
Sehabis mandi Ervi langsung menuju meja makan untuk mengambil bubur buatannya, walau gak selesai buatinnya, dan diteruskan oleh Bibi.
"Ihhhh wangi nyaaa, bau-bau mau pendekatan nih" kata Fida, sambil melirik kesamping.
"Apaan sih Kak, emang kalau habis mandi gak boleh pakai minyak wangi ya" kata Ervi, yang sedang memasukkan bubur dalam mangkok.
"Kayaknya bentar lagi bakal dapat mantu baru nih Mi" kata Fida.
"Bisa jadi" kata Mami, dengan tersenyum.
"Kakak mau nikah lagi, suami Kakak mau dikemanain" kaya Ervi.
"Kakak gak nikah lagi, tapi Adek Kakak yang bakal nikah, yakan Pi, Mi" kata Fida.
"Iya doongggggg" ucap Papi dan Mamin
"Ihhh kalian apaan sih" kata Ervi.
"Dah mandi pagi, dandan cantik wangi pula, kayaknya bau-bau mau eeeemmmm" kata Mami.
"Apaan sih Mi" kata Ervi.
"Ada deh, hanya kita yang paham, ya gak Kak" kata Mami, tanyanya pada Fida.
"Tentu dong" kata Fida.
Sedangkan Papi hanya tersenyum melihat mereka yang sedang menggoda Ervi
"Gak jelas" kata Ervi.
"Mukanya biasa aja dong, senyumnya mana, masa mau makan berduaan gak ada senyumnya" kata Fida.
"Weeee" kata Ervi, dengan mengeluarkan lidahnya.
"Ihhh, mentang-mentang yang mau makan romatis suap-suapan dalam kamar" kata Fida.
"Iri" (Ervi)
"Bilang bosssss" kata Ervi dan Mami, lalu ketawa dan Papi juga ikut ketawa.
"Ihhh, gak la yau" kata Fida.
"Sabar yang ditinggal suami pergi untuk tugas, ada Papi yang siap bantu kamu" kata Papi.
"Oke Pi, tapi nanti aku mau minta bantuan calon Adik ipar aja ah kalau sudah sembuh, mau aku ajakin jalan-jalan berdua" kata Fida, sambil melirik ke Ervi.
"Awas aja kalau berani, kusikat kaki kakak sampai merah-merah" kata Ervi.
"Ihhh ada yang marah nih, takut Mamas tersayang naksir kakaknya nanti" kata Fida.
"Asik ada yang dah berani ngungkapin perasaanya sama kita-kita" kata Mami.
"Harus, biar Kakak gak berani nikung" kata Ervi.
"Wiihhh, mukanya biasa aja dong, Kakak itu dah punya ya, jadi Kakak gak mungkin nyikat punya Adek, kecuali dianya yang nyikat Kakak duluan" kata Fida.
"Udah sana diantar buburnya, nanti keburu dia di suapin Kakakmu" kata Mami.
"Tentu dong Mi, kalau gitu Kakak mau keatas ahhh" kata Fida.
"Gak boleh, Kakak duduk aja disini" kata Ervi.
"Ihhh, terserah Kakak dong" kata Fida, yang sudah berdiri.
"Awas aja kalau berani" kata Ervi.
"Iya Ndoro Ratu" kata Fida.
Papi dan Mami ketawa melihat perdebatan mereka.
"Ke atas ahhhh" kata Fida, sambil jalan.
"Kakakkkkk" kata Ervi, dengan teriaknya.
"Dah sana buruan dibawa, cepetan jangan kalah sama Kakakmu" kata Mami.
Ervi langsung membawa dua mangkok berisi bubur dan dua gelas air minum dengan berjalan yang cukup cepat.
"Anak kita lucu ya Pi, dari dulu suka banget saling usil kalau dirumah, tapi nanti pasti langsung baikan lagi" kata Mami.
"Iya, yang bikin rumah rame kalau ada mereka" kata Papi.
Ervi yang berjalan dengan cepat dan nyalip Kakaknya.
"Minggir" kata Ervi.
"Wah ada mobil beko nyalip nih" kata Fida.
"Biarin" kata Ervi.
"Ihh mukanya, padahal Kakak kan cuman mau kekamar sendiri, duuuh gemesnya punya Adek yang bikin gemes, pengen kucubit tuh pipi, ihhh gemesssss banget sih kamu Dek" kata Fida.
Sedangkan Ervi sudah berada didepan kamar.
"Assalamu'alaikum Mas" kata Ervie.
"Waalaikumsalam" kata Fariel.
__ADS_1
"Mas nih ada bubur, makan bubur gak papa kan" kata Ervi.
"Gak papa kok, jangan kan bubur pipimu pun bisa kumakan" kata Fariel.
"Iih jangan" kata Ervi.
"Katanya mau makan bubur, tapi kok malah senyum-senyum sih, kenapa" kata Fariel.
"Ehh gak papa kok Mas" kata Ervi.
"Duh jantung, jangan begini dong" ucapnya dalam hati.
"Ayuk ahh, apa mau Mas yang suapin nih" kata Fariel.
"Haaahhhh" kata Ervi.
