Dua Istri Tercinta

Dua Istri Tercinta
Hanya


__ADS_3

Bangun pagi saat mendengar Adzan Subuh dengan posisi yang masih sama seperti saat memejamkan mataku, yang tidur dengan menyenderkan kepala di bantal disudut meja dan masih memangku fida yang masih nyenyak dalam tidurnya dengan tangan yang masih melingkar.


"Nyai bangun, dah subuh nih" kata Fariel, sambil menggoyang-goyang badannya.


"Nyai ayo bangun, dah pagi ini."


"Bentar lagi loh yank, masih ngantuk" kata Fida.


"Kok yank sih" kata Fariel, ucap dalam hati.


"Ayo bangun, nanti habis Shalat lanjut lagi tidurnya kalau masih ngantuk."


"Gak mau yank, bentar lagi ya plis, masih mau memeluk" kata Fida, dengan mata yang masih terpejam.


"Kok yank lagi, apa lagi merindukan atau lagi mimpi ketemu Almarhum suaminya ya" kata Fariel, dalam hati.


"Lima menit ya, abis itu harus bangun terus Shalat."


"Iya sayang" kata Fida.


"Dah lebih ini dari lima menit nih, sekarang bangun ya" kata Fariel.


"Iya" kata Fida, yang langsung membuka matanya sedikit.


"Ayok dibawa duduk, biar Uda bantuin" kata Fariel.


"Hah" kata Fida, yang langsung membuka matanya lebar.


"Maaf uda, ketiduran malah sampai pagi" yang masih ada dipangkuanku.


"Yok bangun, dan duduk dulu" kata Fariel, yang langsung mengangkat punggungnya buat duduk.


"Gerakin kakinya dan tangannya biar melancarkan sirkulasi darah menuju otot dan otak."


"Uda bantuin berdiri, mau kekamar dan Shalat" kata Fida, setelah menggerakkan tangan dan kakinya.

__ADS_1


"Ya udah ayok" kata Fariel, langsung berdiri.


"Ulurin tangannya."


Fida pun langsung mengulurkan kedua tangannya lalu aku menarik keatas untuk berdiri.


"Yuk jalan pelan-pelan jalannya" kata Fariel.


"Kalau boleh gendong Da" kata Fida.


"Gak mau, pagi itu cocoknya itu buat gerakin kaki, bukan manja kaya gitu" kata Fariel.


"Jalan aja ya, biar Uda bantu, nyai pegangan kaya biasa aja."


Fida langsung melingkar kan tangannya ke lenganku dan yang kanan kepundak kiriku lalu berjalan menuju kamarnya lewat tangga.


Lalu aku membukakan pintu kamarnya dan langsung menyuruhnya buat masuk, setelah masuk akun kembali kebawah buat melipat selimut yang tadi kita gunakan.


Setelah rapi selimut nya lalu kubawa keatas menuju kamarnya, karena ini bukan selimut ku.


"Assalamu'alaikum nyai, Uda mau ngantarin selimut nih" kata Fariel, dengan membawa kedua selimut.


Aku langsung membuka pintu lalu masuk kedalam.


"Letakkan aja diatas kasur" kata Fida.


Akupun langsung meletakkan diatas kasurnya.


"Shalat dulu nyai, jangan duduk aja, keburu fajar datang, nanti malah gak bisa Shalat karena telat" kata Fariel.


"Iya Uda" kata Fida, yang langsung berdiri dan jalan menuju kamar mandi.


Akupun kembali turun buat mengambil beberapa lembaran kertas dan laptop, habis itu langsung naik lagi menuju kamarku buat melaksanakan Shalat Subuh habis itu baru mandi pagi.


"Kenapa gak ada kabar dari Papi dan Mami ya, apa mungkin adek memang dirumah yang sana ya" kata Fariel, yang melihat HP nya tak ada kabar dari mereka.

__ADS_1


"Semoga aja memang disana dan baik-baik saja, kalau gitu aku turun ah mau buat kopi."


Sampai dibawah langsung membuat kopi seperti biasa lalu membawa kopinya menuju taman belakang.


Sampai dibelakang langsung duduk sambil menyenderkan badanku di bangku, lalu menghubungi siapa lagi kalau bukan canisku.


"Hallo Assalamu'alaikum canisku yang seperti bidadari baru bangun tidur" kata Fariel.


"Waalaikumsalam camiku" kata Tia, sambil nguap.


"Lebar bener nguap nya, kaya mulut kudanil" kata Fariel.


"Ih cami mah, mulut kecil manis imut gini kok di bilang kudanil" kata Tia.


"Makanya ditutup tu mulut kalau nguap, mana keluar asapnya kaya naga" kata Fariel.


"Ih jahatnya, emang aku lagi nyembur kaya naganya angling darma" kata Tia.


"Kok tau angling darma, emang pernah nonton" kata Fariel


"Pernah lah, kan tayangan ulangnya juga ada, apa lagi kalau dirumah dah pasti orang rumah nontonya itu terus gak boleh diganti" kata Tia.


"Ooh, dah sana bangun mandi Shalat" kata Fariel.


"Pasti belum Shalat Subuh, dah mau siang gini."


"Iya, nih mau bangun terus Shalat habis itu masak terus mandi, dan cami harus dah sampai dirumah setelah selesai aku mandi titik" kata Tia.


"Assalamu'alaikum camiku sayang emmuachh."


"Bau mulutnya kaya habis makan ******, belum mandi gak boleh cium cami" kata Fariel, sambil menutup hidungnya.


"Hah, hah" ketelapak tangannya


"Iihhh, baupun gak, hanya hehehe" kata Tia, lalu mematikan sambungan vc nya.

__ADS_1


"Waalaikumsalam" kata Fariel.


"Kebiasaan bangunnya pasti hampir siang" sambil menggeleng-geleng kepala.


__ADS_2