Dua Istri Tercinta

Dua Istri Tercinta
Sibawel


__ADS_3

Ku menuruni tangga sambil membawa beberapa kerjaan seperti beberapa lembar kertas dan laptop di tangan kiri dan juga selimut ditangan kanan sampai didepan TV.


"Malam nyai, maaf ya lama, buang sampah dulu tadi" kata Fariel.


"Iya gak papa" kata Fida.


"Emang bibi yang lain kemana, kok Uda yang buang sampah."


"Ini sampahnya beda, bukan sampah plastik atau sampah apaan" kata Fariel.


"Tapi sampah buat makan ikan lele."


"Ohhh itu, kirain nyai sampah yang ada ditong sampah itu" kata Fida.


"Ya dah kalau gitu Uda sambil kerja ya, ni banyak banget kerjaanya, apalagi gak ada Papi dan mami, jadi numpuk kerjaanku deh" kata Fariel.


"Iya Uda, kerjain aja, maaf gak bisa bantu" kata Fida.


"Iya gak papa, nyai nonton sama makan cemilan aja" kata Fariel.


"Jangan lupa minumnya ya."


"Iya Uda makasih dah diingetin juga" kata Fida.


"Iya" kata Fariel.


Aku langsung menyeruput sedikit kopiku lalu berkutat dengan lembaran kertas dan juga laptop.


Baru beberapa menit dan baru selesai mengecek dia lembar hpku berdering suara tanda panggilan masuk, lalu langsung ku angkat tanpa melihat nama panggilan dilayar HP.


"Nyalakan data HP nya adek mau vc" kata Ervi.


langsung mematikan sambungan telpon nya.


"Siapa Da, kok langsung dimatiin" kata Fida.


"Biasa si bawel dan manja mau minta vc, suruh ngidupin data, karena data ku matikan" kata Fariel.


"Ooh, simanja Ervi toh, kirain siapa" kata Fida.


Panggilan Video langsung masuk dan langsung kuterima dengan menggeser kekanan pada layar tanda terima.


"Hallo Assalamu'alaikum" kata Fariel.


"Waalaikumsalam mas" kata Ervi.

__ADS_1


"Nah kalau gitu kan enak gak kaya tadi langsung marah-marah minta ngidupin data" kata Fariel.


"Hehehe, abis adek kangen pengen liat muka mas sama senyumnya juga" kata Ervi.


"Ihhh gombal" kata Fariel.


"Pengen deh adek nyubit pipi mas lagi, gemes sekarang" kata Ervi.


"Idih, ini pipi bukan kue cubit" kata Fariel.


"Mas lagi ngapain" kata Ervi.


"Lagi ngerayu cewek atau gombalin cewek nih, sapa tau yang digombalin mau kan sama mas, mas jan jadi gak jomblo lagi" kata Fariel.


"Ihh gak boleh, mas hanya punyaku, awas aja kalau berani godain cewek, mas gak jomblo mas punyaku dan adek juga punya mas, jadi gak jomblo" kata Ervi.


"Siapa yang mas bawa kerumah malam-malam."


"Ih sibawel mulai deh ribet nih" kata Fariel.


"Nih orangnya ada disamping mas nih."


"Sayang sini dong bentar, adekku mau tau nih" dngan nada dibuat-buat.


"Mana orangnya biar adek hajar nanti kalau dah pulang, biar adek jumapain orangnya langsung."


"Pi, Mi, mas bawa cewek kerumah nih Pi, Mi" teriaknya.


"Mau tau nih orangnya" kata Fariel.


"Ciluk baaa."


"Nih orangnya."


"Gahahaha, adek kena tipu hahahaha" kata Fida.


"Dasar nyebelin" kata Ervi.


"Dah tau kan orangnya siapa" kata Fariel.


"Sekarang gak ada kamu dirumah kakak jadi bisa pdkt sama masmu, sapa tau masmu mau dan kecantol sama janda muda kaya kakak ini yang masih seksi dan cantik lagi" kata Fida.


"Gak, gak boleh" kata Ervi.


"Mas hanya punyaku bukan punya kakak."

__ADS_1


"Kakak jangan rebut mas dari adek, awas aja kalau berani, bakal adek pites."


"Ih atut" kata Fida.


"Mana masku, rang adek mau vc sama masku sayang bukan sama kakak peyang" kata Ervi.


"Enak aja bilang peyang" kata Fida.


"Nih masmu lagi sibuk kerja, adek bakal dicuekin" sambil meletakkan kepala dipundakku.


"Kakak jauhkan kepalanya dipundak masku" kata Ervi.


"Biarin weeeek" kata Fida, dengan menjulurkan lidahnya.


"Mas, massss" kata Ervi.


"Iya adekku sayang, ada apa sih teriak-teriak" kata Fariel.


"Mas kan dengar kalian ngobrol, mas lagi kerja nih banyak banget kerjaan mas dari Papi dan Mami juga, adek ngobrol sama kakak ya" kata Fariel.


"Gak mau, adek hanya mau sama mas" kata Ervi.


"Itu kepala kakak kenapa mas diemin yang dipundak mas."


"Cemburu yaaaaa" kata Fida.


"Rang ini punyaku kok heeeee, ya kan Uda" dengan memelukku dari samping dan aku hanya mengangguk saja karena fokus sama kerjaan.


"Ihhh gak, kakak jangan peluk-peluk, gak boleh" kata Ervi.


"Mas."


"Massass."


"Duh adek, jangan teriak, dah malam, berisik" kata Fariel.


"Kenapa lagi sih, kok cemberut gitu mukanya, tu kenapa bibirnya digituin, jelek tau kaya mau jatuh aja."


"Mas nyuekin adek, mas malah asik kerja sama dipeluk kakak" kata Ervi.


"Tuhkan dipeluk lagi sama kakak, giliran adek gak boleh, kakak boleh meluk mas."


"Ya deh nanti kalau pulang terserah adek mau apa sama mas, mau jungkir balik boleh, tapi mas kerja dulu ya sekarang, ni masih banyak yang harus mas kerjakan malam ini" kata Fariel.


"Gak boleh, mas gak boleh kerja, mas hanya boleh fokus ke adek bukan ke kerjaan mas" kata Ervi.

__ADS_1


__ADS_2