Dua Istri Tercinta

Dua Istri Tercinta
Mirip Bapakku


__ADS_3

"Sudah siap" kata Papi.


"Sudah Pi" kata Fariel.


"Yuk berangkat, bisa nyetir gak" kata Papi.


"gMGak bisa Pi" kata Fariel, sambil nyengir kuda.


"Yuk masuk, biar Papi yang nyetir" kata Papi.


Akupun masuk kedalam mobil dan duduk didepan samping Papi, dalam perjalanan tak ada bincangan apapun hanya berdiam saja sampai ditempat perusahaan.


"Ayuk turun dah sampai nih, Mami juga sudah didalam nungguin diruang rapat" kata Papi.


"Iya Pi" kata Fariel.


Kamipun langsung berjalan masuk kedalam dan menuju tempat untuk pertemuan.


Sampai didalam jantungku berdetak begitu kencang, apa lagi ketika semua mata memandangku dan tersenyum kearah ku.


"Assalamu'alaikum semuanya, sehat semua kan" kata Papi.


"Waalaikumsalam, sehat Pak" jawab mereka serentak.


"Langsung aja ya, mungkin kalian bertanya-tanya kenapa kalian dikumpulkan mendadak seperti ini, ini yang duduk disebelah saya adalah Putra saya, dia yang akan membantu saya disini, karena dia baru lulus di Amerika jadi sekarang waktu yang tepat untuk membantu saya di perusahaan sesuai dengan bidangnya" kata Papi.


"Bukannya putra nya sudah meninggal waktu masih kecil" ucap salah satu mereka.

__ADS_1


"Kenapa Papi bilang aku Putranya, dan kuliah di Amerika" kata Fariel, dalam hati.


"Diem sebentar, dia memang bukan anak kandung saya dan Istri saya, tapi dia sudah menjadi seperti anak saya, jadi kalau ada yang tidak suka dengannya maka akupun tak segan dengan melakukan tindakan kepada orang itu nantinya" kata Papi.


Yang lain pun mengangguk paham.


"Sekarang gilaranmu untuk memperkenalkan dirimu" kata Papi.


Akupun dengan sedikit gugup dan berdiri untuk memperkenalkan diri.


"Assalamu'alaikum Bapak Ibu semuanya" kata Fariel.


"Waalaikumsalam" jawab mereka.


"Perkenalkan nama saya Sielfa Akhmad Mufariel. Terimakasih semuanya yang telah hadir disini, saya hanya orang yang belum tau menau tentang perusahaan, jadi mohon bimbingannya dan kerjasama untuk memajukan perusahaan ini, dan sekali lagi terimakasih" kata Fariel, langsung duduk kembali.


"Apa" ucapku dalam hati.


Dan yang lain hanya menganggukkan kepalanya.


"Ada yang mau disampaikan, atau bertanya silahkan bagi yang mau bertanya" kata Papi.


"Karena gak ada yang bertanya maka ada tambahan yang akan disampaikan lagi untuk kalian" kata Papi.


"Nak cepet sampaikan, apa yang mau disamapikan" kata Papi, bisik padaku.


Aku berdiri lagi dan bingung mau menyampaikan apaan.

__ADS_1


"Maaf ini ada sedikit yang belum tersampaikan, saya minta kepada kalian semua, setiap hari senin kita adakan rapat disini untuk hasil kerja kalian perminggu nya. Juga setiap tanggal satu harus laporan nya sudah siap tanpa ada kesalahan sedikit pun. Jadi jika ada yang mencoba melakukan kesalahan pada perusahan maka sesuai dengan peraturan yang ada. Dan tambahan lagi, untuk setiap senin pagi harus kumpul melakukan pengibaran bendera dilapangan dan diisi dengan kultum atau bahas perusahaan dan apapun itu yang akan kalian sampaikan, secara bergantian. Jadi tolong sampaikan pada karyawan yang lainnya juga, sekian dan terimakasih" kata Fariel.


"Mantap, ini baru anak Papi dan Mami" kata Papi.


"Kurasa kalian sudah paham, kita tutup pertemuan kali ini, Assalamu'alaikum Warahmatullahi wabarakatuh" kata Papi.


"Waalaikumsalam Warahmatullahi wabarokatuh" jawab mereka dan mulai keluar ruangan, hanya menyisakan Aku Papi dan Mami.


"Wah salut Mami sama kamu Nak, benar-bener bangga Mami, gak salah pilih pokoknya" puji kata Mami.


"Makasih Mi" kata Fariel.


"Itu pakainya bikin Mami pangling loh, keren banget, pasti bakal banyak cewek yang akan coba deketin atau carper sama anak kita ya kan Pi" kata Mami.


"Tentu pasti dong Mi, anak kita dah kaya artis yang lagi naik daun" kata Papi.


"Kaya Ari wibowo ya Pi" kata Mami, maklum Mami kan taunya cuman sinetron yang seumuran.


"Mami mah taunya cuman itu doang, dia kan masih muda, lebih cocok mirip Randi dong kan badannya juga tegap dan berotot" kata Papi.


"Udah dong Pi, Mi. Aku lebih mirip dengan Bapakku sendiri bukan yang lain, jadi gak usah debatin mirip ini itu ya, karena lebih baik jadi diri sendiri aja" kata Fariel.


"Iya juga" jawab keduanya.


"Ya udah yuk, kita lanjut ke tempat lain, beli baju dulu untukmu terus makan dan barulah ke lokasi kerjaanmu yang kedua" kata Mami.


Langsung kita pun keluar bersama, tak pula juga banyak karyawan cewek yang memandang kearah ku dengan senyuman yang sulit diartikan seolah ingin kenalan mungkin.

__ADS_1


__ADS_2