Dua Istri Tercinta

Dua Istri Tercinta
Marah dan ceria


__ADS_3

"Gak ah malu dah tua, nanti dibilang gak tau sama umur" kata Mami.


"Hahaha, sadar diri ya Mi" kata Fida.


"Mami dah cocok dipanggilnya itu tetap Mami atau eyang, bukan sayang."


"Tuh kan Pi, anak Mami ini gak mau bikin Mami sehari aja seneng" kata Mami.


"Tapi memang bener apa yang dikatakan anak kita, gak usah yang aneh-aneh, yang biasa saja" kata Papi.


"Mami gak usah minta yang aneh-aneh, cukup minta cucu aja yang banyak sama anak Mami."


"Anak kita yang bakalan ngasih cucu baru aja satu, kecuali nak Fariel dan Ervi dah nikah, baru mami dapat banyak cucu, mereka aja masih pada jomblo Pi" kata Mami.


"Hehehehehe" kata Fariel, sambil menggaruk kepala yang gak gatal.


"Suruh aja anak kita nikah bulan depan, kalau belum ada calonnya kita carikan saja. Pegawai Mami kan banyak yang cewek, mana cantik-cantik lagi, kayaknya ada cocok, kan sering ngobrol sama anak kita, dan kalau gak salah ada yang ngejar-ngejar anak Mami ini" kata Papi.


"Iyalah, kan anak Mami ini gantengnya kelewatan" kata Mami.


"Lewat mana Mi" kata Fida.


"Iya kelewatan gantengnya, tinggal jeleknya kan Mi" kata Fariel.


"Gak dong, anak Mami kan semuanya cantik-cantik dan ganteng" kata Mami.


"Kamu ibaratkan seperti pangeran deh, ganteng abis."


"Ganteng abis apa abis ganteng nya" kata Fariel.


"Ganteng aja Mi" kata Fida.


"Ya pokoknya ganteng lah" kata Mami.


"Ohhh ya Pi, Mi, apa nanti aku boleh ke minimarket Mami" kata Fariel.


"Mau ngapain hayo" kata Fida.


"Jangan macan-macam" kata Ervi, yang berjalan dibelakangku.


"Dah siap beres-beres nya dek" kata Fariel.


"Jangan mengalihkan pembicaraan" kata Ervi.


"Mas kan hanya nanya dek, kok mengalihkan pembicaraan" kata Fariel.


"Iya, kan mas mau ke minimarket Mami, mas mau ngapain kesana hayo coba ngaku" kata Ervi.


"Hehehehe" kata Fariel.


"Mas gak macam-macam kok tenang aja, mas hanya mau kesana aja, lagian kan sama kakak juga kesana nya nanti, yakan nyai."


"Enggak, bohong tuh dek Uda, rang nyai gak diajak kok tadi" kata Fida.


"Hemmmm, hemmmm" kata Ervi.

__ADS_1


"Dah berani ya sama adek ya" sambil menggulung lengan bajunya.


"Ampun dek ampun, mas gak jadi deh kesana" kata Fariel.


"Lucu ya Pi lihat anak kita takut sama adeknya" kata Mami.


"Iya, lucu, badannya aja yang gede" kata Papi.


"Kalau mereka nikah kayaknya bakalan seru Pi, kayaknya bakalan yang kena suruh anak Mami mulu sama anak Papi itu" kata Mami, bisiknya pada Papi.


"Iya, bakalan jadi suami takut istri" kata Papi, yang membisikkan pada Mami.


"Hihihihi" kata Papi dan Mami.


"Papi sama Mami kenapa kok ketawa kaya gitu" kata Fida.


"Gak ada, ya Mi" kata Papi.


"Iya, gak ada apa-apa, hanya lucu aja lihat nak Fariel takut sama Ervi" kata Mami.


"Papi sama Mami mah tega" kata Fariel.


"Aku bukannya takut, tapi malas. Masa sama perempuan gak menghormati, kan mereka perlu kita kasih sayangi, bukan diajak berantem."


