
Setelah makan akupun langsung berangkat ke kantor dengan sedikit terburu-buru karena sudah kesiangan.
Sampai dikantor langsung kumengerjakan beberapa berkas yang memang sudah lumayan menumpuk karena gak masuk kemarin.
Baru beberapa jam aku mengerjakan berkas bunyi pintu diketuk.
"Tok tok tok Assalamu'alaikum" ucap sekertaris.
"Waalaikumsalam, masuk" kata Fariel.
"Saya disuruh Bapak buat manggil abang suruh keruangan nya, dan minta tanda tangannya yang ini" kata sekertaris, meletakkan berkas dimerjaku.
"Oke makasih, disini" kata Fariel, tunjuk pada berkas yang mau ditanda tangani.
"Iya, sama yang dibaliknya juga" kata sekertaris.
Akupun langsung menandatangani semuanya.
"Dah, apa masih ada lagi yang mau saya tandatangani" kata Fariel.
"Gak ada lagi, makasih, kalau gitu saya permisi" kata sekertaris.
"Iya, silahkan" kata Fariel.
Akupun langsung keluar juga untuk ketemu Papi diruangan nya.
"Assalamu'alaikum" kata Fariel, sambil mengetuk pintu.
"Waalaikumsalam, masuk aja nak" kata Papi.
Akupun langsung masuk.
"Duduk dulu, Papi mau ngomong sesuatu sama kamu" kata Papi.
Akupun langsung duduk didepannya
"Ada apa Pi" kata Fariel.
__ADS_1
"Gak ada apa-apa sih, Papi hanya mau minta tolong sama kamu, semoga kamu bisa" kata Papi.
"InsyaAllah pasti aku usahakan bisa pi, emang apaan sih" kata Fariel.
"Papi hanya minta kamu buat bujuk Ervi biar mau pulang kerumah lagi" kata Papi.
"Sama jemput dia ditempat kuliahnya, lalu bawa langsung kerumah aja ya."
"Baik akan aku usahakan Pi" kata Fariel.
"Kalau gitu kamu langsung aja pulang makan siang terus jemput aja langsung" kata Papi.
"HP kamu dah Papi perbaiki, tapi hanya datanya saja yang bisa terselamatkan, dan Mami juga sudah memberikan HP buatmu lewat Fida, apa sudah diberikan pada mu."
"Belum Pi, tapi kak Fida sudah bilang kok, sekarang aku pake HP kakak" kata Fariel.
"Oh ya udah kalau gitu, kamu pake HP itu aja dulu, yuk pulang dan makan siang, Papi juga mau makan siang dirumah" kata Papi.
"Ayok Pi, tapi aku pake motor Pi, dan kayaknya lagi pengen makan disini juga Pi, lagi kurang selera aja sekarang, sambil ngerjain beberapa lagi yang belum selesai" kata Fariel.
"Papi juga sudah tau semuanya, Papi juga sedikit kecewa dengan mereka yang merendahkan kita, padahal harta hanya titipan."
"Bahkan petani juga bisa sukses, kalau gak ada petani mereka makan dari mana, karena yang mereka makan juga dari hasil para petani, petani itu hasilnya lebih sempurna dan halal."
"Ingat jangan kluyuran ataupun tidur, ingat pesan Papi tadi ya, buat jemput Er vi" dengan menekankan kata Ervi.
"Siap boss, nanti aku jemput habis makan siang, kan biasanya pulangnya juga nanti sekitar jam duaan" kata Fariel.
"Kalau gitu aku duluan ya Pi, mau lanjut sedikit lagi."
"Iya, jangan lupa jemput" kata Papi.
"Ervi kan Pi, gak lupa, nanti kupasang alarm biar gak lupa" kata Fariel, potongku.
"Dah ya Pi, Assalamu'alaikum."
"Waalaikumsalam" kata Papi.
__ADS_1
Akupun langsung berjalan kearah ruanganku lagi buat melanjutkan pekerjaanku lagi yang hampir selesai, dan bisa jemput Ervi nanti dan bisa dikerjakan dirumah pekerjaan yang lain.
"Nak kunci motormu mana" Papi.
"Ada didalam Pi, buat apa" kata Fariel.
"Kamu jemputnya pake mobil aja ya, biar nanti Pak Udin ngantar kan mobilnya" kata Papi.
"Kan aku juga bisa ambil sendiri kerumah nanti Pi, sebelum jemput Ervi" kata Fariel.
"Gak papa, biar Pak Udin gak nguap mulu, nanti makin gendut tu perutnya kalau cuman duduk sama minum kopi dan nyemil mulu di mobil" kata Papi.
"Kalau gitu suruh lari aja Pi, biar olahraga siang, sapa tau sampai rumah langsung kurus" kata Fariel.
"Ya dah kalau gitu Papi suruh dia maraton sampe rumah smabil dorong motormu" kata Papi.
"Bilang aja mogok."
"Papi ada-ada aja, bentar kuambil ya pi" kata Fariel.
Akupun langsung masuk untuk mengambil kunci dan menyerahkan pada Papi.
"Ini pi kuncinya."
"Papi bawa ya, nanti kamu pake mobil Mami aja ya, percuma punya mobil tapi lebih suka dompleng sama Papi mulu, mobilnya jadi berdebu di garasi hanya dipanasi doang dibawa jalan kaga" kata Papi.
"Terserah Papi aja, aku bebas, bajai pun boleh kalau ada" kata Fariel.
"Jangan dong masa pakai bajai buat jemput tuan putri, gak lucu dong, kalau bisa mah becak" kata Papi.
"Akunya yang gakau kalau pake becak, bisa-bisa sampai sana pingsan kalau gak tepar dipinggir jalan" kata Fariel.
"Hahahaha, ya dah Papi duluan pulang, ingat" kata Papi.
"Iya Pi, jemput Ervi kan" kata Fariel, potongnya.
Setelah Papi pergi akupun langsung masuk lagi kedalam ruanganku untuk melanjutkan ngecek berkas tadi yang belum selesai.
__ADS_1