Dua Istri Tercinta

Dua Istri Tercinta
Kena sidang 1 Vs 2


__ADS_3

Kini sampailah dirumah aku dan Mami yang langsung duduk ngobrol dengan yang lainnya juga sambil menikmati cemilan kecil dan nonton acara siang ini.


"Tadi kenapa mas, kok kami suruh puter balik aja" kata Ervi.


"Gak ada apa-apa dek, Mami mau pulang tadi dah malas disana" kata Mami.


"Wmang apa sih Mi, pasti ada sesuatu yang terjadi" kata Fida.


"Nanti kalian juga pasti tau, pasti akan ada beritanya ditv" kata Mami.


"Berita apaan Mi, bikin penasaran aja" kata Ervi.


"Nanti kalian lihat aja sendiri ya" kata Mami.


"Oh ya, emang yang tadi kerja dimana sih bagian apa, kok aku gak tau" kata Fariel.


"Ohhh suami Tia maksudnya" kata Mami.


"Dia kerja di bagian pabrik kain Mami, kalau pembuatan atau pencetakan bajunya atau kaosnya bukan disini tapi di luar daerah, Mami hanya mencetak kainnya saja."


"Ohhh, gitu ya Mi" kata Fariel.


"Lah terus tadi apa lagi tentang Tia."


"Semua anak kos yang ada di asrama putri Mami, dah Mami anggap seperti anak Mami juga, apa lagi Tia yang orangnya ramah dan baik, makanya Mami suka sama sikapnya apalagi pas Mami tau kalau anak Mami pacaran sama dia, Mami makin senang aja rasanya" kata Mami.


"Asrama yang sering kamu datangi atau yang ditempati oleh Tia dan yang lainnya itu punya Mami, Mami sengaja membangun asrama putri dan putra juga untuk membantu para pelajar yang ingin ngekos, kan gak semuanya yang sekolah atau kos orang lokal, ada yang dari luar daerah atau jauh dari rumah ke sekolah atau ke tempat kuliah mereka, makanya Mami bangun disitu deh."


"Kok Fida gak pernah tau ya, kalau Mami punya kos-kosan untuk para anak-anak sekolah" kata Fida.


"Iya Ervi juga" kat Ervi.


"Mami sengaja nyembunyiin itu semua dari kalian, yang tau hanya Papi, maaf bukan maksud Mami" kata Mami.

__ADS_1


"Berarti selama ini Mami tau dong tentang aku kalau kesana" kata Fariel.


"Hayo mas ngapain kesana" kata Ervi.


"Ya taulah, kan Mami yang punya" kata Mami.


"Makanya kamu bisa masuk kan karena ada orang dalam, dan orang dalamnya Mami."


"Tapi bukannya yang punya kos-kosan itu bukannya yang tinggal diujung ya Mi, kan ada yang bilang Ibu kos gitu Mi" kata Fariel.


"Itu orang yang Mami suruh kerja aja, tugasnya hanya menarik uang sewa dan mengurusi semua kos-kosan itu, dari air listrik dan kebersihan dan macam-macam lagi" kata Mami.


"Hayo, pasti mas pernah masuk kedalam kosan si mantan kan, ngaku aja hayo" kata Ervi.


"Iya pernah gak sekali ataupun dua kali masuk kedalam buat makan bareng, hehehehehehe" kata Fariel.


"Selain itu ngapain aja" kata Ervi, dengan jutek.


"Gak ada ngapa-ngapain, paling duduk didepan sambil minum kopi dan makan mendoan yang nungguin dia lagi dandan kalau mau jalan-jalan" kata Fariel.


"Pasti pernah cipika cipiki."


"Apaan cipika cipiki" kata Fariel.


"Cium pipi kanan cium pipi kiri" kata Fida.


"Ohhh itu" kata Fariel.


"Ngaku mas" kata Ervi, yang mulai dengan emosi.


"Mami permisi dulu ahhh, yuk Pi kita kebelakang dulu" kata Mami, yang dah tau kalau akan ada yang marah.


"Ayok" kata Papi.

__ADS_1


"Kakak mau ikut gak atau disini aja" kata Mami.


"Disini aja lah Mi" kata Fida.


"Ya udah ya, kalian selesai kan masalah kalian, dada" kata Mami.


"Mii" kata Fariel.


"Mas jawab mas" kata Ervi.


"Mas gak pernah kaya gitu adek, tapi kalau secara tiba-tiba di cium pernah, kalau meluk sama gendong mas pernah, gitu doang gak ada yang lain yang berlebihan, paling pegang tangan doang, meluknya aja biasa saja dari belakang saat lagi foto selain itu gak pernah kecuali mas yang di peluknya, tapi mas gak pernah balas pelukannya, dah yaaa" kata Fariel.


"Bohong" kata Ervi.


"Mas gak bohong adek, mas beneran, kalau adapun paling hanya itu doang, kalau mas yang cium gak pernah, kecuali cium jarak jauh yang seperti ini nih mas contohin ya biar adek percaya sama mas" kata Fariel.


"Emmmmuachhh, langsung kugenggam terus mas lempar ke arahnya terus ditangkap, gitu doang."


"Gak percaya" kata Ervi.


"Nyai bantuin napa" kata Fariel.


"Males ah, nyai aja kecewa sama Uda" kata Fida.


"Belum selesai, lanjutkan, satu lawan dua boleh juga, lanjutkan" kata Mami, yang langsung puter balik lagi kebelakang karena mengambil sesuatu.


"Miii bantuin Mi" kata Fariel, teriakku.


Sedangkan Mami mengangkat tangannya keatas sambil berjalan.


"Gak akan ada yang bantuin mas disini" kata Ervi.


"Mas harus adek sidang, biar mas gak bisa buat yang macam-macam."

__ADS_1


"Cocok itu, masalah ini harus selesai" kata Fida.


__ADS_2