
"Dek, dekkk" sambil menarik tangannya.
"Mas minta maaf" kata Fariel.
"Mas balik aja sana kemereka" kata Ervi.
"Mas gak mau balik lagi, mas mau nemenin adek yang lagi marah sama mas" kata Fariel.
"Ayok dong maafin mas".
"Oke, mas bakal nurutin kemauan adek tapi dengan sarat gak boleh ngambek dan marah lagi".
"Mas akan pergi, kalau perlu mas akan keluar dari rumah ini, kalau adek masih marah sama mas dan yang lainnya juga" sambil berjalan diatas tangga mendahului Ervi.
"Maaf kan mas dan semua kesalahan mereka yang telah membuatmu sampai seperti ini" sambil berjalan membelakangi Ervi yang terdiam.
Lalu aku berjalan sampai didepan pintu kamar dan membalikkan badan lalu berucap.
"Selamat malam dan semoga sehat selalu" kata Fariel.
"Assalamu'alaikum" yang langsung membuka pintu kamar dan lalu masuk mengemas beberapa barang dan ku masukkan ke dalam tas.
Setelah semuanya sudah siap beberapa barang yang akan kubawa lalu aku keluar dari kamar sambil menggendong tas.
"Jaga kesehatan" kata Fariel, sambil melewati Ervi yang masih terdiam diatas tangga.
Sampai dimeja makan langsung ku pamit dengan mereka semua.
"Pi, Mi, Kak, aku mau pamit" kata Fariel.
"Lho nak Fariel mau kemana malam-malam begini bawa tas" kata Papi.
"Iya, mau kemana nak bawa tas segala" kata Mami.
__ADS_1
"Aku mau keluar, mau kesuatu tempat" kata Fariel
"Adek mau pergi dari rumah ini meninggalkan kakak disni" kata Fida.
"Iya aku mau pergi buat menenangkan sesuatu" kata Fariel.
"Tapi kenapa, apa ada masalah dengan kami" kata Papi.
"Gak ada kok Pi, hanya mau keluar aja dari rumah ini, mau belajar mandiri aja" kata Fariel.
"Kakak gak setuju kamu pergi, kakak mau kamu disini terus nemenin kakak" kata Fida.
"Maaf kak aku gak bisa" kata Fariel.
"Masih ada Papi dan Mami juga adek Ervi kok kak".
"Tapi kakak lebih suka kalau ada kamu disini" kata Fida.
"Kamu dah janji sama kakak buat jagain dedek kecil dan selalu ada buat kakak".
"Kakak bisa curhat dengan yang lain, atau bisa curhat lewat telepon" kata Fariel.
"Atau bisa ketemu dimana kakak mau".
"Tapi kakak tetap gak mau" kata Fida, yang langsung berdiri.
"d.Dengar tuh nak" kata Mami.
"Kami semua sayang sama kamu, kakak mu juga masih butuh kamu disni".
"Mami mohon jangan pergi ya dari rumah ini" dengan rasa sedihnya.
"Kita bicarakan baik-baik ya nak" kata Papi.
__ADS_1
"Gak perlu Pi, terimakasih buat semuanya, dan maaf jika aku gak bisa membalas kebaikan kalian semua" kata Fariel.
"Untuk masalah pekerjaan aku akan segera resign".
"Itu gak boleh, kamu akan tetap bekerja buat kami" kata Papi.
"Jangan seperti itu nak, Mami sayang banget sama kamu, Mami gak mau kehilangan kamu" kata Mami, sambil meneteskan air matanya.
"Naafin aku Pi, Mi, Kak" kata Fariel.
"Aku akan tetap keluar dari rumah ini, makasih dengan kasih sayang kalian yang telah kalian berikan".
"Kamu mau pergi kemana" kata Mami.
"Aku akan pergi jauh" kata Fariel.
Lalu berjalan kearah mereka buat bersalaman
"Maafin kesalah yang kulakukan Pi" sambil mencium punggung tangannya.
"Mi".
"Makasih atas semuanya" yang juga mencium punggung tangannya.
"Kak" yang langsung memeluknya.
"Jaga kesehatan dan jagain ponakan buatku".
"Terimakasih buat semuanya, semoga kebaikan kalian bisa di bales sama Tuhan" kata Fariel, yang juga meneteskan air mata.
"Aku gak akan lupa dengan kebaikan kalian, pasti akan bales kebaikan kalian".
"Aku pamit, Assalamu'alaikum".
__ADS_1
Yang langsung berjalan meninggalkan mereka diruangan meja makan.