
Aku keluar dari kamar mandi dengan membawa pakaian basah si timba.
Kulihat ada yang tertidur dan terlelap diatas kasurku, kulewati dan membiarkan mereka terlelap dalam tidurnya, aku keluar dari kamarku untuk menjemur pakaian yang telah kucuci.
Setelah menjemur pakaianku aku langsung menuju kebelakang kemeja makan untuk makan siang yang tertunda.
Kubuka tudung saji dan kulihat masih ada beberapa lauk makan yang bisa kumakan untuk mengganjal perutku yang keroncongan.
Kuambil piring dan nasi dari magic ccom, alu duduk di bangku lalu mengambil sedikit sayuran dan tahu lalu sambal yang tak ketinggalan, karena paling enak makan ada sambalnya bagiku.
Setelah selesai makan aku langsung menuju kamarku niatnya untuk merebahkan badanku, tapi sampai didalam baru ingat kalau ada dua wanita yang terlelap dalam tidurnya, akhirnya aku turun lagi kebawah menuju belakang.
Dibelakang ada Mami yang sedang memindah tanaman kesayangan apalagi kalau bukan bunga-bunga.
"Mau dibantu Mi" kata Fariel.
"Eh anak Mami" kata Mami.
"Gak usah ini dah mau selesai, tinggal dua lagi yang mau Mami masukkan kedalam pot."
"Lah itu mau diapakan" kata Fariel.
"Kalau itu mau ditanam disana rencananya, mau kuganti beberapa biar ada warna lain gak semuanya satu warna" kata Mami.
"Kalau warna warni kan enak dipandang."
"Ya udah kalau gitu biar kubantu nanam biar cepat selesai, masa mau jadi penonton disini" kata Fariel.
"Gak usah, kamu kan dah mandi, masa mau mandi lagi nanti gara-gara bau pupuk kotoran kambing" kata Mami.
"Kan banyak air buat mandi dan masih banyak baju yang bisa dipakai, jadi selow aja Mi" kata Fariel.
"Ya terserah sama kamu aja deh, Mami mah gak bisa larang kamu buat bantuin Mami" kata Mami.
"Kamu paling susah kalau dilarang."
"Pake sarung tangan nak, itu didekat keran air, biar tangannya dan kukunya gak kemasukkan tanah."
__ADS_1
"Siap Kanjeng Mami" kata Fariel.
"Hahahahaha, Kanjeng Mami" kata Ervi.
"Mami namanya dirubah lagi panggilannya."
"Makin lucu aja."
"Anak Mami datang-datang malah ngetawain Mami, bukannya bantuin atau apa kek, ini malah ngetawain" kata Mami.
"Hehehehe iya deh maafin adek Mi" kata Ervi.
"Abis lucu aja, jadi ingat yang di acara TV."
"Jangan bilang Mami mau disamakan kaya yang itu" kata Mami.
"Ini calon mantu Mami nih tadi yang bilang Kanjeng Mami, jadi Mami diketawain sama anak Mami yang suka ngetawain Mami."
"Maaf Mi, gak bermaksud" kata Fariel.
"Tapi kalau dilihat-lihat dah sedikit mirip deh Mi kaya yang si TV, tinggal pake kacamata terus rambutnya dan perutnya sedikit berisi lagi, jadi pas kaya Kanjeng Mami beneran Mi, hanya kalau yang itu di acara hiburan TV kalau ini acara keluarga."
"Yang nyata ya mas."
"Ihh anak sama calon mantu sama aja sekarang" kata Mami.
"Bisa-bisanya ngetawain Mami kayak gini."
"Untung aja Mami sayang sama kalian, kalau gak kan dah Mami pecat dari anak dan mantu Mami."
"Aduhhh ngancam apa gimana nih Mi" kata Ervi.
"Bukan ngancam tapi buat pegangan aja" kata Mami.
"Hahahaha, mantap Mi" kata Fariel.
"Nih cangkul di pegang Mi."
__ADS_1
"Hahahaha" ketawa Ervi.
"Kok yang ini malah biasa-biasa aja" kata Mami.
"Gak takut bakal gagal jadi mantu Mami."
"Gak dong" kata Fariel.
"Ihhh mamas mau batalin janji mas sama adek gitu" kata Ervi.
"Tuh Mami dengar aja sendiri, siapa yang takut Mi" kata Fariel.
"Hemmm iya ya" kata Mami.
"Rupa-rupanya ada yang bakal takut nih kalau bakal Mami pecat calon mantu Mami yang satu ini."
"Mami bakal kena sembur setiap hari."
"Emang jabatan ya Mi, kok pake pecat calon mantu" kata Fariel.
"Iyalah, seperti kamu kemarin yang dipecat dari calon mantu, karena gak selevel, taunya malah kelebihan level" kata Mami.
"Maaf bukannya Mami mau mengingatkan masalalu."
"Dah kulupakan yang itu, yang tersisa hanya beberapa kenangan aja" kata Fariel.
"Kenangan saat pelukan, pangku-pangkuan terus suap-suapan dan manja-manjaan, dibuatkan kopi dan dimasakin makanan spesial" kata Ervi.
"Ada kebakaran atapnya kayaknya nih" kata Mami.
"Terbakar" kata Fariel.
"Iya terbakar api cemburu, atap hatinya" kata Mami.
"Kayaknya bakal ada perang Dunia nih dibelakang rumah, yang bisa Mami saksikan pertunjukkan live didepan mata."
"Hahahaha, Mami ada aja mah" kata Fariel.
__ADS_1
"Gak lihat noh mukanya tuh" kata Mami.
Langsung kulihat kearah mukanya yang sedang cemberut dengan bibir yang mau jatuh.