
"Iya deh" kata Fariel.
"Tapi ayok dong turun, kan mau berangkat lagi ke mall, apa gak jadi nih, mau seperti ini terus disini."
"Jadi dong" kata Ervi.
"Cium dulu, sekali."
"Kan pakai masker" kata Fariel.
"Gak papa, biar aja, yang penting di kasih cium" kata Ervi.
"Ya udah iya, mau dimana" kata Fariel.
"Di kening aja sekali" kata Ervi.
Langsung kucium keningnya, dan Ervi langsung turun dari dalam gendonganku.
"Nih pakai dulu helmnya" kata Fariel.
"Pakai kan dong Mi" kata Ervi.
"Iya" kata Fariel, yang langsung memakaikan helm dikepalanya, lalu aku juga memakai helm couple seperti batok dan ada telinganya.
"Ayok naik" kata Fariel.
"Apa mau diangkatin juga, buat naiknya."
"Gak usah deh" kata Ervi.
"Kasian nanti Samiku."
"Ini langsung ke mall, gak ada mau ketempat lain lagi" kata Fariel, sambil mengendarai.
"Gak ada, langsung aja kesana" kata Ervi.
"Pengen langsung jalan-jalan sambil lihat yang lucu-lucu."
"Emang ada apa disana, kok lucu-lucu" kata Fariel.
"Apa aja, yang bikin happy pastinya" kata Ervi.
"Ayok buruan."
"Iya, pegangan ya, yang kuat biar gak jatuh" kata Fariel.
"Sip" kata Ervi.
"Biar romantis juga ya Mi."
__ADS_1
"Iya" kata Fariel.
"Sambil nyender ya Mi" kata Ervi.
"Iya boleh, tapi jangan tidur loh, ini motor, bukan di mobil" kata Fariel.
"Iya, kalau ngantuk gimana" kata Ervi.
"Berarti pulang biar tidur dirumah" kata Fariel.
"Gak jadi ngantuk, mau jalan-jalan, ngantuknya dah langsung hilang, apa lagi lihat Sami yang begitu tampan hari ini" kata Ervi.
"Hemmm gombal kalau lagi ada maunya aja" kata Fariel.
"Biasanya mana pernah kek gini."
"Hehehe tau aja Sami ini" kata Ervi.
"Taulah" kata Fariel.
"Mi, boleh gak aku yang nyetir" kata Ervi.
"Plis Mi."
"Tapi kan kamu gak boleh capek loh" kata Fariel.
"Ingat tadi pesan Dokter, gak boleh capek, harus banyak istirahat dan jangan banyak gerak, karena hamil pertama dan masih muda katanya masih rentan."
"Gak boleh nolak apa yang Sami katakan, ini buat kepentingan dan kebaikanmu juga anak dalam kandungan mu" kata Fariel.
"Plis Mi" kata Ervi.
"Ini juga yang mau anak kita kok Mi."
"Ah masa" kata Fariel.
"Plis ya" kata Ervi.
"Nanti anak kita ngambek loh Mi."
"Ya udah iya" kata Fariel.
Langsung ku berhenti dipinggir jalan, dan akhirnya berganti posisi, Ervi yang kini jadi nyetir dan aku yang bonceng.
"Pelan-pelan aja, sama fokus ke jalan biar hati-hati gak nyium aspal" kata Fariel.
"Nyium aspal tak senikmat nyium istrinya sendiri."
"Iya Mi" kata ErviErvi, langsung melaju.
__ADS_1
"Jatuh di aspal juga tak seindah jatuh cinta, walaupun harus ambyar kan Mi."
"Iya" kata Fariel.
"Kok kaki Sami di seret gitu, kenapa gak dinaikan aja ke step kaki" kata Ervi.
"Pasti karena kaki Sami kepanjangan ya kan."
"Nah tu tau" kata Fariel.
"Kalau kaki Sami dinaikan sama seperti Sami lagi jongkok."
"Entar dikira lagi mangku kamu pula kalau dilihat dari samping."
"Hihihi" ketawa Ervi.
"Kalau gak di step depan aja kalau gitu."
"Lah terus kaki Sanis mau dimana, diatas kaki Sami gitu" kata Fariel.
"Iya dong" kata Ervi.
"Hemmm" kata Fariel.
"Yang ngoper gigi sama pinjak rem siapa."
"Ya Sami juga dong" kata Ervi.
"Yang penting kan ngasih aba-aba saat mau ngoper gigi, nanti bisa-bisa jamping kalau asal ngoper tapi gas masih ditarik pol."
"Hem" kata Fariel.
"Gak sekalian aja Sami yang nyetir dari belakang."
"Ide yang bagus kalau gitu" kata Ervi.
"Ya udah kalau gitu Sami yang nyetir dari belakang, kan tangan Sami panjang juga, pasti sampe dong, apalagi motornya juga kecil dan pendek."
"Biar gak dikira lagi boncengin anak gajah."
"Hihihihi."
"Iya, buat kamu dan calon anak kita" kata Fariel.
"Untuk hari ini akan Sami turuti semuanya."
"Gak papa dikira anak gajah, yang penting pawangnya cantik-cantik."
"Hahahaha" kata Ervi.
__ADS_1
"Ya udah sini lepas aja langsung tangannya satu-satu, yang kiri dulu baru kanan" kata Fariel.
"Oke, makasih Mi" kata Ervi.