Dua Istri Tercinta

Dua Istri Tercinta
Flashback 2


__ADS_3

"Ya udah, sekarang kamu tidur aja lagi ya" kata Fariel.


"Biar Sami pijitin kepalanya sambil memeluk Sami ya."


"He'em" kata Ervi.


"Mau minum dulu "


"Iya" kata Fariel, langsung kuambil tehnya disamping dan meminumkannya lalu meletakkannya lagi.


"Dah sekarang tidur lagi" sambil menyelimutinya.


Setelah beberapa lama dan tidur lagi, tapi tetap ada rengekan kecil untuk meminta dipijit lagi keningnya.


Sampai diwaktu subuh datang pusingnya sedikit membaik tapi kembali dengan muntah-muntahnya.


"Lebih baik periksa aja ya nanti" kata Fariel.


"Sami takut loh lihat kamu seperti ini, muntah-muntah mulu walaupun hanya air aja yang keluar, tapi Sami khawatir."


"Enggak papa kok Mi" kata Ervi.


"Bantu aku kekamar mandi aja Mi."


"Ya udah ayok, biar Sami gendong" kata Fariel, langsung kugendong kekamar mandi dan lalu membantu memijit lehernya.


"Sami panggil kan Dokter aja ya nanti."


"Sami enggak sanggup lihat kamu seperti ini."


Hanya gelengan kepala saja.


"Ya dah sekarang ambil wudhu aja langsung, habis itu kita Shalat" kata Fariel.


"Nanti Sami bantu kalau dah selesai wudhu."


"Enggak usah, nanti jadi batal lagi" kata Ervi.


"Enggak kok" kata Fariel.


"Asal tak menimbulkan Syahwat atau nafsu, enggak batal."


"Dari Aisyah RA berkata bahwa Rasulullah SAW mencium sebagian istrinya kemudian keluar untuk sholat tanpa berwudhu' lagi.” HR. Tirmizy.


"Jadi enggak usah takut batal wudhunya, memang alangkah baiknya wudhu lagi, tapi boleh enggak wudhu lagi, apalagi kamu lagi sakit gini, jadi engak papa."


"Iya Mi" kata Ervi.


"Makasih dah ngasih tau semua ini."


"Sanis jadi makin sayang sama Sami."


"Ya dah sekarang kita wudhu aja yuk langsung kata Fariel.

__ADS_1


" Iya Mi" kata Ervi.


Dan kami pun langsung wudhu, setelah wudhu langsung kugendong kekamar buat shalat Subuh.


Setelah Shalat tak lupa juga mendoakan orang tua, untuk diri sendiri juga semuanya.


"Apa masih pening kepalanya" kata Fariel.


"Enggak kok Mi, hanya mual aja" kata Ervi.


Tiba-tiba ada suara ketokan pintu dari luar dan dengan mengucapkan salam.


"Assalamu'alaikum, nak" kata Mami.


"Waalaikumsalam" kata Fariel dan Ervi.


"Sebentar Mi" kata Fariel, langsung jalan dan membukakan pintu.


"Baru selesai Shalatnya ya" kata Mami.


"Iya Mi" kata Fariel.


"Baru aja selesai."


"Ini Mami tadi bikin minum buat ngilangin mualnya sedikit" kata Mami.


"Apa masih mual-mual dan muntah-muntah."


"Ayok masuk aja Mi, maaf."


"Assalamu'alaikum" kata Mami.


"Waalaikumsalam" kata Fariel.


"Masih mual-mual" kata Mami.


"Masih Mi, dikit" kata Ervi.


"Nih minum dulu biar agak mendingan" kata Mami.


"Nanti ke Dokter Obgyn ya buat periksa."


"Enggak mau Mi" kata Ervi.


"Nanti juga udah enakan kok."


"Enggak boleh gitu, lihat tuh Samimu aja panik gitu lihat kamu seperti ini loh" kata Mami


"Hanya untuk memastikan aja, sama ngecek aja, apa sehat apa enggak" kata Mami.


"Mami juga perempuan, jadi tau gejala ini."


"Iya Mi" kata Ervi.

__ADS_1


"Aku juga tau kok Mi"


"Nah kalau gitu kamu nanti ke Dokter buat periksa ya" kata Mami.


"Biar nanti Samimu yang ngantarin ke Dokter buat chek."


"Tolong nanti diantar ke Dokter ya Nak" padaku.


"Iya Mi" kata Fariel.


"Nanti kuantarkan ke Dokter."


"Ingat bukan Dokter biasa, tapi Dokter Obgyn" kata Mami.


"Iya Mi" kata Fariel.


"Tau kan dimana tempatnya" kata Mami.


"Enggak tau Mi" kata Fariel.


"Kalau arti Obgyn tau enggak" kata Mami.


"Heheheh, enggak tau juga" kata Fariel.


"Pernah ngantar Sanismu si Mama Aya kan dulu saat cek kandungan" kata Mami.


"Pernah" kata Fariel.


"Lebih dari sekali malahan Mi."


"Nah, antarkan kesana nanti pagi ya" kata Mami.


"Iya Mi" kata Fariel.


"Ya dah Mami tinggal dulu, ini minumnya diminum, nanti Mami buatkan lagi jamu spesial turun temurun" kata Mami.


"Karena Mami yakin dan sangat yakin."


"Iya Mi" kata Ervi.


"Kamu enggak usah masuk kekantor, antarin aja ya buat chek" kata Mami.


"Iya Mi" kata Fariel.


"Ya dah Mami kebawah lagi ya" kata Mami.


"Assalamu'alaikum."


"Waalaikumsalam" kata Ervi dan Fariel.


"Mi" kata Ervi.


"Iya" kata Fariel.

__ADS_1


__ADS_2