
Cerita pas sebelum acara atau lebih tepatnya saat malam harinya sebelum besoknya akan melangsungkan acaranya ijab qabul.
Begitu banyak teman-teman dan para tetangga yang hadir dirumah ini membantu membuat sebuah bingkisan yang akan dibawa besok, seperti serah terima atau apalah menurut di tempat kalian.
Gak hanya dari teman cowok tapi ada cewek juga yang saling membantu saling ngobrol dan sedikit sindiran padaku.
Aku hanya fokus menghafal apa yang akan besok harus kuucapkan didepan penghulu dan saksi sesuai yang diberikan oleh Papi padaku lewat pesan.
"Cie ada yang bakal dapat dobel nih besok."
"Bakal rubah status baru nih nanti."
"Bakal gak main voli bareng kita lagi."
"Mainnya emang apaan Bang."
"Kok jadi ganti."
"Ya beda dong, kan dah punya kuda, masa masih main voli aja."
"Iya, dah ada permainan baru yang menarik" ucap Ibu-ibu.
Karena hanya ibu-ibu yang ikut disini, untuk Bapak-bapak lain tugasnya, kecuali anak muda yang ikutan gabung.
"Bakal betah dirumah nanti."
"Kan ada dua, hari ini yang ini besok yang itu."
Membuat yang ada disini ketawa.
"Tapi kok cuek aja ya, yang lagi kita omongin."
"Iyalah kan lagi ngafalin buat besok."
"Kalau salah kan bisa berabe, bisa gagal deh main kuda-kudaan malamnya."
"Hahahahahaha" semuanya.
"Dah gak usah tegang, apa mau pemanasan malam ini biar dipijit besok gak tegang" kata Ibu.
"Apanya yang dipijit Bu."
"Mungkin kakinya dan tangannya biar bisa gerak pas jalan dan berjabat tangan."
"Masa mau yang lain, kan beda nanti urusannya sama yang bakal dah sah kalau urusan itu nya mah."
"Iya iya iya" beberapa.
"Besok pake lempar bunga gak nih kira-kira Bang" tanyanya padaku.
"Buat apaan."
"Ya kan biar yang lain cepet nyusul, katanya sih kalau yang dapat bunga dari pengantin baru."
__ADS_1
"Gak ada, tapi gak tau juga" kata Fariel.
"Nah gitu dong bersuara, jangan diem aja.
Mentang-mentang besok dah ganti status di KTP fokus ngafal."
"Jangan diganggu nanti malah gak hafal."
"Kasian kan kalau gagal karena gak hafal."
"Jadi bakal batal nikahnya dan diundur ke hari yang bakal lama lagi nunggunya."
"Kok lama, kenapa Bu."
"Ya gak kenapa-kenapa."
"Asal jangan pingsan aja nanti disana pas lagi ngucapin ijabnya."
"Kalau pingsan kan bakal tranding besok."
"Lah besok aja bakal tranding."
"Sekarang aja udah tranding dikampung sini."
"Oh iya."
"Kan langsung beli satu dapat satu terus bonus satu lagi pula ya."
"Ibu lupa hehehe."
"Hahahahahaha" semuanya.
"Baru pertama loh disini yang nikah sekaligus dua kaya kamu ini."
"Bakal jadi berita hangat besok nih di TV."
"Apalagi masuk berita dah pasti itu nanti, kan yang dinikahi anak orang berpunya."
"Terpandang dan banyak bisnisnya."
"Kalau ngantuk tidur aja sana."
"Daripada disini di cengin mulu."
"Kalau ngantuk mungkin udah, tapi bakal susah tidur karena mikirin malam yang indah dan malam terakhir jadi status lajang ke status kawin."
"Hahahahaha" semuanya.
"Sama mikir buat persiapan malam pertama juga kali ya."
"Bisa jadi iya bisa jadi bener banget."
"Hahahahahahahahah."
__ADS_1
"Harus persiapkan tenaga ekstra nih buat besok."
"Kan gak mungkin satunya iya satunya hanya nonton live."
"Hahahahahahahahahaha" semua.
"****** loh Bang."
"Bikin sakit perut aja."
"Hahahahahahahahahahaha" semua.
"Pake bilang nonton live pula lagi."
"Hahahaha hahahahahahahahah" semuanya.
"Kalau gak diganggu sama anaknya ya kan."
"Bener banget Bu."
"Secara kan anaknya dah manggil Ayah, dan selalu lengket, pasti kayaknya bakal gagal mungkin besok malam."
"Ah, tega kalian mah" kata Fariel.
"Kekamar tidur, daripada dengarin kalian nyerocos gak jelas."
"Bilang aja mau menghayal dulu."
"Hahahahahahahahahaha" semua.
"Terserah" kata Fariel.
"Jangan pakai sabun, apalagi pake handbody malam-malam, besok aja, sekarang ditahan dulu."
"Hahahahahaha" beberapa.
"Maksudnya pake sabun dan handbody apaan Bang."
"Kalian gak ngerti, hanya anak cowok aja yang paham."
"Ya gak."
"Bener banget, kaya lo kan."
"Aku gak lah yau."
"Dah sekarang kita siapin ini semua biar bisa tidur dan besok bisa ikut ngantar pengantin."
"Oke Bu" semua.
"Duluan ya" kata Fariel, langsung meniggalkan mereka dan masuk kekamar tanah ada disebelah.
"Tidur jangan mikir aneh-aneh" teriaknya.
__ADS_1
Aku hanya bodo amat dengan ucapan nya, langsung kurebahkan badanku dan mencoba tidur walaupun sulit.