
Sedangkan aku hanya menunggu diluar mobil sambil menggendong Aya yang tertidur.
"Sudah" kata Fariel.
"Dah dong" kata Fida, lalu menutup dan mengunci pintu mobil.
"Ayok kita makan, dan keroncongan nih."
"Ya ayok, mau makan yang disebelah mana" kata Fariel.
"Ada banyak tuh."
"Mana aja deh asalkan makan nasi" kata Fida.
"Yaudah ayok kita kesana aja kalau gitu" kata Fariel.
"Kayaknya disana lebih lengkap makanannya."
"Ya ayok kalau gitu kita makan disana" kata Fida.
Dan kitapun langsung berjalan ketempat makan yang lebih banyak pengunjungnya, karena dah pasti masakannya enak.
Kita langsung masuk kedalam, dan beneran rame.
"Penuh nih kayaknya" kata Fida.
"Duduk dimana dong kita."
Tiba-tiba ada yang memanggilku.
"Bang" kata Indah.
"Bang Sielfa."
"Woi Pangeran, Fariel" kata Nia.
Langsung melihat kearah suara yang memanggil namaku.
"Duduk disini aja" kata Nia.
"Iya gabung kita aja disini" kata Indah.
"Kami hanya berdua kok."
"Jadi masih ada yang kosong."
"Gimana" kata Fariel, tanyaku pada Fida.
"Ayoklah, daripada berdiri terus, sama nahan lapar" kata Fida.
"Yaudah ayok gabung" kata Fariel.
Langsung ku berjalan ke bangku Nia dan Indah.
__ADS_1
"Gimana kabarnya nih, dah lama gak ketemu."
"Alhamdulillah sehat" jawab keduanya.
"Kuliahnya gimana" kata Fariel.
"Bukannya akan lulus ya tahun ini."
"Ya lagi sibuk banget sih kesana kemari" kata Nia.
"Do'ain aja biar lulus tahun ini" kata Indah.
"Kalian hanya berdua aja, habis darimana kok bisa disini" kata Fariel.
"Eh maaf kak, belum kenalan nih" kata Nia.
"Nia."
"Indah" kata Indah.
"Fida" kata Fida.
"Gimana tadi, nanya apa" kata Nia.
"Kalian hanya berdua, kok bisa ada disini, kan jauh dari tempat kalian ngekos, apa pindah kos" kata Fariel.
"Kami memang hanya berdua sekarang" kata Indah.
"Kos kami masih sama."
"Dah pada pesen belum, kok masih kosong" kata Fida.
"Udah tadi, tapi ya maklum lah, namanya juga rame" kata Indah.
"Maaf nih kalau salah nanya atau merasa jadi gak enak" kata Nia.
"Kalau boleh tau Pangeran sama kak Fida ini hubungan apa ya, dan itu anak siapa yang Abang gendong" kata Indah.
"Itu anakku, tapi dah gak ada Ayahnya, dah ninggal" kata Fida.
"Kalau dia bisa dibilang calon adek ipar atau apalah gitu, tapi anakku manggil dia itu Ayah, karena dari lahir sampe sekarang dekatnya sama dia, aku yang Mamanya aja kalah."
"Oh gitu" kata Indah dan Nia.
"Maaf bukan mau bikin kamu sedih kak" kata Indah.
"Gak papa, tenang aja, aku orang nya gak gampang sedih atau marah, selow aja" kata Fida.
"Oh ya Bang" kata Nia.
"Apa masih sering ngasih kabar ke Tia atau hanya sekedar kontekan gitu."
"Saya dah gak pernah kontekan atau hubuangan lagi sejak dia nikah" kata Fariel.
__ADS_1
"Bahkan nomernya juga dah gak ada, dah kulupakan semuanya."
"Gak pernah memikirkan hal itu lagi, sekarang fokus ke masa depan sendiri, bukan mikirin masa lalu lagi."
"Tapi apa Pangeran tau kalau Tia itu dah jarang masuk kuliah, bahkan sekarang aja dah gak lagi di rumahnya, kalau gak salah dia itu tinggalnya di tempat saudaranya si Dewi" kata Nia.
"Sejak nikah dia tidurnya terpisah sama suaminya, gak mau seranjang."
"Bahkan sekarang tuh masih suka memakai kaos darimu."
"Gak hanya itu juga" kata Indah.
"Dia sering pake baju yang ada gambar kalian berdua atau hanya fotomu saja, tapi ada tulisannya."
"Seperti jika tak bersama didunia aku ingin sesurga denganmu, atau selamanya hanya kamu, dan yang terakhir yang paling sering dipakai itu yang tulisan cami dan canis."
"Kenapa jadi seperti itu dia sekarang, padahal kuberharap dia bisa menjalani hidup bahagia dengannya" kata Fariel.
"Terus kenapa gak kuliah."
"Setauku dia kerja di cafe" kata Indah.
"Gak jauh dari rumah Dewi."
"Padahal rumah yang lama gak ada kami ambil, masih boleh digunakan, dan bahkan dah kami kasih hadiah rumah buat mereka tempati, tapi kenapa bisa disana" kata Fariel.
"Itu yang aku gak tau" kata Indah.
"Dia sekarang sering melamun dan nangis."
"Bahkan kami aja sampe gak tega lihatnya terpuruk seperti itu yang suka melamun sambil menangis, sambil melihat kenangan foto kalian berdua."
"Kalau gitu Nyai pesan makanan dulu ya Da, sekalian mau minta air hangat tuk buat susu" kata Fida.
"Oh iya" kata Fariel.
"Maafin Uda."
"Iya tenang aja" kata Fida.
"Lanjut aja ngobrolnya."
"Uda mau pesan apa, biar dipesankan."
"Kalian beneran dah pesan" kata Fariel.
"Udah" (Nia dan Indah.
"Dah pesan makanan dan minum juga" Indah.
"Kalau gitu ngikut kamua aja" kata Fariel.
"Minumnya kaya biasa, biar gak ngantuk."
__ADS_1
"Oke" kata Fida.
Langsung meninggalkan kami yang lagi ngobrol.