jalan cucu kemana-mana biar orang lain tau kalau Mama dah punya cucu yang bisa digendong, gak anak orang mulu yang Mama gendong."
"Iya nak, Bapak juga pengen dengerin cucu dirumah saat lagi nangis atau sedang tertawa" kata Bapak.
"Biar rumah ini rame dengan suara tangisan anak kecil, tapi anak kamu bukan anak tetangga mulu yang sering kemari nagis minta mainan, jajan, karena Bapak sering pinjem anak tetangga."
"Pokoknya kalau bisa tahun depan Mama dah punya cucu sendiri dari kamu, jadi Mama minta kamu segera menikah selagi Mama bisa berdiri menyalami para tamu yang hadir" kata Mama.
"Gak janji" kata Fariel.
"Harus janji dong, kan anak Mama hanya kamu yang terlahir dari rahim Mama, jadi Mama hanya mintanya kekamu bukan ke yang lain" kata Mama.
"Ada yang mau ngomong sama Mama, orangnya cemberut mulu tuh karena didiemin" kata Fariel.
"Ya dah kasihkan sama Fida biar Mama ngomong sama Fida, sapa tau cocok" kata Mama.
__ADS_1
"Iya Ma, bentar" kata Fariel.
Aku langsung memberikan pada Fida.