"Mana buburnya yang buatku" kata Fariel.
"Oh iya, ini untuk Mas, ini untukku yang sedikit" kata Ervi.
"Gak salah, Adek tuh yang ini yang banyak, itu buat Mas yang sedikit" kata Fariel.
"Jangan, aku gak mau" kata Ervi.
"Pegang ini dulu" kata Fariel, sambil memberikan mangkok pada Ervi, lalu mengambil yang ada ditangan sebelahnya.
"Ini baru bener, Adek tuk makannya yang banyak biar tambah besar dan makin imut, dan makin berisi tuh pipi kaya bakapao" lanjut ku.
"Ihhh, ini tu dah tembem ya, justru pengen sedikit kurus ni pipi" kata Ervi.
"Jangan dong, nanti gemesnya ilang, Mas tuh suka sama cewek yang apa adanya, tembem pun bagi Mas itu lucu, apa lagi kalau lagi tersenyum, bikin susah tidur" kata Fariel.
"Oke deh, Adek gak jadi diet" kata Ervi.
"Nah gitu, nanti makannya yang banyak, buburnya masih kan" kata Fariel.
"Masih banyak, apa Mas mau ngabisin" kata Ervi.
"Gak dong, kan Adek yang akan menghabiskan buburnya, kan biar makin tembem tuh muka kaya bola" kata Fariel.
"Iih jangann dong, nanti gak cantik lagi" kata Ervi.
"Cantik di muka itu bukan utama, tapi cantik dihati itu yang utama" kata Fariel.
"Oke, siap bosku" kata Ervi.
"Yuk makan, jangan lupa bismilah dan berdoa" kata Fariel.
"Oke Mamamsku yang baik" kata Ervi.
Lalu kami pun makan sendiri-sendiri sambil lesehan beralasan tikar disamping tempat tidur.
Kami makan tanpa ada suara selain suara dari sendok dan mangkok yang saling bersentuhan.
"Mas mau nambah lagi buburnya" kata Ervi.
"Gak ah, udah kenyang, kamu aja yang nambah" kata Fariel.
"Aku juga udah kenyang, kalau gitu Adek mau ngantar mangkok dan gelas kotornya kebawah dulu ya, apa Mas mau dibuatkan minuman" kata Ervi.
"Boleh, kopi pahit tanpa gula, kalau gak buat kamu repot aja sih, Mas mau duduk di depan sambil nyari udara segar" kata Fariel.
"Gak kok Mas, sini aku bantuin Mas jalannya" kata Ervi.
"Gak usah, Mas pakai tongkat ini aja, jadi tenang aja gak bakal sakit kok, kan yang luka dikaki kanannya, jadi aman" kata Fariel, sambil berdiri dan dibantu berdiri oleh Ervi lalu aku jalan menuju balkon dengan tongkat.
"Iya Mas, aku turun dulu ya" kata Ervi.
"Iya, makasih dah mau bantuin Mas, semoga nanti bisa kubales semua perlakuan baikmu" kata Fariel.
Ervi pun langsung turun mengantarkan mangkok dan gelas kotornya lalu membuat kopi dua, satu manis dan satu pahit, yang manis untuk sendiri yang pahit untuknya.
Lalu Ervi naik ke atas untuk mengantarkan minumnya juga mau ngobrol bareng tentunya.
"Assalamu'alaikum Mas, nih kopinya, ini pahit tanpa gula, kopinya satu sendok makan" kata Ervi.
"Waalaikumsalam, terimakasih Adekku yang baik" kata Fariel, lalu aku mencoba minumnya.
"Gimana Mas, apa ada yang kurang" kata Ervi.
"Gak kok, ini mah pas banget, takerannya pas, Adek ternyata pande buat kopi" kata Fariel.
"Iya dong, emang gak pahit ya mas, minum kopi tanpa gula" kata Ervi.
"Ya pahit lah, tapi kan ada kamu yang bikin manis, jadi sambil minum sambil lihatin senyummu, pasti langsung manis rasanya" kata Fariel.
"Iih biasa aja, gak usah berlebihan" kata Ervi.
"Tapi beneran nih, coba kamu senyum" kata Fariel.
Lalu Ervi tersenyum dengan gayanya.
Akupun langsung meminumnya.
"Waah manisnya, bener-bener manis, ini manisnya beda" kata Fariel, yang tersenyum kearah Ervi.
"Hahahahah, Mas mah bisa aja, padahal mah tetap aja pahit, lidah gak bisa bohong Mas, kalau mulut baru bisa" kata Ervi.
"Hehehehehe, tapi beneran kok gak pahit, Mas kan minumnya kopi tanpa gula sudah lama, jadi dah biasa kalau ini tuh rasanya gak pahit bagiku, kalau ditambahin gula setengah sendok aja udah kemanisan bagi Mas" katabFariel.
"Wah, berati nanti kalau sudah nikah bisa irit dong gulanya" kata Ervi
__ADS_1
"Iya dong, Mas kan pengen jaga kesehatan tubuh, biar tetap keliatan maco, ya gak" kata Fariel, sambil mengedipkan mata sebelah.
