Dua Istri Tercinta

Dua Istri Tercinta
Ucapan membawa masalah


__ADS_3

Perdebatan terjadi setelah pulang dari acara ulang tahun Dewi.


"Kenapa sih kalian ngomong kaya gitu kemereka" kata Fariel.


"Kenapa harus bilang kalau kalian itu istriku."


"Apa tadi kalian gak lihat ada reporter berita disana."


"Apa kalian gak mikirin mereka."


"Mereka pasti akan malu karena anaknya menyukai suami orang lain, bahkan sudah memiliki dua istri."


"Apa kata mereka nanti setelah tersebar berita ini."


"Aku gak suka aja sama mereka, yang seolah akan merebut mas dari aku" kata Ervi.


"Kakak juga sependapat dengan ade Ervi" kata Fida.


"Apa mas gak suka dengan kami ini" kata Ervi.


"Apa mas benci dengan kami."


"Aku gak benci dan dengan kalian, hanya mas kecewa dengan kalian yang mengatakan semacam itu di acara nya tadi" kata Fariel.


"Karena bagaimana pun dia tetap sahabat aku, yang selalu ada saat aku lemah, tapi aku membalasnya dengan hal semacam ini."


"Oke mas kalau itu maumu, adek bakal bilang kemereka kalau kami bukan istri mas dan hanya kakak dan adek aja" kata Ervi.


"Apa mas puas."


"Bukan itu yang mas minta dari kalian" kata Fariel.


"Cukup, biarkan semuanya yang telah terjadi."


"Maafkan aku jika membuat kalian marah denganku."


"Tapi kalau nanti ini terjadi lagi mas gak bisa maafkan kalian, aku hanya ingin hidup damai tanpa masalah dari orang sekitar kita hanya karena perkataan yang tak sesuai faktanya."


"Aku hanya takut apa kata orang nantinya jika aku menikahi dua orang sekaligus dengan hubungan yang masih sedarah, bukankah itu dilarang oleh agama, itu yang mas khawatir kan."


"Kalau masalah berita yang akan tersebar aku gak peduli, mau punya istri satu atau dua itu gak masalah bagi mereka, tapi yang akan jadi masalah jika kita menikahi orang yang masih sedarah."

__ADS_1


"Maaf kakak dek, kakak gak bermaksud begitu" kata Fida.


"Kakak gak memikirkan sampai kesitu."


"Maafkan kakak."


"Adek juga minta maaf, aku gak tau kalau perkataan tadi bakal menjadi rumit" kata Ervi.


"Sudahlah gak usah kalian pikirkan" kat Fariel.


"Kalian gak ada salah, hanya aku yang salah."


"Biar nanti Papi dan Mami yang urus masalah ini" kata Mami.


"Mami juga ngerti maksud kamu nak, maafkan mereka ya."


"Iya nak, Papi yang bakal klarifikasi nanti jika masalah ini terjadi" kata Papi.


"Kamu sekarang tenang saja dulu, gak usah banyak pikirkan masalah itu, Papi juga tau dan melihat banyak yang membicarakan kalian disana."


"Papi yang bakal selesai kan masalah ini, karena bagaimanapun ini masalah Papi juga."


"Iya nak, Mami tadi juga belum sempat mencegah ucapan dari mereka, apalagi kita tadi ditempat orang yang terpandang dan nomer satu di sini, pasti akan menjadi berita hangat bagi mereka semua, dan berdampak kemereka juga" kata Mami.


"Aku sudah memafkan semuanya" kata Fariel.


"Aku gak mau pulang sekarang, aku ingin tetap disini sebentar saja, hanya untuk beberapa hari."


"Apa mas marah sama kami hingga gak mau pulang" kata Ervi.


"Mas gak marah dengan kalian, mas hanya butuh waktu disini" kata Fariel.


"Kalian pulanglah, aku pasti pulang."


"Kalau adek gak ikut pulang berarti kita juga gak akan pulang" kata Fida.


"Iya, aku juga setuju kak" kata Ervi.


"Aku hanya akan pulang jika mas juga pulang."


"Kalian gak boleh gitu, kalian harus pulang duluan" kata Fariel.

__ADS_1


"Kaka lagi hamil besar sekarang, jadi kakak harus pulang istirahat dirumah."


"Dan kamu dek, kamu kan harus kuliah, jadi kamu juga harus pulang sekarang juga."


"Aku gak mau pulang titik" kata Fida.


"Aku juga gak akan pulang, biarin kuliah aku tinggalkan, untuk apa kuliah jika mas gak ada di rumah buat kami" kata Ervi.


"Kalian jangan ego kenapa, kasih aku waktu sehari aja disini" kata Fariel.


"Aku pasti pulang besok sore, ya kak, dek."


"Gak mau titik" kata Fida.


"Aku mau adek pulang dan buatin masakan buat kakak dan dede."


Kalau sudah bawa-bawa dedek bayi membuatku tak tega.


"Baiklah kalau itu mau kalian, aku pulang sekarang juga, tapi aku naik motor sendiri, kalian pake mobil bareng Papi dan Mami" kata Fariel.


"Kalau gitu adek ikut, biar mas gak bisa belok kemana-mana hanya ingin menghindari kami untuk gak pulang" kata Ervi.


"Iya kakak juga setuju dengan Ervi" kata Fida.


"Kalian naik mobil aja, pak Udin sedang kemari jemput Mami dan Papi" kata Mami.


"Papi mau ketempat yang tadi, kerumah Pak Abdul, biar membicarakan masalah ini, biar nanti gak terjadi berita yang mengenakan bagi kita semua dan keluarga mereka tentunya" kata Papi.


"Nanti biar Ervi yang nyetir, kamu bisa rebahan di bangku belakang buat nenangin pikiranmu" kata Mami.


"Iya nak, Papi masih khawatir sama kamu, jadi kamu pulang dengan mereka aja ya, jangan nyetir motor, Papi takut terjadi sesuatu sama kamu" kata Papi.


"Perasaan Mami gak enak, takut terjadi dengan kamu nak, nurut ya sama Mami, kamu ikut dengan mobil, Mami takut kalau kamu pulang dengan mengendarai motor kamu bakal terjadi sesuatu sama kamu nanti, Mami gak mau kehilangan anak laki-laki lagi, Mami mohon ya nak" kata Mami.


"blBaiklah aku pulang dengan mereka" kata Fariel.


"Aku ambil tas dan baju aku dulu."


"Iya nak" kata Mami.


"Ayok mas, biar adek bantu" kata Ervi.

__ADS_1


Akupun langsung mengemasi barang-barang bawaanku kedalam tas, setelah selesai aku langsung menuju mobil dan duduk di bangku paling belakang lalu merebahkan badanku dengan bersenderan dibangku belekang.


__ADS_2