
Setelah mandi langsung Shalat Ashar, terus pake baju dan jaket, celana panjang lalu tak lupa dengan menyemprotkan sedikit minyak wangi di pakaianku, lalu keluar dari kamar menuju kebawah yang sudah ditunggu dari tadi.
"Udah siap dek, yuk kakak dah gak sabar nih pengen jalan-jalan keliling atau ke alun-alun aja mungkin yang rame" kata Fida.
"Boleh juga kak" kata Fariel.
"Panggilannya dirubah aja ya dek, gak enak manggilnya, cocokan mas kayaknya, karena mungkin adek itu lebih dewasa dari aku sifatnya" kata Fida.
"Kenapa kak, aku kan lebih muda dari kakak, itu juga dah cocok kok" kata Fariel.
"Menurut mu aja mungkin, umur gak ngaruh bagiku" kata Fida.
"Manggilnya jangan kak lagi ya, plis."
"Terus apaan" kata Fariel.
"Hmmmm Uda, dan Neng aja" kata Fida.
"Ya itu aja, karena kakak suka itu, jadi aku manggilnya mi amor dan kamu amore mio, ya."
"Kenapa harus itu, kan ada yang lain dari bahasa daerah di tempat kita" kata Fariel.
"Ya udah kalau gak mau" kata Fida.
"Iya iya, tapi artinya apaan itu, jangan cemberut ya" kata Fariel.
"Maksudku itu jangan uda, entar dikira duda, akukan masih single kinyis-kinyis."
"Kan pas situ duda saya janda, pas kan" kata Fida.
"Mau kan Uda."
"Oke, tapi jangan neng juga, kurang cocok buat kakak" kata Fariel.
"Nyai atau mbak aja ya kalau gitu."
"Yaudah Nyai aja" kata Fida.
"Oke Nyai Ratu Kidul" kata Fariel.
"Ih jangan pake kata itu ah, serem jadinya" kata Fida.
"Iya maaf, yuk kita berangkat, katanya mau jalan-jalan ke alun-alun atau kemana lah gitu nanti" kata Fariel.
"Ayok Uda, Nyai dah gak sabar nih" kata Fida.
"Ya ayok capcus" kata Fariel.
"Kata-kata nya lucu, biasa aja kali Uda, jangan kaya gitu, terdengar sedikit lebay tau" kata Fida.
"Iya deh, ayo berangkat kita" kata Fariel.
Langsung berjalan menuju garasi.
"Silahkan masuk Nyai" kata Fariel, yang membukakan pintu mobilnya.
"Makasih Uda" kata Fida, lalu masuk.
Akupun langsung ikut masuk kedalam.
"Pasang sabuk pengamannya dulu Nyai, kalau sudah terpasang baru kita jalan" kata Fariel.
"Oke uda, nih Nyai pasang nih" kata Fida, sambil memasang sabuk pengaman.
Akupun langsung menjalankan mobilnya menuju alun-alun.
"Apa gak mampir kemana gitu, kadang mau makan atau beli apa itu buat disana nanti" kata Fariel.
"Gak ah, nyai mau makan jajanan aja, mampir ketempat minimarket aja" kata Fida.
"Ya udah kalau gitu nanti kita kesana" kata Fariel.
"Ketempat Mami aja ya belanjanya, aku kangen dah lama gak kesana, terakhir kesana itu waktu belum kuliah berarti sekitar lima tahunan mungkin" kata Fida.
"Ya udah kalau gitu kita kesana sekarang ya, abis itu baru kita ke alun-alun ya" kata Fariel.
"Oke uda" kata Fida.
Kita pun langsung menuju minimarket punya Mami untuk membeli beberapa cemilan dan minum.
Sampai disana langsung ku parkir kan mobilnya dan turun lalu masuk kedalam.
"Gandeng Da" kata Fida.
"Iya Nyai Ratu apa Nyai drama nih, apa Nyai manja" kata Fariel.
"Nyai aja" kata Fida.
"Iya udah yuk kita masuk" kata Fariel.
"Pak titip ya sebentar, alnya kuncinya kutinggal didalam."
"Baik bos, aman mah, bos masuk aja, kasian istrinya dah besar perutnya."
