Dua Istri Tercinta

Dua Istri Tercinta
Teriak malam pertama


__ADS_3

Didalam kamar pengantin ini kami duduk bertiga dikanan kiri dan juga didepan hanya ucapan yang begitu sedikit keluar dari mulut kami ini.


"Kalian kalau dah ngantuk tidur duluan" kata Fariel.


"Iya" kata Ervi, jawabnya singkat.


"Aku belum ngantuk kok" kata Fida.


Kami kembali diam dengan waktu yang lumayan lama dengan posisi yang masih sama.


Aku juga hanya bingung harus berbuat apa agar kecanggungan ini bisa bilang.


"Kalau ngantuk jangan dipaksa buat begadang, tidur, aku gak akan macam-macam" kata Fariel.


"Iya" kata Ervi, jawabnya singkat lagi.


"Iya Da" kata Fida,yang juga menjawab dengan singkat.


Karena memang kami masih canggung dan hanya ucapan sedikit yang keluar dari mulut kami. Akhirnya aku mencoba mencairkan suasana yang canggung ini dengan naik keatas kasur dan merebahkan badanku.


"Ayok sini tidur" kata Fariel.


"Jangan saling diem kalau belum ingin tidur."


"Kita bisa ngobrol sebentar sampai beneran ngantuk dan tidur."


"Jadi ayo sini, rebahkan badan kalian."


"Iya Mas" kata Ervi, yang langsung naik keatas kasur dan merebahkan badannya disampingku dengan memunggungi.


"Iya Da" kata Fida, yang juga langsung merebahkan dan juga memunggungiku.


"Jangan saling memunggungiku dong" kata Fariel.


"Kaya lagi pada marahan aja."


"Mana nih yang biasanya manja, kok gak ada sekarang."


"Ayok sini mengahadpku, suami kalian, jangan nolak nanti dosa."


"Aku gak minta yang aneh-aneh dari kalian malam ini."


Ervi dan Fida langsung membalikkan badannya menghadap ku tapi dengan menunduk kan kepala nya.


"Jangan nunduk, lihat kemukaku" kata Fariel.


"Kalian pasti bingung, aku juga sama bingung mau ngelakuin apa, mau berbuat apa, jadi jangan bikin aku makin bingung."


"Sini tangan kalian" langsung menarik tangan dan kiri dari mereka.


"Peluk aku sekarang dah boleh dah sah, biasanya suka main curi meluk aku pas lagi tidur kan."


"Nah sekarang dah sah dah gak ada dosa jika ingin meluk aku sekarang."


"Bahkan mau nyium pipiku juga dah boleh, daripada nyuri-nyuri ciuman dan meluk, sekarang aja selagi aku minta dipeluk."


"Apaan sih" kata Ervi.


"Gak ada kok" kata Fida.


"Jangan dikira aku bodoh, aku sadar pas aku tidur di depan TV dengan kalian, kan kalian yang tiba-tiba meluk aku, nyium tanganku secara diam-diam" kata Fariel.


"Aku kan sebenarnya belum tidur, hanya ngetes aja apa yang akan kalian lakukan padaku saat aku tidur."


"Gak taunya eh malak melukin kaya bantal lalu dicium-cium tangannya."


"Ih gak kok" kata Ervi.


"Iya, gak kok" kata Fida.


"Jangan pura-pura lupa" kata Fariel.


"Tadi sore bukannya bilang iya, kan aku juga dengar apa yang kalian bicarakan sama tukang rias."

__ADS_1


"Berarti tadi dengar semua" kata Ervi.


"Uda nguping" kata Fida.


"Gak nguping, kan mau masuk balik ada yang kelupaan eh gak taunya lagi pada curhat" kata Fariel.


"Ya kelanjutkan dengarin apa yang kalian bicarakan, gak semua kok, hanya dikit aja."


"Ihh jahat" kata Ervi, sambil nyubit tangannku.


"Dasar" kata Fida, juga ikutan nyubit.


"Ampun dong ampun, jangan dicubit dong, dielus-elus dong" kata Fariel.


"Bis jahat Mas mah sama adek" kata Ervi.


"Iya, suka nguping kayaknya nih" kata Fida.


"Harus kita kasih pelajaran nih kak biar gak nguping pembicaraan kita lagi" kata Ervi.


"Oke setuju itu" kata Fida.


"Kalau gitu sekarang kita kasih hikumannya" kata Ervi.


Dan mereka berdua langsung menggelitik badanku juga mencubit bulu kumisku dan rambut di lenganku hingga aku ketawa dan.


"Ampun, ampun, gak kuat" kata Fariel.


"Jangan kaya gitu sakit."


"Jangan duanya langsung, sakit" yang menarik kanan kiri kumisku yang tipis.


Papi dan Mami yang berada diluar kamar yang sebenarnya mau ngecek kekamar kami apa dah tidur apa lagi pada dieman malah ketawa.


