Dua Istri Tercinta

Dua Istri Tercinta
Sinyal jaringannya geser


__ADS_3

Waktu sudah mulai sore, dan aku masih didalam kamar habis mandi walau belum ganti baju, hanya untuk ngilangin rasa ngantuk nya, lalu keluar menuju ruangan menejer. Diruangan banyak layar TV yang memperlihatkan para pekerja.


"Assalamu'alaikum" kata Fariel.


"Waalaikumsalam" jawab berempat yang berada diruangan itu karena bentar lagi akan berganti shift kerja, karena bukak dari jam 07:30 sampai 22:30 jadi semua karyawan berganti bagi mereka berempat.


Dan untuk karyawan biasa masuk dari jam 07:45-15:00 bagi shift pertama dan dilanjut shift kedua dari jam 15:00-22:30 tak ada hari libur.


"Gimana kerjanya, ada masalah gak, saya mau minta laporannya, jadi saya minta besok sudah ada laporannya untuk saya" kata Fariel.


"Baik Pak" jawab serentak.


"Semuanya seperti biasa terkendali dan aman-aman saja gak ada masalah Pak".


"Jangan panggil Pak, keliatan tua, panggil aja nama atau apa yang bikin enak didengar, umur kita gak jauh berbeda" kata Fariel.


Ya memang semua karyawan masih asik sendiri belom pada nikah, rata-rata juga masih dibawah umur 27 tahunan, karena memang Mami mengerjakan anak muda yang masih nganggur tak punya pekerjaan, biar gak mengganggu ketika mereka sedang kerja.


Bahkan boleh menikah sesama karyawan dengan sarat hanya laki-laki yang masih boleh bekerja disini, karena jika wanita yang sudah menikah takut membuatnya tidak nyaman, apalagi jika sudah berisi, kan bisa berbahaya.


Juga dilarang pacaran atau ngobrol diwaktu jam kerja, kalau diluar jam kerja bebas asal jangan berlebihan.

__ADS_1


Mami juga selalu mempercayakan pada mereka semua, jadi Mami hanya datang untuk mengecek dua minggu sekali. Karena bagi Mami yang terpenting mereka punya pekerjaan dan penghasilan, jika keuntungannya banyak selalu Mami kasih bonus kemereka semua atas kerja kerasnya yang meraih keuntungan walau hanya sedikit, yang terpenting tidak membuat usahanya tutup.


"Baik Bang, Mas" jawab serentak tapi berbeda.


"Oke, kalau gitu saya permisi" kata Fariel.


Yang lain menganggukan kepala.


Dan aku coba berjalan-jalan didalam untuk memastikan mereka bekerja dengan benar.


Tiba-tiba.


"Ehhh Abang ganteng, mau kenalan ya" b.


Aku hanya tersenyum ramah kearahnya, akupun sudah tau namanya, karena ada nama pengenal nya yang mereka kenakan di kalungnya atau id card.


Karena semua karyawan harus pakai id card saat bekerja. Untuk pakaian bebas yang penting bajunya putih asal pantas dan nyaman dikenakan. Biar beda dari yang lain.


"Duh senyumnya kaya kaya aktor Korea" b.


Yang disebelahnya hanya menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Udah ahhh, ayok balik, dah sore ini" sambil menarik temennya yang masih asik menatapku dengan senyumannya.


"Kalau kaya gini aku gak balik lanjut kerja juga gak papa, asal ditemenin Abang tampan" b.


"Makin ngelantur nih anak, maaf ya Pak, ini dah geser sinyal di otaknya" d.


"Iya gak papa, jangan panggil Pak, umur ku masih 20, panggilnya biasa aja ya" kata Fariel.


"Oke tampan" b, sambil tersenyum kearahku.



"Maaf Bang, jaringannya benaran sudah hilang kayaknya" d, sambil menggelengkan kepalanya.


"Udah biarin aja" kata Fariel


"Jangan kebanyakan senyum, nanti overdosis masuk RSJ" lanjut ku sambil menepuk pundaknya lalu lanjut keliling.


"Ahhhhh, aku gak mimpi kan, gak bakal ku cuci ini baju" sambil mengelus pundak nya yang telah ditepuk nya barusaan.


"Udah ayuk" sambil menarik.

__ADS_1


Aku lanjut lagi keliling, dan beberapa dari mereka juga menyapaku dan tersenyum ramah, bahkan bagi yang baru datang juga sudah dikasih tau kalau bosnya baru.


Sampai di samping meja katsir, aku melihat mereka yang sedang asik melayani para pembeli yang akan membayar barang belanjanya. sampai salah satu karyawan bertanya padaku.


__ADS_2