"Hah, Bapak salah nih, dia ii" kata Fariel, terpotong.
"Nampak besar ya Pak, cocok gak pak kalau jalan gandengan kayak gini, keliatan mesra gak" kata Fida.
"Cocok banget pokoknya bos."
__ADS_1
"Kudoakan langgeng terus sampe akhir hayat ya bos dan apa nih manggilnya."
"Makasih Pak, bebas Pak, panggilan aja Nyai muda" kata Fida.
"Oke Nyai muda."
"Kalau gitu saya masuk dulu ya Pak."
"Iya silahkan Nyai dan bos muda."
"Yuk Da" kata Fida.
"Kenapa Nyai bilang kekgitu, apa dia gak tau atau kenal nyai" kata Fariel.
"Mungkin dah lupa kali ya, atau ingat sedikit dan taunya juga nyai itu dah nikah, jadi mungkin Uda lah suami Nyai, karena mungkin kita seperti sepasang suami-istri menurutnya, apa lagi berjalan sambil gandengan kaya gini" kata Fida, yang melingkar kanntangannya ke lengan tanganku.
"Yuk masuk, silahkan Nyai" kata Fariel.
"Mau beli apa aja nih."
"Cemilan aja, snack-snack sama minuman aja" kata Fida.
"Ya udah ayok kita kesana kebagian makanan khusus cemilan" kata Fariel.
"Ayok Da, Nyai dah gak sabar nih" kata Fida.
"Bentar ambil keranjang dulu" kata Fariel.
"Oke Uda" kata Fida.
Akupun langsung mengambil keranjang terus berjalan kearah makanan ringan.
"Pilih mana aja boleh yang nyai suka" kata Fariel.
"Oke" kata Fida, langsung memilih beberapa cemilan dan memasukkan ke keranjang yang aku bawa di tangan kiri, karena yang kanan di gandeng.
"Udah ini aja, gak ada yang lain lagi" kata Fariel.
"Dah cukup, ini kebanyakan juga kok Da, tinggal minumnya aja" kata Fida.
"Ya udah kita kesana ya" kata Fariel.
"Digandeng mulu suaminya kak, takut lepas ya kak, suaminya ganteng ya kak."
"Iya, makasih" kata Fida.
"Bos, apa mau saya bantu bawakan barang belanjaannya."
"Gak usah, kalian kerja aja ya, ini masih bisa aku lakukan" kata Fariel.
"Dah berapa banyak yang ngira kita sepasang suami-istri ya Da" kata Fida.
"Pilih terus mana yang Nyai suka, jangan lupa air putih nya, Ibu hamil harus banyak minum air putih."
"Iya Uda, ini juga akan Nyai ambil kok air putihnya" kata Fida.
"Dah cukup, yuk kita bayar Da."
"Iya ayok" kata Fariel.
Lalu berjalan kearah kasir untuk membayar semua belanjaan kita.
slSampai ditempat kasir langsung memberikan barang belanjaanku buat dihitung totalnya
setelah membayar kita pun langsung keluar menuju mobil.
"Da mana makanannya dan minumnya" kata Fida.
"Nih, apa Nyai makan sekarang, kenapa gak nanti aja di mobil" kata Fariel.
"Mau Nyai kasih buat Bapak tadi beberapa, bolehkan" kata Fida.
"Boleh, masa mau berbuat baik gak boleh" kata Fariel.
"Nih pilih aja mana yang mau Nyai kasihkan."
"Pak, sini" kata Fida, yang memanggil bapak tukang parkir.
"Iya Nyai muda, ada apa."
"Nih buat Bapak" kata Fida, yang memberikan beberapa cemilan dan minum.
"Buat saya ini, wah makasih Nyai muda dan bos muda juga."
"Iya, sama-sama Pak" kata Fariel.
"Saya duluan ya Pak."
"Iya bos, makasih makanannya dan minumnya juga."
Kitaupun langsung masuk kedalam mobil dan menuju alun-alun kota.
"Ayok Nyai turun, dah sampai ini" kata Fariel.
"Ayok Da, gandeng lagi ya" kata Fida.
"Iya Nyai" kata Fariel.
"Nkh pegang dulu" kata Fida, yang memberikan dua kantong berisi cemilan dan minuman.
