
Setelah beberapa hari dirumah sakit, akhirnya kini sudah boleh untuk pulang oleh Dokter.
Ada rasa bahagia dari Ervi yang begitu ceria dari senyumnya sambil menggendong Rama dalam pangkuannya di sofa rumah.
Ada canda dan tawa dan juga tingkah lucu dari Aya yang begitu antusias karena bakal dapat teman baru buat main.
"Duh senanangnya cucu Mami ini, enggak mau diem" kata Mami.
"De nya mi cucu" kata Aya, sambil menyentuh pipi Rama yang sedang menikmati Asi.
"Iya, Adeknya lagi mimi" kata Fida.
"Kakak mau mimi susu juga, mau dibuatkan susu pakai botol."
"Minum susu bukan cucu" kata Ervi.
"Su su."
"Cucu" kata Aya.
Membuat yang lain jadi tertawa karena ucapan Aya yang gak bisa bilang susu.
"Sini sama Mama tua sini" kata Mama.
"Sini Mama pangku sini."
"Dedeknya suruh minum dulu."
"Seneng enggak punya teman baru dirumah" kata Mami.
Hanya tawa kecil dari Aya.
"Nih minumnya" kata Fida.
"Sini duduk sama Mama sini."
"Dedeknya aja diem tuh kalau minum tuh."
"Jadi Kakak harus diem kalau minum ya."
"Sini sama Mama tua sini, sambil liat Dedeknya juga lagi mimi susu" kata Mama.
Langsung Aya kepangkuan Mama tua disebelah Ervi yang sedang menyusui Rama.
"Kalau mimi kakinya diem dong, yang anteng" kata Fida.
"Ayah, sama Papi juga Bapak kemana" kata Ervi.
"Lagi nyari kambing buat acara akikah besok malam" kata Mami.
"Kenapa."
"Apa ada sesuatu yang perlu diminta."
"Enggak kok Mi" kata Ervi.
__ADS_1
"Oh, kirain ada apa" kata Mami.
"Kalau mau istirahat, biar Rama sama Mama aja sini" kata Mama.
"Mama juga kan pengen gendong."
"Iya, kalau mau istirahat, istirahat aja sana, enggak papa, biar Rama sama kita disini" kata Mami.
"Kayaknya juga dah selesai itu nyusunya, dah tidur juga, atau mau dibaringkan di kasur juga."
"Sebenarnya sih iya, mau istirahat, ngantuk" kata Ervi.
"Yaudah kalau gitu kekamar aja, biar istirahat" kata Mama.
"Yuk, biar kubantu" kata Fida.
"Rama berikan sama Mami atau Mama dulu."
"Engak papa Mi" kata Ervi.
"Ya enggak dong, kan kamu juga harus banyak istirahat juga, biar cepat pulih habis operasi" kata Mami.
"Iya, sana istirahat aja, biar Rama sama Mami atau Mama, nanti kubawa kekamar untuk dibaringkan juga" kata Mama.
"Kamu juga kan enggak boleh capek, harus banyak istirahat."
"Kalau kurang istirahat nanti malah sakit, dan Asinya susah keluar, kasian nanti Rama kalau enggak bisa minum Asi lagi, dia butuh Asimu."
"Iya Ma" kata Ervi.
"Maunya kamar atas aja, jangan kamar bawah" kata Ervi.
"Iya ayok" kata Fida.
"Iya sana, kan bisa pakai lift keatasnya" kata Mami
"Sini, biar ku gendong Ramanya" Langsung berpindah tangan si Rama kegendongan Mami.
"Kakak nanti tidur juga ya, dah siang waktunya buat tidur siang" kata Fida.
"Iya Ma, nanti bobo kalau dah habis minum susunya" kata Mama.
"Sana antarkan dulu itu, nanti biar Aya tidur sama Mama dikamar."
"Iya Ma" kata Fida.
"Kalau gitu duluan Ma, Mi" kata Ervi.
"Iya" kata Mami dan Mama.
Ervi langsung kekorsi roda dan didorong oleh Fida untuk kekamarnya buat tidur siang.
"Kak" kata Ervi.
"Iya, apa" kata Fida.
__ADS_1
"Apa saat Kakak melahirkan rasanya itu sakit, dan pemulihannya juga lama untuk hilangin rasa sakitnya" kata Ervi.
"Enggak kok, hanya sekitar dua mingguan aja" kata Fida.
"Hanya memang terkadang ada rasa nyeri dikit aja, itu paling lama sekitar hampir dua bulanan kayaknya."
"Tapi kalau seperti kamu mungkin hanya sekitar sebulan saja, asalkan dah kering dah bisa dikatakan sembuh."
"Tapi tetap prosesnya harus tiga bulan."
"Tapi aku kok sering mual ya Kak" kata Ervi.
"Itu biasa terjadi pada Ibu yang melahirkan sesar" kata Fida.
"Jadi itu dah umum buat semuanya yang habis melahirkan."
"Jadi sekarang nikmati jadi seorang Ibu seutuhnya."
"Rasakan apa yang Ibu-ibu rasakan setelah melahirkan."
"Oh" kata Ervi.
"Emangnya kamu mempelajari, kan ini ada di jurusanmu" kata Fida.
"Enggak, hanya tau dikit aja, enggak tau seperti ini rasanya" kata Ervi.
"Sekarang mau tidur kan temanin enggak" kata Fida.
"Boleh Kak, takut nanti butuh sesuatu" kata Ervi.
"Lagian kan Sami lagi enggak ada."
"Iya, nanti kalau ada apa-apa bilang aja sama Kakak" kata Fida.
"Sami kita kasian dia belum ada istirahat dari kemarin saat kamu melahirkan."
"Bahkan selalu ada disampingmu, enggak mau pindah posisi."
"Kakak enggak tega lihatnya seperti itu kemarin."
"Iya Kak" kata Ervi.
"Pasti gara-gara aku yang enggak sadar ya Kak."
"Dia memang seperti itu, bahkan saat Kakak melahirkan juga dia selalu ada disamping Kakak" kata Fida.
"Kita beruntung memiliki dia yang punya tanggung jawab penuh dengan kita, enggak pernah membedakan."
"Jadi sekarang lebih baik kita tidur aja."
"Iya Kak, tapi nanti aku pengen tau semua dari Kakak" kata Ervi.
"Iya, sekarang kita tidur dulu" kata Fida.
"Mukamu dah pucat."
__ADS_1
Langsung dibantu untuk membaringkan Ervi dan menyelimuti kakinya dan lalu ikutan tidur disebelahnya.