"Mas gak usah ke yang lain, fokus ke adek dulu" Kata Ervi.


"mlMas sebenarnya mau ngapain tadi ke minimarket."


"Mau ketemu Tania apa Putri" kata Mami, dengan mengkode dan menghalangi mulut dengan tangan seperti berbisik.


"Mami hanya bilang jangan bikin anak Mami yang kayak bidadari ini marah" kata Fariel.


"Bohong" kata Ervi.


"Nyai gak ikut-ikutan" kata Fida.


"Aku mau nonton ah" lalu berjalan meninggalkan meja makan.


"Papi juga ahhh" kata Papi.


"Mami ikut dong Pi" kata Mami.


"Mas disini aja" kata Ervi.


"Oke mu baby sweety" kata Fariel.


"Fak usah gombal, gak mempan" kata Ervi.


"Fak gombal kok my Princess" kata Fariel.


"Mau mas panggil apa biar adek percaya sama mas, kalau mas kesana hanya ingin melihat-lihat saja."


"Apa yang mau dilihat, cewek cantik, terus godain dan gombalin" kata Ervi.


"Gak ada beneran, itu kan dulu dek, masa gitu aja ngambek sih" kata Fariel.

__ADS_1


"Perasaan tadi ceria banget deh, sampe nyubit pipiku segala, kenapa malah sekarang jadi marah sih sama mas."


"Ya karena mas bikin adek marah" kata Ervi.


"Mas dah bikin aku cemburu dan takut kehilangan mas yang paling kusayang."


"Iya mas ngerti, adek tuh sayang banget sama mas, tapi mas kan masih butuh waktu buat semuanya, buat membuka hati lagi dan menerima yang baru" kata Fariel.


"Kalau adek memang sayang sama mas, harusnya adek ngerti sedikit dan ngasih waktu buat mas."


"Katanya mas ini bakalan jadi cami kamu nanti."


"klKalau gitu kasih waktu ya buat mas membuka hati untuk canis yang ada didepan mata ini."


"Oke, adek kasih waktu sampai adek pulang dari luar kota" kata Ervi.


"Kalau segitu mas gak janji dah bisa membuka hati buat mu dek" kata Fariel.


"Tapi mas akan berusaha."


"Sekarang senyum dulu, nih mas kasih HP buat kamu foto selfie yang banyak juga senyum yang manis biar mas nanti gak kecantol yang lain, kalau selalu lihat senyum mu."


Ervi langsung menerima.


"Oke ini adek terima, dan nanti adek kirim foto yang saat berdua sama mas untuk dijadikan foto wallpaper HP mas" kata Ervi.


"Iya, terserah kamu aja, mas ngikutin apapun kemauan adek yang cantik ini, yang kayak bidadari tak bersayap jatuh didepan mataku."


"Senyum dong, biar mas inget terus senyuman mu, sebelum kamu pergi nanti."


"Secantik dan semanis mungkin senyuman nya, kalau bisa lebih manis dari senyum nya bidadari, biar bidadari kalah manis dan cantik sama adek."


"Buat para bidadari iri, kalau masih ada makhluk yang paling cantik dan manis dibumi ini, yaitu kamu, adekku yang cantik."


Ervi langsung senyum.



"Dasar gombal" kata Ervi.


"Gak papa gombal, yang penting bisa gombalin bidadari secantik ini, bikin senyum lagi, duhhh senangnya dalam hati, bila lihat senyummu, seperti dunia tak ada yang punya."


"Malah nyanyi, ihh" kata Ervi, sambil tersenyum dan tertawa sedikit.



"Duh lesung pipinya, bikin pengen tak cium aja, duh aduh" kata Fariel.


ervi malah langsung memajukan bibir bawahnya.



"Malah bikin mas gak bisa nahan lihat tuh cabe dimajuin gitu, ahhhh, mas kekamar ya, isi foto yang banyak kalau bisa sampai penuh" kata Fariel.


"Kalau disini terus bisa bablas."

__ADS_1


"Oke" kata Ervi.


__ADS_2