__ADS_1
"Mau duduk dimana nih, kayaknya lumayan rame" kata Fariel.
"Iyalah rame, kan mau malam minggu, pasti rame" kata Fida.
"Disana aja, lesehan di rumput pun gak papa."
"Oh iya, kok aku lupa ya kalau hari ini hari sabtu" kata Fariel.
"Belum tua dah pikun nih si Uda, kebanyakan ngurusin kerjaan sih, makanya lupa hari" kata Fida.
"Iya juga kali ya, taunya hanya hari jumat sekarang, itupun karena pulang cepet" kata Fariel.
"Ya udah, yuk. "
"Ayok Da" kata Fida, yang langsung mengandengkan lagi lalu berjalan kearah yang dituju.
"Yuk duduk, pelan-pelan aja, pake ini aja buat alas duduknya" kata Fariel, yang meletakkan kantong kresek dibawahnya untuk duduk.
"Makasih Uda, Uda pake apa" kata Fida.
"Ini masih ada satu lagi" kata Fariel, yang menunjukkan kantong kresek juga.
"Ini kita letakkan aja cemilannya disini, biar kantongnya bisa buat alas duduk."
"Uda pinter deh" kata Fida.
Akupun langsung duduk disebelahnya, dan Fida langsung menyenderkan kepalanya pada pundak ku.
"Mau makan yang mana dulu" kata Fariel.
"Itu kripik yang pedas, Nyai mau itu" kata Fida, tunjuknya pada kripik singkong.
"Oke, biar Uda bukain ya" kata Fariel.
Fida hanya ngangguk saja.
"Minumnya mau yang mana" kata Fariel.
"Itu yang jeruk" kata Fida.
"Nih, kripik nya" kata Fariel.
"Nih minumnya, dan air putih nya juga"
"Dinikmati aja, Uda juga mau makan yang ini" yang membuka kripik ubi rambat.
"Makasih Ud, yuk makan" kata Fida.
"Iya ayok, pelan-pelan ya minumnya, kalau haus minum sendiri ya" kata Fariel.
"Iya Uda, Nyai bukan anak kecil lagi" kata Fida.
"Ya mana tau kan" kata Fariel.
kita pun langsung menikmati makanan yang ada didepannya sambil melihat-lihat pemandangan didepan.
"Da pulang yuk, tapi mampir makan bakso yang disana yang besar itu" kata Fida.
"Kan baru sebentar kita duduk disini, ini aja belum abis loh" kata Fariel
"Tapi dedek bayi pengen makan bakso, karena lihat mereka makan bakso" kata Fida, yang melihat kesamping kanannya.
"Hmmmm ya udah ayok, apa mau makan disini juga" kata Fariel.
"Fak ah, maunya yang disana, makannya juga disana aja nanti" kata Fida.
"Ya udah ayok kita berangkat kesana, ini gimana" kata Fariel.
"Kasihkan aja sama mereka yang disebelah Uda, dimobil kan masih ada" kata Fida.
"Ya udah, ini Uda kasih mereka ya" kata Fariel.
"Iya Da" kata Fida.
"Kak, Bang, kalian mau ini, ini gak habis, daripada kubuang kadang kalian mau, ini masih banyak dan belum dimakan atau dibuka kok jadi aman" kata Fariel.
"Boleh Bang, emang Abang mau kemana."
"Ini minta pulang sekarang katanya, maklum lagi" kata Fariel, yang seolah menunjukan kalau lagi hamil dengan gerakan tangan didepan perutku.
"Ooh, makasih ya Bang semuanya."
"Iya, ini ambil aja semuanya, minumnya juga, hanya ini yang baru diminum, yang lain belum" kata Fariel.
"Ayok Da, dah ngiler nih dedenya" kata Fida.
"Iya ayok berdiri" kata Fariel, sambil membantu berdiri.
"Aku duluan ya, kalau gak habis kalian bawa pulang atau kasihkan aja buat yang lain."
"Makasih Bang" ucap keduanya.
"Semoga bayinya sehat selalu dan istri nya juga sehat terus."
"Makasih" kata Fida.
"Makasih doa nya, moga kalian juga segera menyusul ya" kata Fariel.
"Duluan" yang langsung berjalan kearah mobil.
__ADS_1