Dua Istri Tercinta

Dua Istri Tercinta
Dapat nomer


__ADS_3

Sesampainya di tempat kerja dengan diantarkan oleh pak udin, lalu aku keluar dengan dibukakkan pintu sampingnya.


Lalu aku masuk berjalan perlahan dengan menggunakan celana trening supaya mudah untuk bergerak.


Lalu aku menyapa mereka yang berada di kasir.


"Pagi semua, sehat semuanya kan, gak ada yang lagi sakit dalam bekerja" kata Fariel.


"Sehat bang" jawab serentak.


"Kalau gitu aku masuk dulu ya" kata Fariel.


"Iya bang" salah satu dari mereka.


Dan akupun langsung masuk menuju ruang menejer.


"Assalamu'alaikum" kata Fariel.


"Waalaikumsalam" berdua.


"Gimana kerjaannya, apa ada kendala" kata Fariel.


"Alhamdulillah semua aman terkendali, tanpa sedikitpun masalah" ucap f.


"Oh iya, beberapa hari ini saya kan gak masuk, nanti berikan laporannya lewat email atau WA juga boleh" kata Fariel.


"Iya bang, nanti saya kirim laporan nya" uacap L.


"kalau gitu saya keluar dulu, Assalamualaikum" kata Fariel.


"Waalaikumsalam" berdua.


Aku pun langsung keluar dan keliling-keliling, dan tak lupa untuk mengisi pulsa, karena paketnya sudah habis.


"Tolong pulsanya yang 100, ada kan" kata Fariel.


"Ada tampan, sebentar ya ganteng" kata Baiti.


"Nih nomernya" kata Fariel.


"berapa".


"Cuma 100 kok" kata Baiti, sambil tersenyum.


"Senyumnya biasa aja, jangan bikin overdosis" kata Fariel, sambil menyerahkan selembar uang.



"Iya mas tampan, makasih" kata Baiti.


"Mas nomernya aku save ya untukku".


"Silahkan, tapi jangan buat yang aneh-aneh" kata Fariel.


"Oke tampan" kata Baiti.


Lalu aku kembali keliling.


"Mukanya biasa aja dong" kata d.


"Mentang-mentang habis lihat bos ganteng dan dapat nomernya langsung ceria banget".


"Harus dong, kapan lagi dapat bos tampan kaya itu, bikin susah tidur tiap malam" kata Baiti.


"Iyalah susah tidur, tiap malam ngajak curhat tentang bos mulu, bahkan tidur pun masih ngigau nyebut-nyebut nama bos, huhhh" kata d.

__ADS_1


"Lanjut kerja, tuh ada orang datang".


"Siap bos" kata Baiti.


Samapai aku dikasir.


"Mas kok jalannya kek gitu kenapa" kata c, yang melihatku berjalan pelan macam anak baru sunat dengan memakai celana.


"Gak papa kok, biasa" kata Fariel.


"Tapi aneh deh, kaya habis sunat" kata h.


"Ah masa" kata Fariel.


"Aku juga punya adek cowok, jadi tau, atau jangan-jangan habis anu ya bang setelah nikah" c


kata c.


"Ada-ada aja kamu ah, saya belum nikah, masih menunggu kepastian seseorang, kalian lanjutkan kerjanya ya, saya mau ada keperluan lain" kata Fariel.


"Oke bos" semuanya.


Akupun langsung keluar menuju mobil.


"Pak antarkan aku ya, nanti gak usah tungguin aku, bapak pulang aja dulu, mungkin aku agak lamaan sedikit" kata Fariel.


"Baik den, tapi Bapak tetap akan nunggu den, gak berani kalau ninggalin aden sendirian, bisa-bisa nanti dimarah sama bos aden dirumah karena gak balek bareng aden" kata Udin.


"Tadi aku dah bilang, pak Udin tenang aja, bapak bisa pulang langsung nanti, Bapak juga harus jemput Mami kan" kata Fariel.


"Iya sih" kata Udin.


"Kalau gitu bapak jemput Mami aja ya" kata Fariel.


Pak Udin pun mengangguk setuju.


"Cie, yang masih ditungguin kepastiaannya untuk dinikahi si bos" kata F.


"Iya, senengnya ada yang nungguin buat ngajak nikah" kata A.


"Kalau aku mah jawabnya sih yesss" kata h.


"Aku juga yess" kata F.


"Kalian apaan sih, gaje" kata Tania.



"Udah terima aja tuh lamaran si boss, daripada tiap malam galau mikirin si bos" kata A


"Iya, sampai ngelamunin si bos lagi" kata h.


"Jangan ngurusin orang mulu, orangnya belum tentu mau kurus" kata c, sambil tersenyum ke arah Tania.