"Iya iya yang maco dan ganteng, duh bikin pengen" kata Ervi.
"Pengen apa hayo" kata Fariel.
"Gak ada" kata Ervi.
"Jangan bohong, pengen apa coba" kata Fariel.
"Rahasia dong Mas" kata Ervi.
"Pengen kujadikan suamiku kelak nanti kamu Mas" ucapnya dalam hati.
"Iya deh yang pake rahasiaan segala sama Mas" kata Fariel.
"Hehehe, Mas nanti kalau Mas dah sembuh dan bisa jalan, kita jalan-jalan ya. Mas janji mau ngajakin akau jalan" kata Ervi.
"Kapan" kata Fariel.
"Ihhh, kan yang sakit kakinya, kenapa bisa lupa ya, apa Mas gagar otak juga waktu kutinju, maaf" kata Ervi.
"Kayaknya sihhh, maaf kamu siapa ya" kata Fariel.
"Ih dasar" kata Ervi.
"Bukannya waktu itu yang ngajak jalan atau jumpa itu kamu ya, kan Mami yang bilang waktu kamu Vc aku, siapa hayo yang lupa ingatan" kata Fariel.
"Hehehehe, iya ya, jadi gimana jadikan jalannya" kata Ervi.
"Gak ah males" kata Fariel.
"Ih jahatnya, janji adalah utang" kata Ervi.
"Kan Mas gak pernah janji, hanya bilang kalau ada waktu, iya gak" kata Fariel.
"Iya juga sih, tapi harus mau jalan-jalan sama aku yaaaa pliiiiiis ya Mas yaaa" kata Ervi, sambil memohon dengan menyatukan kedua tangannya.
"Hem gimana ya" kata Fariel.
"Plisss mau yaa" kata Ervi, sambil mengangkat tangannya dengan bentuk V.
"Eemmmm iya deh iya mau, tapi mulutnya biasa aja dong" kata Fariel.
"Maksih Mamasku yang paling baik, Adek jadi makin sayang sama Mas" kata Ervi.
"Hah" kata Fariel.
"Aduhhh kok bisa ni mulut gak pakai rem sih" kata Ervi, ucapnya dalam hati.
"Maksudnya kalau mas baik, kan Ervi jadi sayang sama Mas karena diperhatiin sama Mas, seperti Adek beneran" kata Ervi.
"Oh itu" kata Fariel.
"Untung masih bisa mikir" kata Ervi, ucapnya dalam hati.
"Mas aku mau keluar dulu ya, Mas gak papa kan kutinggal bentar, mau ambil HP kayaknya lupa belom di charger" kata Ervi.
"Iya, Mas juga mau ngecek berkas yang kemaren, belum sempat kucek, tolong ambilkan map sama leptop di meja ya, Adekku tersayang" kata Fariel.
Blussss muka Ervi langsung merah.
"I i iya mas" kata Ervi.
"Loh kok malah bengong" kata Fariel.
"Hee" ucap Ervi, sambil menggaruk kepala yang gak gatel.
"Malah senyum" kata Fariel.
"Iya Masku sayang, sabar dong" kata Ervi, lalu berjalan kedalam kamar sambil tersenyum dengan kebahagiaan.
"Duh jantung, jangan kenceng-kenceng, nanti copot" ucapnya dalam hati.
"Tarik nafas buang tarik nafas lagi buang, huffft".
Setelah didapat langsung berjalan untuk memberikan padanya.
"Ini Mas" kata Ervi, sambil meletakan di atas meja.
"Terimaksih Adekku yang cakep, dan gemes" kata Fariel.
"Iya, aku keluar ya Mas, Assalamu'alaikum" kata Ervi.
"Waalaikumsalam" kata Fariel.
Lalu Ervi keluar dengan gembira ria dan tersenyum penuh dengan rasa gembira.
"Isss ada yang lagi bahagia nih, senyum-senyum sendiri, habis dapat jackpot Dek" kata Fida.
"Lebih dari jackpot, daaaa Kakak" kata Ervi, lalu masuk kamar.
"Iya adekku yang cakep, gemes, sayang" kata Fida, ucapnya yang masih bisa di dengar Ervi.
Lalu membuka pintu kamar lagi dan bilang
"Dasar tukang nguping" kata Ervi.
"Ehh Kakak gak nguping ya, hanya Kakak tadi sama Papi dan Mami mendengar semua pembicaraan kalian pas kami juga pengen ikut ngobrol. Karena takut kalau berduaan nanti bisa ada hal buruk terjadi. Kan adek Kakak ini terlalu agresif, jadi kami hanya duduk sambil mendengarkan dan ngintip sedikit, ehhh malah ada yang lagi asik PDKT. Jadi kami gak jadi gabung, takut ganggu yang lagi PDKT" kata Fida.
Lalu Ervi menutup pintu kamarnya lagi.
__ADS_1
"Ihhh nyebelin, kok bisa-bisanya sih mereka" kata Ervi.
"Tapi aku kok tetap senang ya karena dipanggil sayang, cakep cantik dan gemes, aduh Masku, mimpi apa ya aku semalam bisa dipanggil sayang".