"Hihihihi" ketawa Papi dan Mami.


"Anak kita tega ngeroyok mantu kita Pi" kata Mami.


"Iya, kayaknya langsung main keduanya hingga kesakitan gitu" kata Papi.


"Hihihi iya Mi" kata Papi.


"Papi gak bisa bayangin kalau nanti manjanya sama semua, minta sama Ayahnya, pasti bakal repot begadang dan gendongnya."


"Auuu sakit mas ih" kata Ervi, yang kucubit hidungnya.


"Waowww" kata Mami.


"Bahaya, kuat juga kayaknya, bikin Ervi kesakitan gitu, pasti obatnya manjur."


"Iya, kayaknya obatnya diminum yang kucampurkan di minumnya" kata Papi.


"Papi takut nanti bakal gak kuat kalau harus menyeimbangkan keduanya, makanya kukasih pada minumnya langsung."


"Jangan Da, jangan, sakit loh" kata Fida, yang juga kucibit pipinya yang kena, karena ditutupi hidungnya takut ditarik.


"Hihihihi" kata Papi.


"Udah yuk Pi, kita tinggalkan dan tidur, jangan ganggu yang lagi asik" kata Mami.


"Ayok Mi" kata Papi.


"Biarkan mereka bersenang-senang dikamar buat malam pertama mereka."


"Ya ayok Pi" kata Mami.


"Yuk" kata Papi, langsung menggandeng tangan Mami.


"Jangan teriak-teriak Ervi, Fida. Jangan kencang-kencang, biasa aja, jangan bikin yang lain bangun karena kalian yang lagi asik yang baru sah habis nikah. Jangan bikin kami iri akan malam pertama kalian" kata Mami, lalu pergi sambil ketawa dengan Papi.


"Hah, Mami tadi diluar kamar kita" kata Fida.


"Iya Kak" kata Ervi.

__ADS_1


"Apa Papi, dan Mami lagi ngupingin kita ya."


"Wah bisa gawat nih Kak."


"Kalian sih teriak-teriak tadi" kata Fariel.


"Kan Uda yang buat kami teriak-teriak" kata Fida.


"clCoba tadi Mas gak nyubit, pasti adek gak teriak" kata Ervi.


"Kan kalian yang gelitikin dan narikin kumisku" kata Fariel.


"Hehehehehe, maaf deh."


"Kalian jangan manggil Mas dan Uda lagi ya, panggil aja apalah gitu, masa panggilannya sama masih."


"Terus manggil apa" kata Ervi dan Fida.


"Apa aja asal bagus" kata Fariel.


"Apalagi didepan anak kita nanti, jadi jangan manggil Mas ataupun nama."


"Kalau sayang gimana" kata Fida.


"Yang lain lah, itu dah banyak yang pake" kata Fariel.


"Ya dah kalau gak mau ya Ayah Bunda aja" kata Ervi.


"Ih gak bagus, aku dah dipanggil Mama sama Aya, masa mau beda" kata Fida.


"Jadi apa dong" kata Ervi.


"Besok dipikirkan lagi aja, sekarang kita tidur" kata Fariel.


"Aaku kan mau meluk istriku yang dah halal ini sambil tidur, dan juga mau dipeluk-peluk dicium-cium kaya waktu belum sah."


"Kalau mau yang lain juga boleh, selain peluk dan cium."


"Ihhh dasar omes" kata Ervi.


"Iya omes aja" kata Fida.


"Aku capek, mau tidur aja."


"Lah kan bukan itu juga" kata Fariel.


"Yang omes kalian mah, bukan suami ganteng kalian ini ya."


"Iya ganteng" kata Ervi dan Fida.


"Dah sini peluk Sami sini" kata Fariel.


"Apaan Sami" kata Fida.


"Sayang suami" kata Fariel.


"Kalian manggil Sami aja, biar beda."


"Nanti kupanggil kalian Sanis, sayang istri."


"Kayaknya cocok, dan bagus" kata Ervi.


"Ya dah kalau gitu manggilnya Sami, dan Sami manggil kami Sanis" kata Fida.


"Ya udah yuk sekarang kita tidur yuk Sanisku yang cantik-cantik kaya Bidadari yang lagi meluk Saminya" kata Fariel.


"Iya Samiku" kata Ervi dan Fida.


"Peluk Sami yang erat ya" kata Fariel.


"Sami ingin tidur dipeluk sama Bidadari bumi yang kini jadi istriku" langsung mencium kening Ervi dan Fida.


"Selamat tidur Sanisku."

__ADS_1


"Mimpi indah dan jangan lupa berdoa."


"Oke Samiku sayang" kata Fida dan Ervi, yang langsung mencium pipi dan kananku lalu memelukku dengan erat dan kita pun langsung tidur.


__ADS_2