"Kamu kalau ngomong kok langsung kena" kata F.


"Kena apa" kata h.


"Kena mulutnya biar ketawa hahahaha" kata f.


"Lucu dehh".


"Lucu dari hongkong" kata Tania.


"Udah jangan di cengin mulu, kasian adek kita yang imut ini, nanti gak bisa tidur lagi gara-gara kalian" kata c.

__ADS_1


"Kok kita" kata a, f, dan h.


"Tapi kan gara-gara si bos dong yang bikin seluruh penghuni minimarket ini jadi tau kalau ada yang bakal diajak nikah minggu depan" kata F.


"Iya, bener tuh yang diucapkan si Fani" kata A.


"Kamu tenang aja, sainganmu cuman si ratu drama, kan si bos maunya cuman kamu" kata f.


"Kalian mah nyebelin mulu sih, iya nanti kalau sudah dapat hidayah baru nikah, puasss" kata Tania.


"Nah gitu dong, semangat" kata h.


"Kerjanya juga harus semangat, kan biar si bos calon suami juga makin ke sem-sem liat calonnya kerjanya semangat" kata f.


"Udah-udah, jangan dibikin galau karena mikirin bakal nikah, akibat kalian" kata c.


"Kita kan selalu dukung sahabat imut kita ini, sapa tau segel nya bakal terlepas dari masa jomblo yang kelamaan" kata h.


"Iya , dia kan gak pernah diajakin nikah, kalau nanti si bos cuman main-main gimana" kata c.


"Bos mah gak gitu kayaknya, kalau dilihat dari orangnya langsung, kayaknya baik, bahkan rajin ibadah, iya gak Fan" kata h.


"iya, kita kan pernah shalat bareng, dia yang jadi Imam kita, jadi gak mungkin kalau dia becanda, kecuali Tania nya yang kelamaan jawab, si bos bakal nikah sama yang lain karena dijodohin" kata f.


"Iya kamu bener banget" kata h.


"Makanya kamu buruan jawab pertanyaan sibos untuk nikah".


"He'em, jangan kelamaan sebelum diambil orang lain duluan" kata f.


"Iya besok aku jawab, biar kalian puas" kata Tnia.


"Nah gitu dong, baru sahabat kita namanya" kata F.


"Semoga aja si bos memang bener ingin menikahi Tania, jangan bikin dia itu menangis karena candaannya untuk membalas tingkahnya yang kemaren, aku gak mau sahabatku menangis karenanya" kata c, ucapanya dalam hati.


"Woy, ngelamunin siapa sih" kata F.


"Gak ada, hanya bingung aja, kalau sibos yang tiba-tiba begitu, kalau menurutku sih kayaknya ada yang aneh deh" kata c.


"Aneh apaan" kata h.


"Kayaknya kalau si bos tu sudah nikah dan kalian juga lihat dari jalanya tadi, mungkin itu karena perkelahian dengan istrinya yang sama-sama dijodohin, terus diterjang deh, sehingga si bos jalanya sedikit ngangkang" kata c.


"Tapi masa iya sih, tapi mungkin juga" kata f.


"Kalian jangan terlalu mendorong si imut buat nikah sama si bos, kalau si bos beneran sudah nikah kan kasian sahabat kecil kita ini, masa udah yakin malah cuman di bohongin, apa kalian tega lihat imut nangis-nangis nantinya" kata c.


"Iya juga, maafin kita yaaa" kata f, h, dan a.


"Iya, kalian tenang aja, aku juga masih mikir kok, kalau memang jodohku si bos pasti nanti dipertemukan, tanpa harus berbuat apapun, aku juga belum siap kalau nikah diusia segini, aku takut nanti hanya bisa rebahan mulu, kalian kan tau aku juga belum pandai masak, masa iya tiap hari hanya makan telur ceplok dan mie" kata Tania.


"Iya juga, masak telor aja gosong, kan kasian si bos kalau makan telor tiap hari gosong" kata A.


Dan tertawa mereka semua.


"Udah yuk kerja lagi, gak enak sama yang lain, nanti kita dapat nilai jelek dimata mereka karena kerjanya cuma ngerumpi" kata c.


"Oke bossss" kat f.


"Bosnya kan yang ini, kenapa malah kesitu bilang bos, harusnya kan Tania yang bakal jadi bos kita, jadi manggilnya harus bos itu ke si imut Tania" kata h.


"Oh iya, lupa gue, maaf ya bos imut" kata f.


"Aku itu sama dengan kalian" kata Tania.

__ADS_1


"Manggil bosnya nanti aja ya, kalau sudah resmi" kata c.


"Oke" kata f, h dan a.


__ADS_2