
"Ya deh nanti kalau pulang terserah adek mau apa sama mas, mau jungkir balik boleh, tapi mas kerja dulu ya sekarang, ni masih banyak yang harus mas kerjakan malam ini" kata Fariel.
"Gak boleh, mas gak boleh kerja, mas hanya boleh fokus ke adek bukan ke kerjaan mas" kata Ervi.
"Gak bisa gitu dong dek, mas harus kerja, ini tanggung jawab mas" kata Fariel.
"Nanti mas kasih hadiah saat pulang ya, sekarang mas kerja, adek ngobrol sama kakak ya."
"Gak mau mas, adek gak mau hadiah apapun dari mas, adek hanya mau mas" kata Ervi.
"Ihhh manjanya" kata Fida.
"Sekarang kakak bebas gak ada adek dirumah, kakak bisa manja-manjaan sama masmu."
"Nyai jangan gitu ah, nanti adek marah samaku gimana, kasian loh" kata Fariel.
"Kalau mau nyender ya nyender aja, tapi jangan godain adek kayak gitu nanti ngambek."
"Biarin aja adek ngambek" kata Fida.
"Tuh kan mas bolehin kakak kaya gitu, giliran adek gak boleh" kata Ervi.
"Bukan gitu adekk" kata Fariel.
"Kamu kalau nyender sama mas suka usil aja tangannya."
"Makanya mas gak mau."
"Sekarang kalau adek gak mau ngobrol sama kakak, hpnya mas taro didepan ya, biar adek bisa lihat muka mas, katanya kangen sama muka mas dan senyum mas, bukan sama orangnya."
__ADS_1
"Ya sama orang nya juga dong mamasku" kata Ervi.
"Kan hanya mas yang adek rindukan, karena mas dah menjerat hatiku."
"Idih gombal nya dah kaya ratu gombal aja sekarang" kata Fida.
"Kakak gak usah ikut campur napa sih, ganggu aja" kata Ervi.
"Mas kan masih bisa kerja sambil ngomong gak fokus ke kerjaan mas aja, ada adek disini yang butuh mas juga, yang butuh kasih sayang mas, perhatian mas, kan adek kangen sama mas, sehari serasa sebulan gak ketemu dan lihat mas."
"Duhhh so sweet banget kata-katanya, dapat dari mana tuh kata-katanya kaya gitu" kata Fida.
"Iya adek iya, dah ya jangan marah-marah lagi" kata Fariel.
"Ini hpnya mas letakan disini didepan jadi keliatan muka mas."
"Tapi tuh kakak nyebelin tuh mas, ganggu momen adek aja" kata Ervi.
"Rang kakak juga kangen sama masmu, kan kapan lagi bisa gini."
"Dah ya gak usah pada bertengkar, kan masnya gak kemana-mana mas ada disini gak macam-macam gak godain cewek lain, mas dah nurutin kemauan adek, jadi mas sambil kerja ya, katanya kemarin minta mobil sama Mami atau moge" kata Fariel.
"Kalau ini kerjaan gak selesai gimana Mami sama Papi bisa nurutin kemauannya putri nya yang manja iini."
"Adek gak jadi minta itu semua, batal" kata Ervi.
"Adek hanya minta mas sama Papi dan Mami buat aku, gak minta yanglainnya."
"Alah sok, pasti nanti bakal ada barang baru di garasi, kayak kakak gak hafal sama tingkahmu dan sifatmu aja, kalau ada barang baru pasti langsung minta" kata Fida.
__ADS_1
"Nyai minum dulu itu nanti dingin, jangan ngeledekin adek mulu" kata Fariel.
"Oke siap Uda, tapi ambilkan taro sini didepan" kata Fida.
"Iya, tapi lepasin senderannya dulu" kata Fariel.
"Oke" kata Fida.
Ku ambilkan minum nya dan kuletakkan didepan Fida kedua minum dan cemilannya, tak lupa juga aku meminum kopiku yang dah mulai dingin dan hampir habis.
"Mas" kata Ervi.
"Iya kesayangan mas, bidadari mas, canis mas, ada apa hemmm" kata Fariel.
"Aku mau pulang aja besok kalau mas nyuekin adek, dan malah mesraan sama kakak" kata Ervi.
"Jangan gitu dong, masa sama kakak sendiri kaya gitu sih, cemburu nya biasa saja ya" Fariel.
"Jangan berlebih dan berlebihan, oke."
"Abis kakak kan sekarang singgle mas, ya mana tau mas suka sama kakak, terus adek ditinggal" kata Ervi.
"Adek kan gak mau kehilangan mas lagi, dah cukup lama adek nunggu mas buat adek, malah mau ninggalin adek lagi yang dah terlalu lama menunggu mas dan menolak yang lain hanya karena mas yang kuingini."
"Duh beruntung nya dipilih" kata Fariel.
"Tu gak salah dek, nolak hanya karena untuk mas seorang" kata Fida.
"Gak ya" kata Ervi.
__ADS_1
"Masku yang selalu ada dalam setiap doa ku di sepertiga malam dan setiap waktu setelah lima waktu."