Dua Istri Tercinta

Dua Istri Tercinta
Foto romantis


__ADS_3

Setelah selesai makan dan perut sudah terisi sambil ngobrol kita menikmati pemandangan laut walau yang ada hanya air dan ombak dan pasir pantai yang dipandang dan tak lupa pula anak kecil berlarian dan anak muda yang lagi kasmaran bergandengan tangan.


"Mas jalan-jalan yuk, masa cuman duduk-duduk doang" kata Ervi.


"Lah mau kemana lagi, kan ini dah di laut, emangnya mau kemana sih, ada tempat yang mau dituju lagi" kata Fariel.


"Bukan gitu, apa gak pengen apa kaya orang-orang, jalan-jalan sambil bergandengan tangan dan menikmati ombak menghantam kaki kita kaya itu tuh" kata Ervi, tunjuk nya pada pasangan didepan nya.


"Ag males ah, nanti basah celananya" kata Fariel.


"Enakan kaya gini duduk santai, menikmati kelapa muda."


"Kelapanya aja gak ada, menikmati kelapa muda" kata Ervi.


"Ya kalau mau kan beli, kalau mas kan nunggu gratisan nya" kata Fariel.


"Gratisan mulu maunya" kata Ervi.


"Sapa suruh kalah" kata Fariel.


"Adek yakin pasti mas curang, dan Mami kerja sama sama mas buat ngalahin adek" kata Ervi.


"Mana ada, kan Papi juga ada disitu, dimana curangnya, hayo" kata Fariel.


"Ayolah mas jalan-jalan kaya itu loh mas" kata Ervi.


"Cepet berdiri, jangan duduk aja" yang menarik-narik tanganku.


"Nanti kenapa dek, mas kan lagi nurunin makanan, kan tadi selesai makan langsung suruh habisin kopinya kaya minum air putih biasa" kata Fariel.


"Ya dah kalau gak mau berarti adek mau" kata Ervi, yang langsung duduk dipangkuan ku.


"Kenapa malah duduk dipangkuan mas sih" kata Fariel.


"Disebelah mas kan masih bisa, masih luas."


"Sambil guling-guling pun bisa."


"Gak ah, enakan kaya gini lebih asik lebih romantis" kata Ervi.


"Tangannya gak usah kaya gini ah, mau ngapain sih tangannya kepundak mas" kata Fariel.


"Mau tau aja" kata Ervi.


"Mas diem, jangan banyak omong."


"Adek mau selfi."


"Mas gak mau adeeekk" kata Fariel.

__ADS_1


"Ini tuh gak boleh, kita belum sah, jadi jaga jarak."


"Ya udah abis ini kita pulang dan langsung aja panggil penghulu biar sah" kata Ervi.


Aku hanya memutarkan matanya.


"Dek bisa minta tolong kakak gak" kata Ervi, pada cewek yang lewat dengan teman-temannya.


"Ya kak ada apa."


"Bisa tolong fotokan kakak gak sama cami kakak ini" kata Ervi.


"Boleh kak, sini hpnya biar lu fotokan."


"Nih dek, makasih ya dah mau bantuin kakak" kata Ervi.


"Iya kak."


"Kaka sama suami kakak yang bener dan yang mesra, semesra mungkin."


"Kalau bisa lebih romantis."


"Sip dek" kata Ervi.


"Nanti kakak kasih hadiah buat kalian yang dah bantu kaka."


"Iya kak."


"Sip" kata Ervi, dengan mengacungkan jempol nya.


"Ayok mas yang romantis dan yang bener, jangan bikin adek bete."


"Mas harus ngikutin gaya adek, gak boleh nolak."


"Galak bener sih" kata Fariel.


"Tapi abis ini turun dari pangkuan mas ya."


"Iya, asal mas mau nurutin semuanya" kata Ervi.


"Dah siap belum kak, biar kufotokan nih."


"Dah nih, tinggal di foto aja sebanyak mungkin" kata Ervi.


"Oke."


San kita pun langsung beberapa kali berfoto dengan gaya yang diinginkan Ervi, dengan macam-macam gayanya.


"Dah cukup dek" kata Ervi.

__ADS_1


"Makasih ya dah mau bantuin kakak."


"Bih kakak kasih buat adek beli makanan atau minuman."


"Jangan ditolak, ini kakak kasih buat kalian."


"Tapi kak, kami ikhlas kok" sambil memberikan hpnya pada Ervi.


"Ambil aja, gak papa" kata Fariel.


"Anggap aja ini tanda terimakasih kami."


"Nih ambil aja" kata Ervi.


"Ini beneran kak."


"Makasih banyak loh kak."


"Padahal bantuinnya gak seberapa, tapi kok dikasihnya banyak banget sih kak."


"Itu buat makan kalian, kalian kan gak mungkin kesini hanya mau lihat-lihat ombak aja" kata Ervi.


"Jadi kalian bisa belikan makanan kecil kaya roti atau apa gitu biar gak lapar jalan-jalannya."


"Iya deh kak, makasih ya kak, dan abangnya juga."


"Iya" kata Fariel dan Ervi.


"Dah turun, katanya mau turun tadi" kata Fariel.


"Bentar napa, emang gak mau lihat dulu apa nih hasilnya" kata Ervi.


"Nanti bakal adek pajang di kamar ah yang banyak dan yang besar, buat dikamar mas juga."


"Terserah adek aja" kata Fariel.


"Nih kan keren nih mas" kata Ervi.


"Ini pun kan keren."


"Iya" kata Fariel.


"Dah nikmati aja dan lihatin sampai puas."


"Kaki mas pegel nih, emang gak berat apa."


"Gak akan turun sampai nanti" kata Ervi.


"Terserah adek aja" kata Fariel.

__ADS_1


__ADS_2