Dua Istri Tercinta

Dua Istri Tercinta
Pecah


__ADS_3

Jetika aku sudah pingsan inilah percakapan dari mereka.


"Ada apa" kata Mami.


"Kenapa teriak-teri" ucapnya belum selesai.


Sedang Ervi hanya menunjuk kearah yang sudah tak sadar di depannya.


"Nak Fariel, kamu kenapa" kata Mami, yang melihatku sudah pingsan.


"Pi, Pi, Papi cepetan kemari" kata Mami, yang berteriak-teriak memanggilnya.


"Ada apa sih Mi, MasyaAllah ini kenepa" kata Papi.


"Cepetan diangkat ke kasur" kata Mami.


"Ervi cepetan telpon Dokter" lanjutnya.


Ervi langsung menelpon Dokter.


Dan Mami lang keluar memanggil Pak Udin untuk membantu Papi mengangkat ku kekasur.

__ADS_1


Setelah beberapa lama Dokter datang memeriksa, dan keluar setelah selesai memeriksanya.


"Gimana Dok kondisi Anak saya" kata Mami, dengan cemasnya.


"Untuk keadaanya gak papa, hanya mungkin akan sulit untuk berjalan karena sedikit membiru dibagian pahanya" kata Dokter.


"Hah, kok bisa" kata Mami, dan Papi.


"Kalau dilihat dari lukanya, itu seperti dihantam dengan keras, yang membuatnya akan terasa sakit pasti nantinya, terutama dibagian itu" kata Dokter.


"Tapi yang lain aman kan Dok, terutama yang itu, gak ada yang pecah kan Dok" kata Ervi, tanyanya pelan sambil menunduk, dan membuat Papi dan Mami bertanya tanya.


"Hanya sedikit, tapi aman, hanya butuh proses yang mungkin sekitar dua mingguan. Dan ini resep obatnya, dan jangan lupa juga diberi pakaian yang jangan terlalu ketat, usahakan pakaian biasa supaya tidak mengenainya dan mudah untuk bergerak. Kalau gitu saya permisi karena harus kembali" kata Dokter.


"Iya sama-sama, kalau gitu saya permisi dulu" kata Dokter, dan Dokter pun keluar.


"Ervi jelaskan pada Papi dan Mami apa yang terjadi, dan kenapa kamu bisa masuk kesana. Bukannya kamu bilang mau kekamar" kata Mami, yang kembali duduk.


"Iya Mi" kata Ervi, sambil menunduk.


"Tadi Ervi hanya ingin ngecek kamar Ade yang gak pernah dipakai, karena aku pengen rebahan dikamar itu sebentar, dan aku masuk kekamar itu terus baru duduk sebentar tapi pengen buang air jadi Ervi mau kekamar mandi. Tapi belom sempat kubuka pintunya tiba-tiba dia muncul dari balik pintu hanya dengan menggunakan handuk, dan Ervi reflek meninju mukanya lalu menendang dibagian itu. Maafkan Ervi Pi, Mi, Ervi gak tau kalau ada yang menempati kamar itu. Ervi siap bertanggung jawab bila terjadi apa-apa dengannya" lanjutnya yang masih menunduk.

__ADS_1


"Berarti yang diucapkan Dokter, dan kamu bilang pecah itu maksudnya adalah. Astaga, apa yang harus Papi sampaikan jika sampai terjadi beneran pecah. Dia itu juga sudah memakai celana Ervi, hanya handuk nya memang sengaja dililitkan dipinggannya. Papi mau keatas dulu lihat Nak Fariel dulu" ucap Papi lalu berdiri dan berjalan meninggalkan mereka di ruang tamu.


"Maaf kan Ervi Mi, Ervi benar-benar gak tau kalau itu bakal seperi ini. Ervi hanya takut dan berusaha untuk melindungi diri saja Mi" kata Ervi, sambil menangis.


"Iya gak papa. Nanti sebagai gantinya kamu harus jagain dia dan bantu menyelesaikan pekerjaannya yang bakal ditinggalkan beberapa waktu karena kamu" kata Mami.


"Iya Mi, Ervi janji bakal jagain dan merawatnya sampai benar-benar sembuh, walaupun harus mengorbankan kuliah Ervi" kata Ervi.


"Kalau pagi kan ada Mami, juga ada yang lain yang bisa jagain nantinya, jadi pagi kamu tetap kuliah" kata Mami.


"Iya Mi, tapi apa nanti dia gak akan marah sama Ervi. Terus kalau bahkan sampai membenci Ervi bagaimana Mi" kata, Ervi.


"Kalau itu Mami gak bisa apa-apa, tapi nanti kamu jelas kan padanya" kata Mami.


"Baik mi" kata Ervi.


"Yuk kita makan dulu, kan tadi mau makan bersama, setelah makan baru kita lihat keatas ya" kata Mami.


"Iya Mi" kata Ervi.


"Air matanya dihapus dulu, nanti pasti dimaafkan. Diakan orang baik, Mami aja sampai sayang banget karena dia itu baik banget sama orang lain, jadi tenang aja ya, jangan dipikirkan dulu" kata Mami.

__ADS_1


"Yuk makan" lanjutnya sambil menarik tangan Ervi.


Dan Ervi pun langsung mengikuti Mami menuju meja makan.


__ADS_2